Header Ads

New Horizons Dekati Target Penelitian Selanjutnya

Baca Juga

Ilustrasi, bukan foto nyata. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Setelah meneliti dan mengirimkan gambar-gambar cantik planet kerdil Pluto dari jarak dekat sejak Juli 2015 silam, kini wahana antariksa nirawak New Horizons telah semakin bergerak ke ruang antarbintang dan siap mengirimkan data eksklusif dari area yang jauh dan takterjangkau dari Bumi tersebut.

Wahana antariksa sebesar piano tersebut saat ini dalam mode hibernasi dan menunggu untuk mencapai target penelitian berikutnya. Yang mana target baru untuk diteliti tersebut merupakan anggota Objek Sabuk Kuiper yang dijuluki 2014 MU69. New Horizons akan menjelajah hampir 1,6 miliar kilometer dari Pluto ke dunia es yang terpencil tersebut.

Ukuran planet kerdil 2014 MU69 kira-kira satu persen dari ukuran planet kerdil Pluto dan hanya memiliki diameter sekitar 45 kilometer saja. Tapi meskipun ukurannya mungil, 2014 MU69 merupakan sisa-sisa dari pembentukan awal Tata Surya. Mempelajarinya dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana Tata Surya kita terbentuk seperti sekarang ini.

Saat ini diketahui 2014 MU69 menerima sedikit cahaya dan panas dari Matahari kita, yang dengan demikian diperkirakan objek ber-es tersebut hampir tidak berubah wujud dan komposisinya sejak pembentukan Tata Surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

2014 MU69 juga kadang disebut sebagai 486958. Tim misi wahana antariksa Horizons secara khusus menjulukinya sebagai Potential Target 1 (PT1).

Pergerakan PT1 yang direkam Teleskop Antariksa Hubble. Kredit: NASA/ESA/Hubble/SwRI/JHUAPL
PT1 ditemukan pada tanggal 26 Juni 2014 menggunakan Teleskop Antariksa Hubble selama survei pemindaian Objek Sabuk Kuiper. Dengan magnitudo hampir +27, PT1 terlalu samar untuk dilihat melalui segala macam teleskop berbasis darat di Bumi. Teleskop Antariksa Hubble memiliki kelebihan untuk mampu melakukan astrometri yang sangat presisi sehingga bisa diandalkan dalam menemukan PT1.

Berdasarkan kecerahan dan jaraknya, MU69 2014 diperkirakan memiliki periode orbital 295 tahun untuk sekali mengitari Matahari serta memiliki eksentrisitas orbit yang rendah dibandingkan dengan benda lain di Sabuk Kuiper.

Karakteristik ini mengindikasikan bahwa ia adalah Objek Sabuk Kuiper klasik yang dingin yang tidak pernah mengalami gangguan yang signifikan sejak ia terbentuk. Menjadikannya objek Tata Surya yang cukup eksklusif untuk diteliti.

Kini, wahana antariksa New Horizons telah bermanuver untuk terbang lintas dekat PT1, yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 31 Desember 2018 atau 1 Januari 2019 mendatang, yang mana pada saat itu ia akan berada pada jarak 43,4 AU (1 AU = 150 juta km) dari Matahari di arah rasi bintang Sagitarius.

Bila nanti telah melintas dekat PT1, wahana antariksa New Horizons akan dibiarkan terus mengelana bebas tanpa rem di ruang angkasa. Hingga akhirnya pada tahun 2038 mendatang, New Horizons diperkirakan akan berada pada 100 AU dari Matahari.

Pada saat itulah seluruh peralatan yang sebelumnya dimatikan sementara oleh pusat kendali NASA pascaterbang lintas dekat PT1 bakal diaktifkan kembali untuk mendeteksi dan meneliti lapisan heliosfer sebagai batas Tata Surya menuju ruang antarbintang.


Sumber: NASA, AP News, HubbleSite.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.