Mengapa Wajah Bulan Selalu Tampak Sama Dilihat dari Bumi?

Fase-fase Bulan. Kredit: Fred Espenak
Info Astronomy - Bulan merupakan satelit alami yang mengelilingi planet Bumi, planet tempat kita tinggal, yang dapat kita lihat dengan mata telanjang tanpa bantuan alat. Bentuk atau fase dari Bulan setiap malam juga berubah-ubah, mulai dari bentuk sabit hingga menjadi purnama. Tapi kenapa wajahnya selalu sama?

Bumi yang kita tahu berputar pada porosnya atau sering disebut rotasi Bumi. Rotasi Bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam, gerak semu harian Matahari serta perbedaan waktu di berbagai tempat. Bumi memerlukan waktu untuk sekali berotasi yaitu 23 jam 56 menit atau biasa dibulatkan menjadi 24 jam.

Bumi berotasi, berputar pada porosnya, lalu apakah Bulan juga berotasi seperti Bumi? Jawabannya, ya, Bulan memang berputar pada porosnya. Kebanyakan planet dan satelitnya mempunyai 2 jenis gerakan. Gerakan tersebut adalah gerakan berputar pada porosnya atau sering disebut rotasi dan gerakan mengelilingi pusat acuannya atau sering disebut revolusi.

Revolusi Bumi yang mana Bumi mengelilingi Matahari sebagai pusatnya menyebabkan perubahan musim. Selain perubahan musim, gerakan Bumi mengelilingi Matahari juga mengakibatkan gerakan semu tahunan Matahari. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Umumnya Bulan bergerak dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dan revolusi bersama Bumi pada Matahari.

Rotasi dan Revolusi Bulan
Perputaran Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Dalam sekali rotasi, Bulan memerlukan waktu selama 27,3 hari. Rotasi Bulan sendiri tidak berdampak apapun terhadap kehidupan di Bumi.

Sebagai satelit alami Bumi, Bulan juga berputar mengelilingi dengan jangka waktu selama 27,3 hari. Waktu rotasi dan revolusi Bulan adalah sama, hal ini yang menyebabkan permukaan Bulan yang kita lihat di Bumi tidak berubah dari waktu ke waktu, alias wajah Bulan yang menghadap Bumi hanya yang itu-itu saja.

Bulan mengalami delapan fase dalam sekali berevolusi. Jika dirata-rata, setiap fase Bulan akan berlangsung kira-kira selama lebih dari 3-4 hari.

Hari pertama
Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.

Hari keempat
Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.

Hari kedelapan
Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.

Hari kesebelas
Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.

Hari keempat belas
Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.

Hari ketujuh belas
Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.

Hari kedua puluh satu
Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.

Hari kedua puluh lima
Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru.

Revolusi Bulan terhadap Matahari bersama Bumi
Bersama-sama dengan planet Bumi, Bulan juga mengelilingi Matahari. Waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk beredar mengelilingi matahari yaitu selama 365,25 hari. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi terhadap Matahari dengan Bumi sama, yaitu 365,25 hari. Tiap empat tahun sekali kelebihan hari di bulatkan menjadi 366 hari. Dan sering dikenal juga dengan sebutan tahun kabisat.

Dengan demikian dapat kita simpulkan jika Bulan juga berotasi seperti Bumi. Karena kala rotasi dan revolusi Bulan yang sama, sehingga menyebabkan sisi bBulan yang terlihat atau menghadap Bumi selalu sama. Mengenai bentuk dan sisi Bulan yang lain, telah terpotret oleh satelit Soviet Luna 3 pada tahun 1959. Dan pertama kali dilihat oleh mata manusia yaitu pada ekspedisi Apollo 8 pada tahun 1986 oleh Astronot William Anders.
Mengapa Wajah Bulan Selalu Tampak Sama Dilihat dari Bumi? Mengapa Wajah Bulan Selalu Tampak Sama Dilihat dari Bumi? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/27/2015 04:30:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.