Header Ads

Tiongkok dan Eropa Berambisi Bangun Basis di Bulan Tahun 2020-an

Ilustrasi permukiman di Bulan. Kredit: NASA Ames
Info Astronomy - Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa lembaga antariksa telah mengungkap rencananya untuk mengirimkan astronot hingga mendirikan basis permukiman di Bulan. Lembaga-lembaga tersebut mulai dari NASA, European Southern Observatory (ESA), Roscosmos (Rusia), badan antariksa federal China, hingga India.

Walaupun lembaga-lembaga antariksa tersebut memiliki misi ke Bulan, detail misinya ternyata berbeda-beda. Ada yang baru mau mengirimkan wahana antariksa nirawak, ada yang akan mendaratkan beberapa astronot saja, hingga misi ambisius mendirikan basis permukiman permanen di satu-satunya satelit alami milik Bumi kita tersebut.

Kini, kita memasuki era baru eksplorasi antariksa. Tak seperti dulu di mana era eksplorasi antariksa yang kental akan nuansa perang dingin, kini tampaknya negara-negara yang ngebet ke Bulan akan lebih cenderung memiliki misi kolaborasi.

Salah satu kolaborasi misi eksplorasi Bulan baru-baru ini datang dari China National Space Administration (CNSA) dengan ESA. Beberapa hari yang lalu, juru bicara kedua lembaga antariksa tersebut mengatakan CNSA dan ESA berharap dapat bekerja sama untuk membangun "Desa di Bulan" pada tahun 2020-an.

Pengumuman tersebut pertama kali datang dari Sekretaris Jenderal CNSA, Tian Yulong. Akhir April lalu (26/4), Yulong mengonfirmasi kepala media bahwa, "Kami (Tiongkok) memiliki program eksplorasi Bulan yang sangat ambisius yang pernah ada. Era eksplorasi ntariksa telah berubah sejak perlombaan antariksa pada tahun 60-an. Kami menyadari bahwa mengeksplorasi antariksa adalah untuk tujuan damai, kami membutuhkan kerja sama internasional."

Yulong menjelaskan bahwa basis permukiman di Bulan yang bakal dibangun dalam tiga tahun mendatang ini akan membantu pengembangan pertambangan Bulan, wisata luar angkasa, dan memudahkan misi manusia untuk lebih jauh menjelajahi antariksa, terutama ke Mars.

Misi ini juga akan menciptakan pencapaian baru untuk CNSA maupun ESA. Kedua agensi antariksa tersebut dalam beberapa dekade terakhir juga aktif mengirimkan wahana antariksa nirawak ke Bulan, seperti misi Chang'e milik CNSA dan misi SMART-1 milik ESA.

Misi Chang'e telah menjelajahi permukaan Bulan untuk menyelidiki prospek pertambangan, sementara misi SMART-1 menciptakan peta terperinci tentang wilayah kutub utara Bulan, memetakan geografi kutub utara Bulan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan lokasi air dapat ditemukan di Bulan.

Meskipun saat ini belum ada rincian tentang "Desa di Bulan" ini, tapi kemungkinan rencana misi tersebut tidak akan jauh berbeda dari yang diungkapkan oleh direktur ESA Jan Woerner pada bulan Desember 2015 saat menghadiri “Moon 2020-2030 — A New Era of Coordinated Human and Robotic Exploration”.

Pada acara tersebut, Woerner mengungkapkan keinginan ESA untuk menciptakan basis internasional di Bulan sebagai penerus dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang akan pensiun pada tahun 2020-an mendatang ini.

Selain itu, kemungkinan besar konstruksi basis "Desa di Bulan" ini akan bergantung pada teknik pembuatan 3D yang dikembangkan khusus untuk lingkungan Bulan. Pada tahun 2013, ESA sempat mengumumkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan para arsitektur Foster+Partners untuk menguji kelayakan penggunaan tanah Bulan untuk mencetak dinding yang akan melindungi kubah bangunan dari radiasi berbahaya dan mikro-meteorit.

Kesepakatan ini secara langsung memberikan sinyal bahwa ini merupakan era baru bagi CNSA untuk lebih terbuka dalam misi eksplorasi antariksa. Pemerintah AS telah mengeluarkan undang-undang pada tahun 2011 yang melarang CNSA berpartisipasi dalam program Stasiun Luar Angkasa Internasional karena ketegangan militer antara kedua negara. Namun kesepakatan antara ESA dan CNSA ini bisa membuka jalan bagi kolaborasi yang pasti akan melibatkan NASA.

Sebelum misi "Desa di Bulan" dilakukan, CNSA berencana untuk meluncurkan wahana antariksa nirawak lagi Bulan pada akhir tahun 2017, yakni program Chang'e 5. Sementara itu, ESA bakal melakukan analisa data dari Chang'e 5 dan juga berencana mengirim astronot Eropa ke Tiangong-2 (stasiun luar angkasa Tiongkok yang baru beroperasi tahun ini) dalam waktu dekat.

Kita akan kembali ke Bulan. Dan kali ini, kita akan tinggal di sana.


Sumber: UniverseToday.com, ESA.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.