-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Bumi Aman dari Asteroid Apophis untuk Seabad ke Depan

Info Astronomy - Kabar baik bagi Bumi kita. Selama 17 tahun terakhir, asteroid Apophis telah menjadi batuan antariksa yang meresahkan karena memiliki potensi untuk menabrak planet kita. Namun, menurut pengamatan terbaru, para astronom sekarang dapat dengan yakin menyatakan bahwa Bumi aman dari asteroid ini, setidaknya untuk seabad ke depan.

Pengamatan terbaru tersebut dilakukan pada awal Maret 2021 kemarin, ketika asteroid yang bernama lengkap 99942 Apophis ini melakukan papasan dekat dengan Bumi dalam orbitnya mengitari Matahari. Momen tersebut memungkinkan para astronom di seluruh dunia untuk mengestimasikan dengan lebih baik risiko tabrakan antara Bumi dan Apophis pada papasan dekat berikutnya.

Hasilnya, pada papasan dekat tahun 2029, 2036, 2068, dan sampai seabad ke depan, asteroid Apophis tidak berada dalam jalur tabrakan dengan planet kita di tata surya. NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) pun kini dengan percaya diri telah mengeluarkan batuan antariksa tersebut dari Daftar Risiko.

Apophis merupakan asteroid yang berukuran sekitar 340 meter. Dan ketika pertama kali ditemukan pada tahun 2004, para astronom menyadari bahwa ia akan berpapasan dekat dengan Bumi beberapa kali abad ini, yakni pada 2021, 2029, 2036, dan 2068.

Pada setiap papasan dekat itu, jalur orbit asteroid Apophis akan berubah karena dipengaruhi oleh gravitasi Bumi kita. Perubahan jalur inilah yang pada akhirnya bikin Apophis tidak akan terlalu dekat dengan Bumi lagi di papasan dekat berikutnya.

Secara khusus, pada 13 April 2029, jarak Apophis dari Bumi memang kurang dari 35.000 kilometer. Meski begitu, tidak akan ada tabrakan yang terjadi pada tanggal itu. Gravitasi planet kita justru akan mempengaruhi orbitnya secara signifikan. Apophis semakin jauh dari Bumi kita.

"Tabrakan dengan Apophis sudah tidak mungkin terjadi lagi. Perhitungan kami tidak menunjukkan risiko tabrakan setidaknya selama 100 tahun ke depan," kata Davide Farnocchia dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, yang dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory, seperti dilansir IFLScience.com.

"Dengan dukungan alat pengamatan optik dan pengamatan radar berteknologi tinggi, ketidakpastian terhadap orbit Apophis telah runtuh. Jadi kami sekarang dapat menghapus Apophis dari daftar risiko asteroid berbahaya bagi Bumi."

Pengamatan radio dan optik Apophis memungkinkan para astronom mempelajari lebih lanjut tentang objek berbahaya ini. Pada 6 Maret 2021, Apophis sempat berpapasan dengan Bumi pada jarak sekitar 16,9 juta kilometer, jarak yang cukup ideal untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan bagi perhitungan orbitnya.

Para astronom bahkan berhasil mendapatkan citra radar dengan resolusi 38,75 meter per piksel, yang citra radarnya bisa kamu lihat di bawah ini:
Kita sekarang dapat bernapas lega terkait asteroid Apophis. Meski begitu, bukan berarti Bumi masih bisa aman dari asteroid lainnya di tata surya. Para astronom ke depannya masih akan terus mencari asteroid-asteroid yang berpotensi berbahaya yang mengorbit di dekat planet kita dan yang mungkin suatu hari akan bertabrakan.

Menurut NASA, Apophis adalah batuan antariksa dari sisa-sisa pembentukan awal tata surya lebih dari 4 miliar tahun yang lalu dan berasal dari Sabuk Asteroid yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter.

Dengan massa sekitar 60 juta ton, asteroid Apophis bergerak dengan kecepatan 12,6 km per detik di ruang angkasa. Jika ia menabrak area daratan planet kita, energi ledakan yang dihasilkan bisa mencapai 1.200 megaton TNT. Asteroid ini mampu membumihanguskan area seluas 3 kali kota Jakarta, dan dampak lanjutannya dapat menyebabkan kerusakan di seluruh planet kita. Jika menghantam lautan, tsunami yang teramat tinggi akan mendatangkan malapetaka.