Studi Terbaru Sarankan Pluto Kembali Dianggap Planet

Pluto. Ilustrasi: Riza/InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Lebih dari satu dekade setelah Pluto kehilangan status "planet"-nya, sekelompok astronom melalui sebuah studi terbaru berpendapat bahwa Pluto harus diklasifikasikan ulang sebagai sebuah planet. Apa sebabnya dan akankah Pluto kembali dalam keluarga planet tata surya?

Pada Agustus 2006, Pluto kehilangan status "planet"-nya setelah Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan definisi baru untuk sebuah planet. Untuk dianggap sebagai planet, sebuah benda langit harus memiliki kemampuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya, menjadi kekuatan gravitasi terbesar di wilayahnya.

Sayangnya, Pluto gagal memenuhi definisi baru ini. Pluto diketahui berbagi orbitnya dengan berbagai objek Sabuk Kuiper lain, bahkan juga berpotongan orbit dengan planet raksasa gas Neptunus. Dengan fakta itu, IAU menurunkan status Pluto dari "planet" menjadi "planet kerdil".

Ada sebagian astronom yang setuju, ada pula yang kontra. Salah satu yang kontra adalah sekelompok astronom yang baru saja menerbitkan studinya di jurnal Icarus pekan lalu. Mereka berpendapat bahwa klasifikasi yang menyebabkan penurunan status Pluto sebenarnya tidak didukung oleh literatur ilmiah yang valid.

Dalam studi baru yang dipimpin oleh Phipip Metzger dari Florida Space Institute ini, terungkap bahwa dari seluruh literatur ilmiah yang terbit dalam 200 tahun terakhir, hanya ditemukan satu publikasi ilmiah dari tahun 1802 yang mengharuskan pembersihan orbit untuk sebuah benda langit digolongkan sebagai planet, tapi publikasi tersebut didasarkan pada alasan yang tidak terbukti.

Lebih lanjut, Metzger dan rekan-rekannya menggambarkan definisi "planet" baru IAU dua belas tahun yang lalu sebagai "keputusan yang ceroboh". Menurut mereka, jika definisi itu diambil secara harfiah, maka tidak ada benda langit yang akan diklasifikasikan sebagai planet, karena tidak ada planet di tata surya yang benar-benar bersih orbitnya dari benda langit lain, terutama dari asteroid.

Apa itu Planet?

Di awal tahun 1950-an, astronom Gerard Kuiper pernah menerbitkan jurnal penelitiannya yang berisi hal-hal yang membedakan planet-planet dari benda langit lain seperti asteroid berdasarkan bagaimana mereka terbentuk, tetapi bahkan jurnal penelitian ini tidak menjadi faktor dalam mempertimbangkan klasifikasi planet oleh IAU.

Berdasarkan klasifikasi IAU, sebuah planet harus berada di orbit mengelilingi matahari, memiliki massa yang cukup untuk memiliki bentuk yang hampir bulat, bukan sebuah satelit, dan telah membersihkan lingkungan di orbitnya. Sementara itu, planet kerdil memiliki hampir semua kualifikasi tersebut, kecuali membersihkan orbitnya.

Para peneliti menyatakan bahwa dalam menentukan sebuah benda langit dianggap planet atau bukan, akan lebih baik bila berdasarkan sifat intrinsiknya, daripada berdasarkan sifat lain seperti orbitnya.

Metzger dan rekan-rekannya memberikan solusi: untuk mengklasifikasikan sebuah planet, maka bisa berdasarkan gravitasinya saja. Apakah sebuah benda langit memungkinkan untuk berbentuk bola dan memulai aktifitas geologi di dalamnya.

Dari solusi itu, Pluto memenuhi kriteria. Ia berbentuk bulat, memiliki atmosfer setebal Bumi, memiliki beberapa bulan yang mengelilinginya, memeiliki danau purba di permukaannya, adanya senyawa organik, hingga lautan es di bawah tanahnya.

"Pluto lebih dinamis dan lebih hidup daripada Mars. Satu-satunya planet yang memiliki geologi yang lebih kompleks (dari Pluto) adalah Bumi," kata Metzger dilansir laman resmi University of Center Florida.

Hemm, apakah Pluto akan kembali menjadi planet kesembilan?
BERIKAN KOMENTAR ()