Header Ads

Menilik Dua Lubang Hitam yang Saling Mengorbit untuk Pertama Kalinya

Baca Juga

Ilustrasi. Kredit: Josh Velenzuela/UMM
Info Astronomy - Dalam serangkaian pengamatan melalui gelombang radio, sekelompok astronom berhasil mengamati dua lubang hitam supermasif yang saling mengorbit satu sama lain untuk pertama kalinya. Apa yang telah dipelajari dari hal ini?

Penelitian menggunakan gelombang radio tersebut telah dikombinasikan dengan pengamatan gelombang gravitasi dari LIGO, membuka pandangan baru dalam studi lubang hitam.

Sekelompok astronom tersebut menggunakan teleskop radio Very Long Baseline Array (VLBA) untuk mempelajari galaksi 0402+379 yang terletak 750 juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini adalah kandidat kuat untuk penelitian ini karena diduga memiliki dua lubang hitam supermasif setelah terjadinya penggabungan galaksi.

Sejak tahun 2003, sekelompok astronom ini telah mengamati dua lubang hitam supermasif di galaksi 0402+379 dan akhirnya dapat memastikan untuk pertama kalinya bahwa kedua lubang hitam supermasif tersebut saling mengorbit.

"Untuk waktu yang lama, kami telah melihat ke luar angkasa untuk mencoba menemukan sepasang lubang hitam supermasif yang saling mengorbit sebagai hasil dari dua galaksi yang bertabrakan," tutur Profesor Greg Taylor dari University of New Mexico, salah satu astronom dalam penelitian ini.

Dua lubang hitam supermasif yang saling mengorbit itu memiliki gabungan massa setara dengan 15 miliar kali massa Matahari kita. Mereka adalah lubang hitam supermasif bermassa besar yang bahkan lebih besar dibandingkan dengan lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bimasakti kita yang hanya sekitar 4 juta kali massa Matahari.

Dua lubang hitam supermasif ini juga terpisah 23 tahun cahaya satu sama lain dan saling mengorbit setiap 24.000 tahun.

Selanjutnya, sekelompok astronom ini akan melakukan lebih banyak pengamatan terhadap sistem lubang hitam tersebut selama lima tahun ke depan. Lubang hitam supermasif memainkan peran penting dalam evolusi galaksi dan studi seperti ini sangat penting untuk lebih memahami alam semesta kita.


Sumber: The Astrophysical Journal, Stanford University, University of New Mexico.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.