Header Ads

14 Fitur Permukaan Pluto Mendapat Nama Resmi

Baca Juga

Zoom-in area Sputnik Planitia. Kredit: NASA/JPL-Caltech/SwRI/JHUAPL
Info Astronomy - International Astronomical Union (IAU) baru-baru ini meresmikan 14 nama baru bagi fitur permukaan di planet kerdil Pluto. Mulai dari nama penemu Pluto, Clyde Tombaugh, hingga ahli geografi Arab Muhammad al-Idrisi, semuanya diabadikan IAU di permukaan Pluto.

Adalah Kelompok Kerja Nomenklatur Sistem Keplanetan (WGPSN) dari IAU, yang telah secara resmi menyetujui penamaan empat belas fitur di permukaan Pluto. Nama-nama ini diberikan setelah wahana antariksa New Horizons pada 14 Juli 2015 sukses terbang lintas dekat Pluto dan mengungkap permukaan Pluto secara detail.

Empat belas nama dari WGPSN tersebut memberi penghormatan kepada para ilmuwan terdahulu yang menjadi pelopor bersejarah dalam eksplorasi dan ilmu pengetahuan. Nama-nama ini adalah senarai resmi pertama dari fitur permukaan di Pluto yang disetujui oleh IAU, otoritas yang diakui secara internasional untuk menamai benda langit dan fitur permukaannya.

Nama-nama tersebut diusulkan ke IAU oleh Tim New Horizons NASA pasca-terbang lintas pertama Pluto dan bulan-bulannya oleh wahana antariksa New Horizons. Beberapa nama tersebut disarankan oleh masyarakat umum selama kampanye "Our Pluto" yang diselenggarakan oleh Tim New Horizons dan SETI Institute.

"Kami sangat senang untuk menyetujui nama-nama yang sekaligus dapat menghormati jasa-jasa ilmuwan terdahulu. Nama-nama ini menyoroti pentingnya mendorong ke titik-titik awal penemuan," kata Rita Schulz, ketua WGPSN IAU. "Kami menghargai kontribusi masyarakat umum dalam bentuk saran penamaan dan tim New Horizons untuk mengusulkan nama-nama ini kepada kami."

Nama-nama area dan fitur permukaan Pluto. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Ross Beyer
Berikut informasi dari 14 nama fitur permukaan Pluto yang disetujui IAU:

Tombaugh Regio, untuk menghormati Clyde Tombaugh (1906-1997), astronom Amerika Serikat yang berjasa dalam menemukan Pluto pada tahun 1930 dari Observatorium Lowell di Arizona.

Kawah Burney, untuk menghormati Venetia Burney (1918-2009), seorang siswi berusia 11 tahun yang mengusulkan nama "Pluto" untuk planet yang ditemukan oleh Clyde Tombaugh tahun 1930. Semasa hidupnya, Burney aktif mengajar matematika dan ekonomi di sebuah sekolah dan perguruan tinggi.

Sputnik Planitia, adalah sebuah dataran besar yang diambil dari nama Sputnik 1, satelit ruang angkasa pertama yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada tahun 1957.

Tenzing Montes dan Hillary Montes, adalah pegunungan yang namanya diambil dari Tenzing Norgay (1914-1986) dan Sir Edmund Hillary (1919-2008), pendaki gunung asal Indian/Nepali dan Selandia Baru yang merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest dan kembali dengan selamat.

Al-Idrisi Montes, dinamai untuk menghormati Muhammad al-Idrisi (1100-1165/66), seorang pembuat peta dan ahli geografi Arab yang terkenal dengan karya ilmiah penting terkait geografi abad pertengahan, karyanya dijuluki sebagai "The Pleasure of Him Who Longs to Cross the Horizons".

Djanggawul Fossae, sebuah cekungan panjang dan sempit di permukaan Pluto yang namanya diambil dari Djanggawuls, tiga makhluk leluhur dalam mitologi pribumi Australia yang melakukan perjalanan antara "Island of the Dead" dan Australia, menciptakan bentang alam dan mengisinya dengan vegetasi.

Sleipnir Fossa, masih merupakan sebuah cekungan di permukaan Pluto, dinamai dari nama makhluk mitologi berupa kuda berkaki delapan dalam budaya Nordik yang membawa dewa Odin.

Virgil Fossae, namanya diberikan untuk menghormati Virgil, salah satu penyair Romawi terbesar dan pemandu fiksi Dante di Divine Comedy.

Adlivun Cavus, merupakan wilayah cekungan di area barat Pluto yang dinamai dari Adlivun, sebuah dunia dalam mitologi Inuit.

Hayabusa Terra, adalah sebuah daratan besar dan luas yang namanya diberikan untuk memberi hormat pada wahana dan misi antariksa Jepang (2003-2010) yang sukses mendarat di sebuah asteroid lalu mengambil sampel asteroid tersebut untuk dikirimkan kembali ke Bumi.

Voyager Terra, namanya jelas untuk menghormati sepasang wahana antariksa NASA, Voyager 1 dan 2, yang diluncurkan pada tahun 1977 dalam misi pertama ke empat planet raksasa di tata surya, Jupiter, Saturus, Uranus, dan Neptunus. Kini kedua wahana antariksa tersebut telah meninggalkan tata surya.

Tartarus Dorsa, merupakan sebuah area pengunungan yang dinamai dari Tartarus, lubang paling dalam dan paling gelap dalam mitologi Yunani.

Kawah Elliot, dinamai untuk menghormatiJames Elliot (1943-2011), seorang peneliti di MIT yang mempelopori penggunaan okultisme bintang untuk mempelajari tata surya, yang akhirnya mengarah pada penemuan seperti cincin Uranus dan pendeteksian pertama atmosfer tipis Pluto.

Nah, itulah dia 14 nama resmi baru untuk permukaan Pluto. Mana nama yang paling Anda suka?


Sumber: IAU

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.