Header Ads

Supernova Berhasil Ditemukan Beberapa Jam Setelah Meledak

Baca Juga

Supernova SN2017cbv di galaksi NGC 5643. Kredit: B.J. Fulton/Caltech
Info Astronomy - Berkat jaringan teleskop otomatis, sekelompok astronom baru-baru ini berhasil mengamati supernova yang baru saja meledak, menjadikan pertama kalinya kita dapat melakukan pengamatan terperinci dari bintang yang meledak secara langsung.

Berawal dari tanggal 10 Maret 2017, David Sand, seorang astronom dari Universitas Arizona menerima pesan peringatan dari teleskop PROMPT di Chile yang menyatakan bahwa ada cahaya baru di salah satu dari 500 galaksi yang dipantaunya.

Setelah diamati lebih lanjut oleh Sand, cahaya baru tersebut merupakan sebuah ledakan bintang. Supernova tersebut teramati terjadi di NGC 5643, sebuah galaksi spiral yang berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Hasil penelitian dari pengamatannya pun kini telah dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Supernova sendiri bisa tampak seterang galaksi di mana ia meledak, yang berarti survei teleskop otomatis seperti ini merupakan alat yang sangat berguna untuk menemukan mereka secara langsung. Berkat pengamatan dengan PROMPT yang menjanjikan, Sand dan rekan-rekannya pun mengaktifkan jaringan teleskop global Observatorium Las Cumbres yang terdiri dari 18 teleskop robotik.

Kedelapan belas teleskop robotik tersebut tersebar di berbagai penjuru Bumi, membuatnya bisa secara real-time memantau segala bagian langit untuk berburu supernova terang seperti yang baru ditemukan ini.

"Ini adalah salah satu potret supernova paling awal yang pernah ada. Supernova ini mungkin baru saja terjadi dalam hitungan jam," kata Sand dalam sebuah pernyataan seperti dilansir IFLScience.com. "Di galaksi seperti Bimasakti kita, sebuah supernova terjadi kira-kira sekali per abad. Kami beruntung bisa melihat fenomena ini."

Ledakan bintang yang baru ditemukan ini diberikan nama SN2017cbv, adalah supernova Tipe Ia yang terjadi saat sebuah bintang kerdil putih terus mencuri massa dari bintang pendampingnya sehingga inti kerdil putih tersebut runtuh dan meledak karena telah melewati batas Chandrasekhar.

Berdasarkan seberapa terang cahayanya, kita bisa memperkirakan jarak supernova tersebut dari Bumi. Menemukan lebih banyak supernova yang baru saja terjadi akan membantu memperluas pemahaman kita tentang fenomena tersebut.

Semakin sering kita menemukan supernova yang baru saja meledak, kita bisa mendapatkan ilmu dan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana proses ledakan bintang di alam semesta terjadi, yang memiliki implikasi untuk memahami alam semesta, termasuk energi gelap.


Sumber: Astrophysical Journal Letters, Universitas Arizona, HubbleSite.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.