![]() |
| Gerhana Matahari cincin adalah fenomena ketika Bulan menutupi Matahari, tapi Bulan berada di jarak terjauh dari Bumi. Kredit: StarWalk |
InfoAstronomy - Tahukah kamu pada tahun 2026 ini akan terjadi empat kali gerhana, dengan dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan? Nah, gerhana pertama dari serangkaian 4 gerhana itu akan terjadi dalam waktu dekat: Gerhana Matahari cincin, 17 Februari 2026.
Waktu Terjadinya dan Fase Gerhana
Gerhana Matahari cincin ini akan terjadi pada fase Bulan Baru, yang tepatnya jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, berdasarkan Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), gerhana akan dimulai sebagai gerhana Matahari parsial pukul 09:56 UTC (16:56 WIB), lalu mulai masuk fase awal puncak gerhana cincin pukul 11:42 UTC (18:42 WIB). Nah, puncaknya terjadi pukul 12:12 UTC (19:12 WIB, sudah malam, tidak ada Matahari di Indonesia).Fase totalitas gerhana Matahari cincin kemudian akan berakhir pada pukul 12:41 UTC (19:41 WIB), hingga akhirnya keseluruhan gerhana ini akan berakhir pukul 14:27 UTC (21:27 WIB). Jadi, secara keseluruhan, gerhana ini akan berlangsung selama 271 menit.
![]() |
| Peta visibilitas gerhana Matahari cincin 17 Februari 2026. Kredit: Wikimedia Commons |
Pada puncak gerhana, khususnya bagi para pengamatan yang berada di jalur pusat gerhana, 96% permukaan Matahari akan tertutup oleh Bulan. Durasi maksimum kenampakan "cincin api" ini diperkirakan hanya sekitar 2 menit 20 detik.
Mengapa Disebut Gerhana Matahari Cincin?
Para astronom menyebut fenomena ini gerhana Matahari cincin (annular solar eclipse) karena memang kenampakannya di langit saat puncak gerhana terjadi akan seperti cincin.Bentuk ini terjadi ketika Bulan berada tepat di depan Matahari dalam pandangan dari Bumi. Namun, fenomena ini terjadi ketika Bulan berada pada jarak terjauhnya dalam orbit mengitari Bumi, sehingga diameter sudutnya akan lebih kecil daripada diameter sudut Matahari, menyebabkan area pinggiran Matahari masih akan terlihat seperti cincin api.
Pada dasarnya, gerhana Matahari cincin dapat dianggap sebagai gerhana Matahari parsial sepanjang seluruh kejadiannya karena Matahari tidak pernah tertutup sepenuhnya oleh Bulan seperti halnya gerhana Matahari total.
Periodisitas gerhana sendiri dijelaskan dalam katalog Saros. Gerhana ini termasuk dalam seri Saros 121, yang merupakan gerhana ke-61 dari total 71 gerhana dalam seri tersebut. Semua gerhana dalam seri ini terjadi saat Bulan berada di simpul naik (ascending node). Dalam setiap gerhana berturut-turut, posisi Bulan bergerak lebih ke selatan relatif terhadap simpul tersebut.
Pada dasarnya, gerhana Matahari cincin dapat dianggap sebagai gerhana Matahari parsial sepanjang seluruh kejadiannya karena Matahari tidak pernah tertutup sepenuhnya oleh Bulan seperti halnya gerhana Matahari total.
Periodisitas gerhana sendiri dijelaskan dalam katalog Saros. Gerhana ini termasuk dalam seri Saros 121, yang merupakan gerhana ke-61 dari total 71 gerhana dalam seri tersebut. Semua gerhana dalam seri ini terjadi saat Bulan berada di simpul naik (ascending node). Dalam setiap gerhana berturut-turut, posisi Bulan bergerak lebih ke selatan relatif terhadap simpul tersebut.
Sumber & Referensi:
- Carter, J. (2026). Annular solar eclipse 2026: Everything you need to know about the 'ring of fire'. SPACE.
- Curran, M. (2026). Annular solar eclipse on February 17, 2026. EarthSky.
- Knudson, J. (2026). Catch a 'Ring of Fire' Eclipse and Rare Planetary Parade This February 2026. Discover Magazine.
- Siswandi, A. (2026). February 2026 Skywatch: Solar Eclipse, Full Moon, and Planets. Tempo.
- StarWalk. (2026). “Ring of Fire” at the Edge of the World: All You Need to Know. StarWalk.
- SVBONY. (2026). The Guide to the Annular Solar Eclipse on February 17,2026. SVBONY.
- Vermillion, S. (2026). 9 night sky events to see in February, from a ring-of-fire eclipse to a snow moon. National Geographic.

.png)