Header Ads

Jadwal Gerhana Matahari di Indonesia untuk Abad 21

Baca Juga


Gerhana Matahari total. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Sepanjang abad ke-21, peristiwa gerhana Matahari akan terjadi sebanyak 224 kali, yang mana 77 di antaranya adalah gerhana Matahari parsial, 72 gerhana Matahari cincin, 68 gerhana Matahari total, dan 7 gerhana Matahari hibrida. Lalu, berapa gerhana yang akan terjadi di Indonesia?

Sekurang-kurangnya, Indonesia akan dilintasi 18 gerhana Matahari di abad ke-21 ini, yang mana 8 di antaranya adalah gerhana Matahari cincin, 3 gerhana Matahari parsial, 5 gerhana Matahari total, dan 3 gerhana Matahari hibrida. Namun, dari 18 gerhana ini, 5 di antaranya telah terjadi, menyisakan 13 gerhana yang siap diamati.

Berikut 13 gerhana Matahari yang akan terjadi sepanjang abad 21 di Indonesia:

1. Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Gerhana Matahari selanjutnya yang terjadi di Indonesia setelah gerhana Matahari total 9 Maret 2016 adalah gerhana Matahari cincin 29 Desember 2019. Gerhana yang masuk dalam siklus Saros 132 ini akan menjadi gerhana yang paling baik diamati di Sumatra Utara, Riau, dan Kalimantan Barat bagian utara, hingga Kalimantan Utara.

Siklus Saros sendiri adalah siklus gerhana yang berulang setiap 18 tahun 11 hari. Siklus Saros 132 ini berisi 71 gerhana Matahari, yang mana gerhana nomor 1 di siklus ini dimulai dengan gerhana Matahari parsial pada tanggal 13 Agustus 1208 hingga gerhana nomor 71 yakni Matahari parsial lagi pada 25 September 2470.

Durasi puncak gerhana ini adalah 5 menit 18 detik.

Jalur merah adalah area yang dilalui gerhana Matahari cincin 26 Desember 2019. Kredit: Wikimedia Commons

2. Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Apa itu gerhana Matahari hibrida? Pada 20 April 2023, Indonesia akan dilintasi peristiwa ini. Gerhana Matahari hibrida merupakan peristiwa gerhana yang dapat berubah, yakni biasanya diawali dengan gerhana Matahari total lalu berubah menjadi gerhana Matahari cincin.

20 April 2023, wilayah Indonesia yang dilalui jalur gerhana Matahari hibrida adalah Nusa Tenggara Timur hingga Papua Barat. Sementara itu, wilayah lain yang tidak dilalui hanya akan mengamati gerhana Matahari parsial saja. Durasi puncak gerhana ini adalah 4 menit 17 detik.

Gerhana Matahari hibrida 20 April 2023. Kredit: Wikimedia Commons

3. Gerhana Matahari Cincin 21 Mei 2031

Yak, Indonesia akan kembali dilalui jalur gerhana Matahari cincin pada tanggal 21 Mei 2031. Dengan durasi puncak yang mencapai 5 menit 26 detik, jalur gerhana cincin akan melintasi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, hingga ke Maluku.

Selain Indonesia, gerhana Matahari cincin 21 Mei 2031 ini akan melintasi Angola, Republik Kongo, Zambia, Tanzania, Samudera Hindia bagian selatan, hingga Malaysia. Pada saat gerhana terjadi, sebagian besar wilayah Indonesia sudah mengalami sore hari.

Gerhana Matahari cincin 21 Mei 2031. Kredit: Wikimedia Commons

4. Gerhana Matahari Total 20 April 2042

Beberapa jam setelah Matahari terbit pada 20 April 2042, Bulan akan menghalangi Matahari sehingga gerhana Matahari total akan terjadi. Gerhana total ini akan terlihat secara signifikan di Indonesia Barat (khususnya di Sumatra), Singapura, Malaysia Timur, Brunei dan Filipina.

Dengan durasi puncak gerhana yang mencapai 2 menit 17 detik, gerhana ini merupakan gerhana yang masuk pada siklur Saros 139.

Gerhana Matahari total 20 April 2042. Kredit: Wikimedia Commons

5. Gerhana Matahari Cincin 14 Oktober 2042

Tahun 2042 menjadi tahun yang bahagia bagi Indonesia, sebab negara kita akan dilintasi dua kali peristiwa gerhana Matahari!

Bila gerhana pertama terjadi pada 20 April, gerhana kedua terjadi pada 14 Oktober, yang mana kali ini merupakan gerhana Matahari cincin. Wilayah-wilayah yang akan dilintasi jalur gerhana cincin adalah Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga ke Nusa Tenggara Timur.

Gerhana Matahari cincin 14 Oktober 2042. Kredit: Wikimedia Commons

6. Gerhana Matahari Hibrida 25 Desember 2049

Menjelang tahun baru 2050, Indonesia akan dilintasi peristiwa gerhana Matahari hibrida yang mirip dengan yang terjadi pada 20 April 2023. Gerhana yang masuk dalam siklus Saros 143 ini akan bermula dari Arab Saudi, Yaman, melintasi Samudra Hindia, lalu masuk ke Indonesia hingga berakhir ke Samudra Pasifik.

Wilayah-wilayah Indonesia yang akan dilintasi jalur hibrida di antara lain adalah Bandar Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku. Sementara itu, wilayah lainnya hanya akan melihat gerhana Matahari sebagian.

Gerhana Matahari hibrida 25 Desember 2049. Kredit: Wikimedia Commons
Untuk gerhana nomor 7 hingga nomor 13, silakan klik halaman selanjutnya...

Halaman berikutnya:  

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.