Header Ads

Menanti Puncak Hujan Meteor Delta Akuarid 2017

Baca Juga

Hujan meteor. Kredit: Science
Info Astronomy - Rindu akan peristiwa langit berupa hujan meteor? Walaupun dari namanya terdengar menakutkan, peristiwa hujan meteor nyatanya merupakan salah satu peristwa langit yang menakjubkan dan bikin ketagihan. Lalu apa, bagaimana, dan kapan waktu yang tepat untuk menyaksikannya? Simak baik-baik artikel ini.

Bagi Anda yang belum tahu, hujan meteor merupakan peristiwa di mana Bumi melewati bekas jalur orbit sebuah komet. Bekas jalur tersebut masih tersisa puing-puing yang ditinggalkan dari ekor komet. Ketika berada dekat dengan Bumi, puing-puing tadi lantas tertarik gravitasi Bumi, lalu bergerak masuk ke atmosfer hingga akhirnya terbakar sebagai meteor.

Karena jumlahnya yang banyak, meteor-meteor ini secara kolektif disebut sebagai hujan meteor. Tenang, puing-puing komet tadi ukurannya bocil alias kecil-kecil. Mulai dari sebesar debu, hingga sebesar batuan yang bisa kita temukan di rel kereta api.

Dengan ukurannya yang kecil ini, puing-puing komet tadi tidak akan sanggup mencapai permukaan Bumi, mereka akan habis terbakar di atmosfer Bumi kita yang setia melindungi setiap makhluk hidup di permukaannya.

Hujan meteor Delta Akuarid sendiri berasal dari puing-puing komet 9P/Machholz, komet yang ditemukan pada tahun 1986 oleh astronom Donald Machholz saat sedang asyik mengamati langit malam melalui teleskop di pekarangan rumahnya.

Pada 12 Juli hingga 23 Agustus setiap tahunnya, Bumi kita berada di jalur bekar orbit komet 9P/Machholz ini, di mana puncaknya terjadi pada 29 Juli. Pada momen puncak, intensitas hujan meteor berada di yang paling tinggi. Di malam yang cerah dan gelap gulita, kita bisa menyaksikan 15-20 meteor per jam.

Titik radian hujan meteor Delta Akuarid. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Jam berapa kita bisa mengamatinya? Karena meteor-meteor yang akan kita lihat cahayanya tidak seterang Matahari, maka waktu terbaik mengamatinya adalah di malam hari. Untuk momen puncak, Anda bisa mulai mengamatinya pukul 21.30 waktu setempat daerah Anda pada tanggal 28 Juli hingga menjelang terbit Matahari tanggal 29 Juli, begitupun keesokan harinya mulai pukul 21.30 waktu setempat tanggal 29 Juli hingga Matahari terbit 30 Juli 2017.

Bila Anda ingin mencoba mengamatinya pada rentang tanggal 12 Juliㅡ23 Agustus ini, Anda bisa mulai pengamatan di jam yang tak jauh berbeda dengan momen puncak. Titik radian (titik kemunculan) hujan meteor Delta Akuarid ini adalah di rasi bintang Akuarius.

Namun, Anda tak harus melihat ke arah rasi bintang Akuarius, sebab meteor-meteor nantinya akan muncul dari segala penjuru langit. Yang terpenting adalah, Anda tidak butuh teleskop sama sekali. Mengamati peristiwa hujan meteor wajib dilakukan dengan mata telanjang.

Sebelum menemukan meteor pertama Anda, pastikan Anda melakukan adaptasi mata dengan gelapnya langit malam sekitar 30-40 menitan. Adaptasi mata cukup penting agar mata kita bisa melihat objek-objek langit lebih banyak, semacam pengumpulan cahaya pada lensa kamera.

Peristiwa hujan meteor Delta Akuarid dapat diamati di seluruh Indonesia selama langit cerah. Anda bisa pergi ke pegunungan, pantai, ataupun pedesaan yang bebas dari polusi cahaya kota agar lebih banyak melihat lesatan meteor di langit.

Selamat observasi!


Sumber: Universe Today, EarthSky.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.