Apa Saja Fenomena Langit di Februari 2020? Ini Jadwalnya

Info Astronomy - Pada Januari kemarin, kita sudah melihat begitu banyak fenomena langit, mulai dari gerhana Bulan hingga konjungsi Bulan dengan Venus. Nah, akan ada fenomena langit apa saja ya pada Feburari ini?

Seperti biasa, InfoAstronomy.org sudah merangkumnya dengan menarik untukmu. Walaupun tidak ada gerhana seperti Januari kemarin, langit malam Februari tetap menarik kok untuk dinikmati!

Oke, langsung saja deh, berikut jadwal peristiwa langitnya:

2 Februari 2020: Fase Bulan Perbani Awal

Perbani adalah fase Bulan di mana satu-satunya satelit alami Bumi kita ini tampak separuh. Hal ini terjadi karena posisi Bulan di langit Bumi adalah sekitar 90 derajat dari posisi Matahari. Dengan begitu, kita hanya melihat separuh bagian Bulan yang diterangi Matahari saja, separuh bagian lainnya sedang malam hari.

Secara astronomis, fase Bulan perbani awal 2 Februari 2020 ini akan terjadi pukul 08:42 WIB. Meski begitu, kita baru bisa melihat Bulan yang terbit pada tengah hari, mencapai langit atas kepala pada saat Magrib, dan terbenam pada tengah malam nanti.

9 Februari 2020: Fase Bulan Purnama

Tujuh hari setelah fase perbani awal, Bulan akan masuk fase purnama karena posisinya di langit Bumi sudah 180 derajat terhadap Matahari. Hal itu akan membuat hampir seluruh wajah Bulan yang menghadap Bumi menjadi tersinari Matahari.

Bulan masuk fase purnama tepatnya pada pukul 14:33 WIB, dengan kita yang baru bisa menyaksikan terbitnya Bulan saat Matahari terbenam sore harinya hingga menjelang Matahari terbit keesokan harinya. Bulan akan berada di arah rasi bintang Leo saat purnama terjadi.

10 Februari 2020: Waktu Terbaik Mengamati Merkurius

Pernahkah kamu mengamati objek seperti bintang tapi sangat terang di langit barat saat senja? Itu adalah planet Venus. Pada 10 Februari 2020, kamu juga berkesempatan mengamati adanya planet Merkurius di dekat Venus, lho!

Sayangnya, karena jaraknya yang jauh dari Bumi ditambah ukurannya yang begitu kecil (Merkurius adalah planet terkecil di tata surya), kenampakannya di langit akan jauh lebih redup daripada kenampakan Venus. Dengan kata lain, perlu penglihatan yang jeli untuk bisa menemukannya.
Oh iya, mengapa tanggal ini dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengamati Merkurius? Persis seperti pada gambar di atas, Merkurius akan mencapai ketinggian sekitar 16° dari cakrawala barat tepat saat Matahari terbenam, sudut elongasi terjauh yang bisa ia capai mengingat Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari kita.

Pada momen ini, Merkurius akan berada di depan rasi bintang Akuarius. Ia akan bersinar dengan magnitudo visual -0,6 dan muncul dengan diameter sudut selebar 7,1".

16 Februari 2020: Fase Bulan Perbani Akhir

Tujuh hari setelah fase purnama, Bulan akan kembali terlihat separuh lagi dalam pandangan dari Bumi. Bedanya, ini adalah fase perbani akhir, sehingga Bulan baru akan terbit saat tengah malam, mencapai langit atas kepala saat Matahari terbit, dan terbenam pada tengah hari.

Secara astronomis, fase perbani akhir akan dicapai Bulan pada pukul 05:17 WIB.

19 Februari 2020: Konjungsi Bulan dengan Mars

Rindu dengan kenampakan planet Mars? Pada 19 Februari 2020, Bulan akan memandu kita dalam menemukan sang Planet Merah. Bulan dan Mars akan muncul di arah yang sama, sehingga tampak berdekatan. Keduanya terpisah sejauh 4° satu sama lain.

Bulan akan berusia 26 hari saat konjungsi ini terjadi, sehingga fasenya sudah memasuki fase sabit. Kita di Indonesia bisa mengamati konjungsi kedua benda langit ini mulai pukul 03:30 dini hari waktu setempat daerah masing-masing hingga menjelang Matahari terbit. Bulan dan Mars akan berada di langit arah timur.

Pada momen konjungsi ini, Bulan akan bersinar dengan magnitudo visual -11,1 dan Mars dengan magnitudo visual 1,2. Kita bisa melihat Mars sebagai bintang merah terang di dekat Bulan dalam pandangan mata telajang. Penggunaan teleskop dengan magnifikasi minimal 225x sudah cukup untuk melihat Mars lebih jelas.

20 Februari 2020: Konjungsi Bulan dengan Jupiter

Setelah bertemu Mars, sehari setelahnya kita bisa melihat planet Jupiter di dekat Bulan sabit. Dalam pandangan dari Bumi, kedua benda langit ini akan terpisah sejauh 2° satu sama lain.
Mulailah pengamatan pada pukul 04:30 dini hari waktu setempat daerahmu hingga menjelang Matahari terbit, Bulan dan Jupiter akan terlihat di langit timur. Tanpa teleskop, kita akan melihat Jupiter hanya seperti bintang kuning terang dengan magnitudo visual -1,9 saja. Gunakan teleskop untuk bisa melihat Jupiter lebih jelas lengkap dengan bulan-bulan terbesarnya ya.

23 Februari 2020: Fase Bulan Baru

Apa itu Bulan Baru? Ini adalah fase di mana sudut elongasi Bulan hanya 4-6 derajat dari Matahari, membuat sisi terangnya tidak teramati dari Bumi kita. Dalam penanggalan Hijriah maupun Tionghoa, fase ini menandai hari terakhir maupun berakhirnya suatu bulan dalam kalender.

Secara astronomis, Bulan masuk fase Bulan Baru pada pukul 22:32 WIB. Meski begitu, Bulan sudah terbit berbarengan dengan Matahari terbit dan terbenam berbarengan dengan Matahari terbenam.

27 Feburari 2020: Konjungsi Bulan dengan Venus

Yap, sama seperti yang sempat kita amati pada Januari kemarin, fenomena konjungsi Bulan dengan Venus akan terjadi lagi di arah yang sama: langit barat saat senja.
Memang, konjungsi adalah fenomena periodik, atau yang terjadi berulang. Pada konjungsi 27 Feburari ini, Bulan dan Venus akan terpisah sejauh 6° satu sama lain. Tidak terlalu dekat, tetapi akan tetap terlihat cantik.

Untuk mengamatinya, tengok langsung arah langit barat selepas Matahari terbenam. Nantinya kamu akan menemukan keberadaan Bulan sabit di sana yang ditemani sebuah objek yang sangaaaaaat terang yang tidak berkelap-kelip di arah utaranya, itulah Venus.

Nah, itulah fenomena-fenomena langit yang bisa kita amati sepanjang Februari 2020 ini. Mana yang ingin kamu amati? Semoga cuaca cerah!
BERIKAN KOMENTAR ()