Seberapa Cepat Bumi Bergerak di Ruang Angkasa?

Bumi. Kredit: DSCOVR
Info Astronomy - Sebagai seorang makhluk Bumi, mudah untuk percaya bahwa kita sedang berdiri di planet yang diam. Kita seperti tidak merasakan gerakan apa pun pada planet kita. Tapi faktanya, Bumi kita bergerak, dengan cukup cepat. Apa buktinya dan seberapa cepat gerakannya?

Pada masa lalu, beberapa astronom awal pernah mengusulkan bahwa kita hidup di alam semesta geosentris, yang berarti bahwa Bumi adalah pusat dari segalanya. Mereka mengatakan Matahari berputar mengelilingi kita, begitu juga Bulan dan planet-planet.

Tetapi, hal itu terpatahkan ketika bukti-bukti berkata lain. Ya, klaim besar membutuhkan bukti yang besar. Klaim geosentris pun tergantikan oleh heliosentris yang bukti-buktinya lebih besar, atau lebih masuk akal.

Salah satu buktinya adalah adanya gerakan retrograde pada planet-planet di langit Bumi. Gerakan ini terjadi ketika Bumi "berkejaran" dengan planet lain di orbitnya. Sebagai contoh, Mars mengorbit lebih jauh dari Matahari daripada Bumi. Pada satu titik di orbit masing-masing Bumi dan Mars, kita bisa menyusul ke Planet Merah dan melewatinya. Ketika kita melewatinya, Mars akan tampak bergerak "mundur" di langit Bumi. Kemudian bergerak "maju" lagi setelah kita melewatinya.

Bukti lain untuk tata surya yang berpusat pada Matahari berasal dari adanya paralaks, atau perubahan nyata dalam posisi bintang-bintang satu sama lain. Sebagai contoh sederhana paralaks, angkat jari telunjukmu ke depan wajahmu lalu lihatlah jari itu hanya dengan mata kirimu, tutup mata kanan. Kemudian, tutup mata kanan dan lihat jari itu dengan mata kiri.

Apa yang akan kamu lihat pada jari telunjuk tadi? Ya, posisinya jelas berubah. Penyebabnya sendiri adalah karena mata kanan dan kiri kamu melihat jari telunjukmu dengan sudut yang berbeda.

Hal yang sama juga terjadi di Bumi ketika kita melihat bintang-bintang. Dibutuhkan sekitar 365 hari bagi kita untuk mengorbit Matahari. Jika kita melihat sebuah bintang di langit malam ini, maka enam bulan setelahnya posisi bintang tadi akan berubah karena kita berada di titik yang berbeda dalam orbit mengelilingi Matahari.

Fakta bahwa kita bisa melihat bintang dari berbagai sudut pandang ini, ditambah dengan sedikit perhitungan sederhana, kita bisa memanfaatkan paralaks bintang untuk mengetahui jarak ke bintang tersebut.

Seberapa Cepat Bumi Berotasi?

Rotasi, atau perputaran Bumi pada porosnya, memiliki kecepatan yang konstan, tetapi kecepatannya tergantung pada garis lintang mana kamu berada.

Sirkumferensia (keliling Bumi) adalah sekitar 40.070 kilometer. Daerah ini juga disebut khatulistiwa. Jika kamu menyatakan bahwa satu hari adalah 24 jam, maka kamu perlu membagi keliling dengan panjang hari. Hasilnya, kecepatan rotasi di khatulistiwa adalah sekitar 1.670 kilometer per jam.

Uniknya, kamu tidak akan bergerak lebih cepat dari itu bila berada di lintang lain di Bumi. Misalnya, jika kita berada pada lintang 45 derajat (baik di utara atau selatan), maka kita harus menghitung kecepatan rotasinya dengan menggunakan cosinus (fungsi trigonometri) dari garis lintang.

Cosinus 45 adalah 0,707, sehingga kecepatan rotasi pada lokasi di lintang 45 derajat adalah kira-kira 0,707 x 1037 = 1.180 kilometer per jam. Kecepatan itu akan berkurang lebih banyak lagi ketika kamu pergi lebih jauh ke kutub utara atau selatan. Pada saat kamu sampai ke kutub utara atau selatan, maka rotasi yang kamu alami akan sangat lambat.

Nah, kecepatan rotasi Bumi yang lebih cepat di area khatulistiwa inilah yang menyebabkan peluncuran roket sering dilakukan di wilayah-wilayah dekat khatulistiwaa. Dengan melakukan itu, dan meluncurkan ke arah yang sama dengan putaran Bumi, roket akan mendapatkan dorongan kecepatan tambahan untuk membantunya terbang ke ruang angkasa.

Seberapa Cepat Bumi Mengorbit Matahari?

Rotasi Bumi, tentu saja, bukanlah satu-satunya gerakan yang kita alami di ruang angkasa. Bumi kita juga mengalami revolusi, atau mengorbit Matahari. Nah, kecepatan orbit kita dalam mengelilingi Matahari adalah sekitar 107.000-an kilometer per jam.

Hemm, dari mana angka ini didapat? Apakah hanya hasil lamunan? Tentu tidak. Kita dapat menghitungnya dengan geometri dasar.

Pertama, kita harus mencari tahu seberapa jauh Bumi dari Matahari. Bumi membutuhkan waktu sekitar 365,25 hari untuk mengorbit Matahari. Orbitnya memang diketahui berbentuk elips, tetapi untuk membuat perhitungan matematikanya lebih sederhana, anggaplah orbitnya lingkaran.

Jadi, orbit Bumi adalah keliling lingkaran. Jarak dari Bumi ke Matahari adalah 149.597.870 kilometer. Masih ingat kan rumus untuk menghitung lingkar lingkaran? 2 x π x r. Jadi, setelah dihitung dengan rumus itu, didapatkanlah hasil dalam satu tahun Bumi menempuh jarak sekitar 940 juta kilometer.

Karena kecepatan sama dengan jarak yang ditempuh selama waktu yang dibutuhkan, kecepatan Bumi dihitung dengan membagi 940 juta kilometer dengan 365,25 hari, lalu membagi lagi hasil tersebut dengan 24 jam untuk mendapatkan kilometer per jam. Hasilnya, Bumi menempuh sekitar 2,6 juta kilometer per hari, atau kurang lebih 107.226 kilometer per jam.

Matahari dan Galaksi Bergerak Juga

Tak hanya Bumi yang bergerak mengelilingi Matahari, tapi Matahari juga memiliki orbitnya sendiri untuk mengelilingi pusat galaksi Bimasakti.

Matahari kita diketahui berada pada jarak sekitar 25.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, dan Bimasakti setidaknya memiliki diameter selebar 100.000 tahun cahaya. Dengan kata lain, Matahari dan tata surya diperkirakan berada di tengah-tengah antara pusat galaksi ke tepian galaksi.

Seberapa cepat Matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi? Menurut perhitungan yang telah dilakukan, diperkirakan kecepatannya mencapai 200 kilometer per detik, atau pada kecepatan rata-rata sekitar 720.000 kilometer per jam.

Tak hanya Matahari, galaksi Bimasakti pun juga bergerak di ruang angkasa relatif terhadap galaksi lain. Sekitar 4 miliar tahun mendatang, Bimasakti akan bertabrakan dengan tetangga terdekatnya, Galaksi Andromeda. Keduanya bergegas mendekat satu sama lain pada kecepatan sekitar 112 kilometer per detik.

Ya, segala sesuatu di alam semesta memang bergerak. Keliru bila kita menganggap Bumi ini diam, apa lagi sampai begitu sombongnya menganggap Bumi sebagai pusat alam semesta. Faktanya, posisi Bumi tidak begitu spesial di alam semesta.


Referensi: Universitas Cornell, Space.com, Stanford.
BERIKAN KOMENTAR ()