Header Ads

Definisi "Planet" Akan Dirombak Ulang, Bagaimana Nasib Pluto?

Baca Juga

Pluto. Kredit: NASA/SwRI/JHUAPL
Info Astronomy - Beberapa ilmuwan NASA baru-baru ini telah menerbitkan proposal terbuka yang mengusulkan definisi baru dari "planet". Menariknya, jika definisi baru itu diberlakukan, maka akan langsung mengangkat status lebih dari 100 planet baru di Tata Surya kita, termasuk Pluto dan Bulan yang mengorbit Bumi.

Perubahan utama dari definisi "planet" yang belum disetujui ini adalah, objek langit di Tata Surya kita tidak lagi perlu mengorbit Matahari untuk dipertimbangkan statusnya sebagai planet. Definisi baru tersebut menyatakan kita harus melihat sifat fisik intrinsik mereka, bukan dari interaksi mereka terhadap Matahari.

Tim ilmuwan ini dipimpin oleh Alan Stern, penyidik utama dalam misi wahana antariksa New Horizons NASA yang pada tahun 2015 sukses mencapai jarak terdekatnya dengan planet kerdil Pluto yang kontroversial.

Pluto mulai naik daun ketika statusnya sebagai "planet" diturunkan menjadi "planet kerdil" pada bulan Agustus 2006, ketika astronom Mike Brown dari California Institute of Technology (Caltech) mengusulkan untuk mendefinisikan ulang apa itu "planet."

Usulan dari Brown lantas diterima oleh International Astronomical Union (IAU), yang mengontrol hal-hal seperti menamai planet, bintang, dan benda-benda langit lain. IAU menyatakan bahwa definisi sebuah "planet" di Tata Surya kita saat ini berbunyi sebagai berikut:

Sebuah benda angkasa yang (a) mengorbit Matahari, (b) memiliki massa yang cukup agar gravitasinya dapat menciptakan kesetimbangan hidrostatik sehingga memiliki bentuk yang hampir bulat, dan (c) telah membersihkan lingkungan sekitar orbitnya dari benda-benda angkasa lainnya.

Dari definisi "planet" yang berlaku sejak tahun 2006 itu, Pluto akhirnya turun menjadi "planet kerdil" karena ia tidak mampu membersihkan lingkungan orbit di sekitarnya dari benda-benda angkasa lain. Pluto bahkan berpotongan orbitnya dengan planet Neptunus.

Stern, yang jelas-jelas memiliki ketertarikan besar terhadap Pluto, apa lagi setelah memimpin misi yang menunjukkan kepada kita semua cantiknya Pluto, baru-baru ini menyebut keputusan untuk mendefinisikan ulang apa itu "planet" pada tahun 2006 merupakan "omong kosong."

"Mengapa Anda mendengarkan seorang astronom tentang apa yang seharusnya disebut planet?" kata Stern.

Stern mengatakan meminta seorang astronom, yang mempelajari berbagai macam benda-benda langit dan fenomena kosmik, bukan hanya seorang ilmuwan planet yang memfokuskan pengamatan pada planet, untuk mendefinisikan apa itu "planet" yang sebenarnya.

Sekarang, Stern dan rekan-rekannya telah menulis ulang definisi "planet", dan juga telah mengirimkannya ke IAU untuk dipertimbangkan.

Definisi "planet" yang diajukan Stern dan rekan-rekannya menekankan untuk mempelajari sifat intrinsik sebuah benda angkasa, didasarkan pada fisika dari benda angkasa itu sendiri, bukan interaksi dengan objek eksternalnya.

Ini berarti, Bulan, dan satelit-satelit alami lainnya di Tata Surya seperti Titan, Enseladus, Europa, dan Ganimede, semua akan memenuhi syarat sebagai planet, seperti Pluto yang akan kembali menjadi keluarga planet setelah "ditendang" begitu saja karena perubahan definisi "planet."

Belum ada perubahan definisi "planet" hingga IAU membuat keputusan, dan jika IAU memutuskan untuk merombak ulang definisi "planet" versi Alan Stern, maka Bumi kita bukan lagi diorbiti oleh satelit alami, melainkan oleh planet bernama Bulan.

Anda dapat membaca proposal terbuka Alan Stern secara keseluruhan di sini.


Sumber: Sciencealert.com, phys.org

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.