Kapan Bintang Pertama di Alam Semesta Tercipta?

Ilustrasi. Kredit: NASA/ESA/ESO/Wolfram Freudling
Info Astronomy - Tak lama setelah Big Bang terjadi, alam semesta mendingin hingga mencapai titik di mana bintang pertama dapat terbentuk dari hidrogen primordial. Tapi, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan seperti apa bintang-bintang pertama ini?

Mari mengenal sup hidrogen. Terdengar lezat? Mungkin sup ini memang bukan untuk manusia, tapi menjadi penganan yang lezat untuk bintang pertama di alam semesta.

Pada masa awal alam semesta, peristiwa supifikasi bintang terjadi, yakni ketika awan atom hidrogen berkumpul bersama. Mereka berpadu satu sama lain. Massa dari perpaduan yang terkumpul ini lambat laun menjadi lebih besar dan lebih besar, dan setelah sudah cukup besar, ia mulai menyala. Bintang pertama telah hidup!

Ya, hidup dalam arti bahwa mereka melakukan proses fusi nuklir, bukan hidup yang memiliki perasaan seperti manusia, tahu apa yang sedang terjadi, atau memiliki pendapat untuk membuat postingan viral di media sosial.

Lalu, darimana semua gas untuk bintang pertama itu berasal, dan bisakah kita melihat bukti bintang-bintang pertama ini hari ini? Seperti yang Anda ketahui, Big Bang membuat alam semesta kita memuai dengan cepat. 400.000 tahun pertama setelah Big Bang, cahaya baru muncul. Proton dan elektron sudah ada sebelum itu, tetapi terlalu panas bagi mereka untuk berinteraksi.

Begitu energi dari Big Bang akhirnya memudar, proton dan elektron mulai berpasangan dan menciptakan hidrogen. Masa-asa ini dikenal sebagai era rekombinasi. Hidrogen mulai terbentuk di masa-masa ini. Tapi, apa bahan rahasia yang memicu bintang-bintang ini terbentuk? Jawabannya, itu hanya sup hidrogen yang saling menggumpal seiring waktu.

Sejauh ini, para astronom belum dapat mengatakan kapan tepatnya bintang pertama terbentuk, tetapi masih ada alternatif lain untuk menjelaskannya. Wilkinson Microwave Anisotropy Probe, alias WMAP, wahana antariksa milik NASA, sempat memeriksa apa yang terjadi ketika awan-awan molekul hidrogen ini berkumpul: mereka menciptakan perbedaan suhu yang berkisar sepersejuta derajat.

Seiring waktu, gravitasi mulai menarik materi dari titik-titik kepadatan yang lebih rendah ke daerah dengan kepadatan lebih tinggi, membuat gumpalan hidrogen ini menjadi lebih besar. Ya, secara fantastis lebih besar. Begitu besar hingga sekitar 200 juta tahun setelah gumpalan terbentuk, adalah mungkin bagi molekul hidrogen ini untuk saling menabrak satu sama lain pada kecepatan yang sangat tinggi.

Proses ini disebut fusi nuklir. Di Bumi, ini adalah cara untuk menghasilkan energi. Sama halnya untuk bintang. Dengan reaksi nuklir yang terjadi, awan gas memadat dan menciptakan cahaya. Di sinilah bintang-bintang pertama terbentuk. Menariknya, bintang-bintang ini tidak kecil, mereka adalah monster!

Diperkirakan, karena kaya akan hidrogen pada era rekombinasi, bintang-bintang pertama di alam semesta berukuran 30 hingga 300 kali lebih besar dari Matahari, yang tentunya juga bersinar jutaan kali lebih terang.

Ilustrasi supernova. Kredit: Getty Images
Ukuran besar bintang-bintang ini rupanya menjadi bumerang bagi mereka. Semakin besar sebuah bintang, semakin cepat mereka kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi nuklir. Hal itupun hanya membuat mereka hidup dalam beberapa juta tahun saja, yang setelahnya bintang-bintang ini menjadi tidak stabil dan meledak dalam supernova.

Bintang-bintang ini tidak hanya meledak. Mereka juga mengubah sup di sekitar mereka. Mereka menghasilkan sinar ultraviolet dalam jumlah besar. Ini adalah panjang gelombang yang sangat energik, paling dikenal karena menyebabkan kanker kulit.

Sinar ultraviolet yang dihasilkan dari ledakan bintang ini menghantam hidrogen yang ada di alam semesta kala itu, membagi atom menjadi elektron dan proton lagi, meninggalkan kekacauan di angkasa.

Yang menarik adalah, kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang bintang-bintang paling awal di alam semesta melalui kekacauan yang mereka buat ini. Bintang-bintang tersebut mungkin kini sudah lama mati, tetapi seperti seorang kriminal yang melarikan diri dari tempat kejadian, mereka meninggalkan setumpuk jejak bukti keberadaannya.

Jadi, seperti itulah bagaimana bintang-bintang pertama terbentuk. Menurut Anda, bagaimana wujud bintang-bintang pertama ini?


Sumber: Science News, Scientific American, Forbes.
BERIKAN KOMENTAR ()