Belajar Asteroid di Hari Asteroid 30 Juni 2020

Info Astronomy - Selamat Hari Asteroid! Tanggal 30 Juni setiap tahunnya, para astronom di seluruh dunia memperingati hari asteroid. Tahukah kamu mengapa tanggal ini dipilih sebagai hari asteroid? Apakah ada asteroid yang berulang tahun?

30 Juni dipilih sebagai hari asteroid karena pada tanggal ini tahun 1908, sebuah asteroid besar merangsek atmosfer Bumi, meledak di ketinggian 5 hingga 10 kilometer di atas Sungai Podkamennaya Tunguska di Kegubernuran Yeniseysk (sekarang Krasnoyarsk Krai), Rusia.

Ledakan asteroid yang diperkirakan berukuran 100 meter itu menghanguskan sekitar 80 juta pohon di atas area hutan seluas 2.150 km persegi. Menurut laporan setempat, setidaknya tiga orang tewas dalam peristiwa itu.

Hari asteroid diadakan untuk mengingat bahayanya batuan antariksa yang sewaktu-waktu bisa menabrak Bumi kita itu. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari asteroid. Lewat artikel ini, kami akan jabarkan beberapa fakta tentang asteroid yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Apa itu asteroid?
Asteroid adalah objek berbatu yang juga mengorbit Matahari di tata surya. Mereka diperkirakan merupakan sisa-sisa dari alam semesta awal yang gagal untuk membentuk menjadi planet. Meski begitu, para astronom percaya bahwa asteroid menyimpan banyak rahasia tentang bagaimana tata surya kita terbentuk. Sebagian besar dari asteroid sendiri berada di sabuk asteroid, sebagian lainnya juga dapat ditemukan di orbit sekitar planet.

2. Sabuk asteroid, apa lagi itu?
Sabuk Asteroid adalah wilayah yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter, di mana sebagian besar asteroid di tata surya kita berada dalam orbitnya mengitari Matahari. Sabuk Asteroid berisi jutaan asteroid dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sebagian besar berukuran beberapa kilometer, sementara sebagian lainnya bisa sebesar Gunung Everest.

3. Asteroid terbesar di tata surya.
Asteroid terbesar di tata surya, sejauh ini, adalah Ceres, dengan diameter yang mencapai 974 km. Ceres bahkan sangat besar sehingga para astronom juga telah mengkategorikannya sebagai planet kerdil pada tahun 2006. Ia adalah satu-satunya objek di sabuk asteroid yang mengalami kesetimbangan hidrostatik, sehingga bentuknya hampir bulat. Keraknya 60% terdiri dari batu dan sisanya adalah es. Dibutuhkan 4,6 tahun Bumi bagi Ceres untuk sekali mengelilingi Matahari.
4. Bisakah Bumi ditabrak asteroid?
Kemungkinan bagi asteroid untuk menabrak Bumi sangat kecil, tetapi hal ini bukan tidak mungkin bisa terjadi. Itulah sebabnya lembaga-lembaga antariksa seperti NASA (AS) dan Agensi Antariksa Eropa (ESA) secara aktif mengamati asteroid dekat Bumi. Setelah para lembaga ini menemukan asteroid, batuan antariksa tersebut akan langsung dimasukkan ke dalam daftar pantauan dan dihitung peluang tabrakannya dengan Bumi untuk memastikan bahwa tidak ada asteroid yang membahayakan planet kita.

5. Asteroid paling berpotensi menabrak Bumi.
Asteroid yang memiliki kemungkinan tertinggi untuk menabrak Bumi, menurut ESA, adalah 2010 RF12. Peluang baginya untuk mencium planet kita adalah 1 banding 14 ketika ia mencapai jarak terdekat dari Bumi pada 5 September 2095. Asteroid ini sendiri hanya berdiameter 9 meter, sehingga mungkin tidak akan menghancurkan seluruh planet kita, tetapi dampak yang ditimbulkannya bisa sangat besar jika jatuh di area padat penduduk.

Nah, itulah beberapa fakta menarik mengenai asteroid. Mempelajari asteroid merupakan hal yang penting dalam astronomi. Para astronom percaya bahwa asteroid di tata surya adalah sisa-sisa dari pembentukan tata surya itu sendiri. Mengetahui asal-usul asteroid dapat membuka wawasan yang begitu luas.

Selamat Hari Asteroid.
BERIKAN KOMENTAR ()