Header Ads

Hubble Temukan Satelit Alami Mengorbit Planet Kerdil "Putri Salju"

Baca Juga

Planet kerdil 2017 OR₁₀ dengan satelit alaminya. Kredit: NASA/ESA/Hubble
Info Astronomy - Baru-baru ini, Teleskop Antariksa Hubble berhasil menemukan bahwa planet kerdil terbesar ketiga di Tata Surya yang dikenal sebagai 2007 OR₁₀ diorbiti oleh satelit alami kecil. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar planet kerdil di Tata Surya bagian luar memiliki pasangan.

Satelit alami baru ini ditemukan dalam arsip gambar Hubble yang diambil pada tahun 2010 dan diumumkan di sebuah konferensi pekan lalu. Penelitian tersebut sekarang telah dipublikasikan secara resmi di Astrophysical Journal Letters, dengan perkiraan ukuran satelit alami tersebut adalah 237 kilometer atau lima kali lebih kecil dari 2007 OR₁₀ yang diameternya diketahui 1.535 kilometer.

Planet kerdil 2007 OR₁₀ dijuluki sebagai "Snow White" atau "Putri Salju" oleh para ilmuwan. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena planet kerdil ini tertutupi oleh es volatil metana, karbon monoksida dan nitrogen.

"Penemuan satelit alami di hampir seluruh planet kerdil besar yang diketahui di Tata Surya mengasumsikan bahwa pada saat benda-benda ini terbentuk miliaran tahun yang lalu, tabrakan antar-objek sangat sering terjadi, dan ini adalah kendala pada model formasi Tata Surya," kata penulis utama Csaba Kiss, dari Observatorium Konkoly di Budapest.

Di luar orbit Neptunus, ada wilayah yang disebut Sabuk Kuiper. Wilayah ini begitu luas mungkin sudah jauh lebih ekstrem dari sebelumnya. Diperkirakan benda-benda angkasa di sana sangat sering mengalami tabrakan satu sama lain atau setidaknya mengguncang orbit satu sama lain.

Putri Salju mengorbit Matahari setiap 547,5 tahun pada jalur orbit yang sangat elips, jarak terdekatnya dengan Matahari adalah 33 SA dan jarak terjauhnya adalah 101 SA. Di mana 1 SA adalah jarak rata-rata dari Bumi ke Matahari, yakni 150 juta km. Sebagai perbandingan, Pluto mengorbit Matahari pada jarak rata-rata 39,5 SA, dan melengkapi satu putaran penuh (revolusi) setiap 248 tahun.

Ilustrasi ukuran planet-planet kerdil di Sabuk Kuiper. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Untuk saat ini, belum banyak yang diketahui terkait satelit alami dari Putri Salju. Yang baru diketahui, satelit alami tersebut mengorbit Putri Salju pada jarak setidaknya 15.000 km, namun bisa jadi lebih dekat. Begitu radius dan periode orbital yang andal ditemukan, perhitungan cepat akan menghasilkan massa Putri Salju dan kerapatan keseluruhannya secara presisi.

Sementara itu, orbit Putri Salju sendiri sekarang sudah cukup dikenal sehingga Minor Planet Center dikabarkan akan secara resmi memberikan nama kepadanya. Namun penemunya, Megan Schwamb, Michael Brown, dan David Rabinowitz belum menyarankan nama untuk si Putri Salju.


Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.