![]() |
| Pada usia berapa kamu baru tahu bahwa Jupiter tidak mengitari Matahari?. Kredit: Science Photo Library |
InfoAstronomy - Ketika Galileo Galilei pertama kali mengamati bulan-bulan yang mengitari planet Jupiter pada 7 Januari 1610 menggunakan teleskop buatannya sendiri, ia memberikan bukti pertama bagi manusia tentang adanya benda langit yang tidak mengorbit Bumi.
Ya, pada saat itu, teori Bumi sebagai pusat yang dikemukakan oleh Ptolemy sangat digandrungi. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab secara kasat mata, objek-objek langit memang tampak bergerak mengitari Bumi dengan Buminya diam. Namun, hal ini ternyata karena keterbatasan pengetahuan manusia saat itu saja.
Meski butuh berabad-abad sebelum paralaks bintang akhirnya dikonfirmasi sebagai paku terakhir yang menutup peti model geosentris ala Ptolemy, penemuan Galileo sudah menunjukkan bahwa setidaknya beberapa objek di langit berputar mengelilingi sesuatu yang bukan Bumi. Ironisnya, penemuan-penemuan berikutnya justru menambah kerumitan: Jupiter sendiri secara teknis tidak mengorbit Matahari sama sekali. Kok bisa?
Kini diketahui bahwa sekitar 99,86 persen total massa tata surya kita adalah Matahari. Semua planet, planet katai, bulan, komet, dan asteroid hanya menyumbang 0,14 persen sisanya saja. Namun, gravitasi bekerja dua arah. Bumi menarik kamu ke bawah dan kamu pun menarik Bumi ke atas dengan gaya yang jauh lebih kecil. Semakin besar massa, semakin kuat gravitasinya.
Meski butuh berabad-abad sebelum paralaks bintang akhirnya dikonfirmasi sebagai paku terakhir yang menutup peti model geosentris ala Ptolemy, penemuan Galileo sudah menunjukkan bahwa setidaknya beberapa objek di langit berputar mengelilingi sesuatu yang bukan Bumi. Ironisnya, penemuan-penemuan berikutnya justru menambah kerumitan: Jupiter sendiri secara teknis tidak mengorbit Matahari sama sekali. Kok bisa?
Kini diketahui bahwa sekitar 99,86 persen total massa tata surya kita adalah Matahari. Semua planet, planet katai, bulan, komet, dan asteroid hanya menyumbang 0,14 persen sisanya saja. Namun, gravitasi bekerja dua arah. Bumi menarik kamu ke bawah dan kamu pun menarik Bumi ke atas dengan gaya yang jauh lebih kecil. Semakin besar massa, semakin kuat gravitasinya.
Nah, planet-planet juga menarik Matahari, betapapun kecil pengaruhnya. Karena itulah planet dan bintang sebenarnya tidak mengorbit satu sama lain, melainkan mengorbit sebuah titik pusat massa bersama yang disebut barisenter. Dan barisenter tiap planet berbeda-beda tergantung massanya.
Sebagai planet terbesar di tata surya, Jupiter menyumbang sekitar 70 persen dari total massa tata surya di luar Matahari. Massa sebesar itu cukup untuk mendorong barisenter Jupiter-Matahari keluar dari tubuh Matahari itu sendiri, tepat di luar permukaannya.
Sebagai planet terbesar di tata surya, Jupiter menyumbang sekitar 70 persen dari total massa tata surya di luar Matahari. Massa sebesar itu cukup untuk mendorong barisenter Jupiter-Matahari keluar dari tubuh Matahari itu sendiri, tepat di luar permukaannya.
Hal serupa berlaku untuk sistem yang lebih kecil. Kelima bulan Pluto secara teknis tidak mengorbit planet katai itu, dan Bumi serta Bulan pun mengorbit barisenter yang berada sekitar 5.000 kilometer dari pusat Bumi, masih di dalam tubuh Bumi tapi tidak di tengahnya.
Nah, karena massa Jupiter yang jauh melampaui Bumi, barisenter antara Jupiter dan Matahari tidak berada di dalam Matahari, melainkan sedikit di luar permukaannya. Alhasil, dengan kata lain, Jupiter (dan anggota tata surya lainnya) secara teknis tidak mengitari Matahari, melainkan mengitari titik pusat massa atau barisenter itu.
Kira-kira seperti ini posisi barisenter Jupiter dan Matahari, terlihat bahwa Matahari (objek yang lebih besar) juga bergerak mengitari titik pusat massa (warna hijau) bersama Jupiter (objek yang lebih kecil):
Nah, karena massa Jupiter yang jauh melampaui Bumi, barisenter antara Jupiter dan Matahari tidak berada di dalam Matahari, melainkan sedikit di luar permukaannya. Alhasil, dengan kata lain, Jupiter (dan anggota tata surya lainnya) secara teknis tidak mengitari Matahari, melainkan mengitari titik pusat massa atau barisenter itu.
Kira-kira seperti ini posisi barisenter Jupiter dan Matahari, terlihat bahwa Matahari (objek yang lebih besar) juga bergerak mengitari titik pusat massa (warna hijau) bersama Jupiter (objek yang lebih kecil):
![]() |
| Ilustrasi Jupiter dan Matahari mengitari pusat massa. Kredit: Wikimedia Commons |
Tapi tenang, hal ini tidak akan mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Tapi versi yang diajarkan di sekolah, bahwa semua planet mengorbit Matahari, secara teknis tidak tepat. Kita semua mengorbit barisenter bersama yang kadang ada di dalam Matahari, kadang di luarnya. Dan untuk Jupiter, yang massanya cukup besar untuk mendorong titik itu keluar dari Matahari, ia tidak bisa dikatakan mengorbit Matahari dalam arti yang sesungguhnya.
Sumber & Referensi:
- Cionco, R. G., & Pavlov, D. A. (2018). Solar barycentric dynamics from a new solar-planetary ephemeris. Astronomy & Astrophysics, 615, A153.
- Dvorak, R., & Kotoulas, T. (2026). Survey of stable retrograde orbits between Jupiter and Saturn. Celestial Mechanics and Dynamical Astronomy, 138(2), 13.
- Hassiotis, C. (2023, Juni). If You Think Jupiter Orbits the Sun, You're Mistaken. HowStuffWorks Science.
- Hughes, S. (2025). Some new ways of looking at the solar system. Physics Education, 60(6), 063002.
- Pashkevich, V. V., & Vershkov, A. N. (2025). Geodetic Nutation of Celestial Bodies in the Jovian Satellite System. Astronomy Letters, 51(4), 236-246.
- Turyshev, S. G., Williams, J. G., Boggs, D. H., & Park, R. S. (2025). Relativistic Time Transformations between the Solar System Barycenter, Earth, and Moon. The Astrophysical Journal, 985(1), 140.

