10 Fakta Menarik Bintang Kerdil Putih

Info Astronomy - Tahukah kamu bahwa ada bintang yang digolongkan sebagai kerdil putih? Bila belum, mari mengenalnya lebih dekat melalui 10 fakta menarik tentangnya.

Bintang kerdil putih diyakini merupakan tahap evolusi terakhir dari bintang yang massanya tidak cukup besar untuk bisa mengakhiri hidupnya dalam peristiwa ledakan supernova. Sebuah bintang kerdil putih terdiri dari materi elektron yang terdegenerasi, sehingga ia tidak lagi menghasilkan energi melalui fusi.

Sebaliknya, kerdil putih memancarkan energi panas yang muncul sebagai luminositas yang redup. Hal itu pun membuat kerdil putih memiliki kala hidup yang sangat panjang. Nah, berikut ini adalah 10 fakta menarik tentang bintang kerdil putih yang mungkin belum kamu ketahui.

Bintang kerdil putih relatif langka
Kerdil putih bukanlah bintang yang umum di alam semesta, mereka justru relatif langka keberadaannya.

Setidaknya, sejauh ini diketahui hanya ada delapan kerdil putih dari 100 bintang yang berada paling dekat dengan Bumi kita, dengan kerdil putih terdekat adalah Sirius B, bintang pendamping Sirius A dalam sistem biner Sirius yang terletak 8,6 tahun cahaya jauhnya di arah rasi bintang Kanis Mayor.

97% bintang Bimasakti akan menjadi kerdil putih
Sejauh ini, baru ada sekitar sepuluh ribu kerdil putih yang telah diidentifikasi keberadaannya di galaksi Bimasakti. Namun, diperkirakan sekitar 97% dari bintang-bintang di Bimasakti saat ini, termasuk Matahari, memiliki massa yang tidak cukup besar untuk meledak dalam supernova, sehingga akan berevolusi menjadi kerdil putih di akhir kehidupannya kelak.

Hampir semua kerdil putih memiliki massa yang sama
Sementara bintang kerdil putih diketahui memiliki berbagai massa, mulai dari 0,17 hingga 1,3 kali massa Matahari, faktanya kebanyakan kerdil putih memiliki massa rata-rata sekitar 60% massa Matahari kita saat ini.

Massa kerdil putih tidak dapat melebihi 1,4 massa Matahari
Karena sifat tekanan degenerasi, sebuah kerdil putih tidak pernah bisa memiliki massa yang melebihi 1,4 kali massa Matahari. Batas tersebut dikenal sebagai "Batas Chandrasekhar", dinamai dari nama astronom India-AS yang pertama kali menghitung batas ini pada tahun 1930.

Namun, angka ini mengasumsikan bila kerdil putih tidak berputar. Jika kerdil putih berputar pada porosnya, maka massanya bisa saja sedikit meningkat.
Kerdil putih mendingin lebih lambat seiring bertambahnya usia
Penelitian telah menunjukkan bahwa karena bintang kerdil putih tidak menghasilkan energi untuk menggantikan panas yang hilang melalui radiasi, tingkat di mana bintang-bintang ini mendingin terus melambat seiring bertambahnya usia mereka.

Sebagai contoh, bintang kerdil putih dengan massa 0,59 kali massa Matahari yang memiliki atmosfer helium dan suhu permukaan 7.700 derajat Celsius, akan membutuhkan sekitar 1,5 miliar tahun untuk mendinginkan suhunya untuk menjadi 6.700 derajat Celcius.

Selanjutnya, pendinginan 230 derajat Celcius lainnya akan memakan waktu sekitar 0,3 miliar tahun, sementara pendinginan suhu agar menjadi 5.700 derajat Celsius akan membutuhkan waktu 0,4 miliar tahun.

Kerdil putih memiliki atmosfer
Studi spektroskopi terhadap bintang kerdil putih telah mengungkapkan bahwa banyak luminositas bintang ini berasal dari atmosfernya, yang dapat terdiri dari hidrogen atau helium. Bahkan, tim astronom dari Federal University of Rio Grande do Sul, Brazil berhasil menemukan SDSS J1240+6710, bintang kerdil putih dengan atmosfer berkomposisi oksigen.

Beberapa kerdil putih kaya akan logam
Data spektrum dari beberapa bintang kerdil putih menunjukkan adanya garis-garis yang menandakan keberadaan unsur logam yang begitu banyak. Meskipun tidak ada kepastian tentang asal mula logam di kerdil putih, diperkirakan bahwa kelimpahan logam dalam spektrumnya berasal dari sisa-sisa sebuah planet yang sempat ia lahap ketika masih di fase bintang raksasa merah.

Kerdil putih hidup lebih lama dari galaksi induknya
Walaupun kerdil putih dianggap stabil setelah mereka terbentuk, mereka pada akhirnya akan mendingin menjadi kerdil hitam.

Namun, karena resistensi lapisan terluar mereka terhadap radiasi, diperkirakan bahwa kerdil putih akan memakan waktu sekitar 1,35 miliar tahun untuk hidup. Hal itu membuat kerdil putih kadang bisa hidup lebih lama dari galaksi induknya, dan sampai sejauh ini belum ditemukan apa yang disebut sebagai kerdil hitam itu.

Beberapa kerdil putih menjadi rumah bagi planet asing
Meskipun ada beberapa perdebatan tentang bagaimana planet dapat terbentuk di sekitar kerdil putih, kini didapati banyak bukti bahwa kerdil putih bisa diorbiti oleh planet asing. Teori yang paling didukung adalah, planet yang mengorbit bintang kerdil putih diperkirakan merupakan sisa-sisa planet yang tidak hancur saat bintang induknya berevolusi menjadi kerdil putih.

Hal ini mirip seperti yang akan terjadi ketika Matahari kita nantinya akan membengkak menjadi fase raksasa merah. Dalam kasus tata surya kita, Bumi mungkin ditelan oleh Matahari, namun planet-planet terluar seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus akan bertahan mengorbit Matahari yang akan menjadi kerdil putih lima miliar tahun mendatang.

Kerdil putih dapat meledak beberapa kali, namun tetap bertahan
Kerdil putih juga bisa meledak, tetapi ledakan termonuklirnya kurang dahsyat karena kurangnya massa dan hidrogen pada permukaannya. Asalkan inti bintang kerdil putih tetap utuh, ledakan berkali-kali pun tidak masalah bagi kerdil putih, mereka tetap dapat bertahan hidup.

Nah, itulah 10 fakta menarik mengenai kerdil putih. Semoga bisa menambah wawasan~


Sumber: Space, Planetfacts.
BERIKAN KOMENTAR ()