Berapa Jarak Aman Supernova dari Bumi?

Info Astronomy - Baru-baru ini, jarak sebuah supernova yang memiliki dampak bencana bagi kehidupan di planet kita telah diperbarui. Hal seperti ini bisa diketahui karena para astronom kini telah memiliki lebih kaya wawasan tentang bagaimana ledakan bintang dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi.

Sebenarnya, para astronom sudah lama memperdebatkan apakah sebuah supernova dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi atau tidak. Dan sekarang sekelompok astrofisikawan telah menunjukkan bahwa walaupun kemungkinan besar ledakan bintang tidak akan memicu kepunahan massal, ia akan tetap memberikan dampak buruk bagi Bumi.

Perkiraan kasar para astronom menunjukkan bahwa sebuah supernova yang berada pada jarak sekitar 100 parsec, atau sekitar 330 tahun cahaya jauhnya dari Bumi (1 tahun cahaya = 9,4 triliun km), akan memiliki cahaya yang sangat terang sehingga bahkan dapat terlihat di siang hari di Bumi.

Supernova sendiri terjadi saat bintang masif kehabisan bahan bakar dan akhirnya kolaps ke dalam gravitasinya sendiri, menghasilkan lonjakan energi yang melancarkan gelombang kejut berisi radiasi dan partikel isi perut bintang yang menyebar ke seluruh jagad raya.

Tapi, karena alam semesta begitu besar, tata surya kita terhitung jarang berada pada jarak yang cukup dekat dengan ledakan bintang yang luar biasa seperti itu. Jika berada cukup dekat, planet kita bisa terkena dampak radiasi tinggi dari supernova yang akan menjadi masalah bagi seluruh bentuk kehidupan, termasuk manusia.

Lalu, berapa sebenarnya jarak aman Bumi dari supernova? Dari sebuah jurnal penelitian (yang bisa kamu baca pada tautan di bawah artikel ini), para astronom memperkirakan jarak aman Bumi dari supernova adalah sekitar 40 hingga 50 tahun cahaya. Supernova pada jarak tersebut berpotensi mengakibatkan efek besar pada Bumi, termasuk kepunahan massal. Tapi, bila jaraknya jauh dari itu, Bumi kita cukup aman.

Bagaimana supernova dapat berdampak negatif? Sinar-X dan sinar gamma dari sebuah supernova bisa merusak lapisan ozon yang melindungi planet kita dari sinar ultraviolet Matahari. Radiasi-radiasi tersebut juga bisa mengionisasi nitrogen dan oksigen di atmosfer, yang menyebabkan pembentukan sejumlah besar kabut asap nitrous oksida di atmosfer Bumi.

Terlebih lagi, jika supernova meledak dalam jarak yang lebih dekat dari 40-50 tahun cahaya, fitoplankton dan terumbu karang di dasar lautan Bumi akan sangat terpengaruh. Peristiwa seperti itu akan sangat menguras dasar rantai makanan laut. Menyebabkan kepunahan biota-biota laut lebih dulu.

Untungnya, sejauh ini belum pernah ada supernova yang terjadi pada jarak sedekat itu (setidaknya dekat dalam skala kosmis). Ditambah lagi, untungnya saat ini tidak ada bintang-bintang tua yang siap meledak yang berada pada jarak sedekat itu.

Jurnal dari penelitian ini dapat ditemukan di situs web pra-penerbitan arXiv.org.


Sumber: IFLScience, ScienceAlert.
BERIKAN KOMENTAR ()