Header Ads

Bisakah Kita Melihat Galaksi Bimasakti dengan Mata Telanjang?

Baca Juga

Bentangan galaksi Bimasakti di langit Tanjungpandan, Belitung. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Pernahkah Anda melihat indahnya bentangan galaksi Bimasakti di langit malam dari halaman rumah Anda? Sebagian besar mungkin akan menjawab belum pernah. Tapi, apakah bisa melihat galaksi Bimasakti dengan mata telanjang saja?

Jawabannya, bisa! Galaksi Bimasakti merupakan objek pengamatan yang paling menarik yang bisa diamati dengan mata telanjang di langit malam. Penulis pernah berkesempatan melihat bentangan galaksi Bimasakti dengan mata telanjang ketika sedang berkunjung ke Tanjungpandan, Belitung. Karena di sana minim polusi cahaya, langit malamnya tentu lebih indah daripada kota kelahiran saya; Jakarta.

Namun, kenampakan bentangan galaksi Bimasakti bila diamati dengan mata telanjang tidak seterang hasil jepretan para astrofotografer yang tersebar di jagad maya. Yang terlihat dalam pandangan mata hanyalah jalur debu dan gas bercahaya redup bagaikan susu yang melengkung dari satu arah langit ke arah lawannya, biasanya dari timur laut ke barat daya.

Bentangan galaksi Bimasakti tidak akan terlihat dari area kota. Anda perlu berkunjung ke area yang jauh dan bebas dari lampu-lampu kota, seperti area pedesaan atau pegunungan. Semakin minim cahaya, semakin besar kesempatan untuk menemukan bentangan galaksi Bimasakti.

Bila sudah menemukan area yang bebas polusi cahaya, Anda selanjutnya hanya perlu menunggu hingga malam tiba lalu cari lokasi Bimasakti di langit dengan bantuan aplikasi peta langit. Bila sudah menemukannya, lakukanlah adaptasi mata terhadap langit gelap setidaknya selama 30 menit.

Kita hidup di galaksi Bimasakti, yang berarti ke arah manapun kita menatap langit malam maka kita melihat bagian dari galaksi Bimasakti. Bentangan galaksi yang kita lihat di langit merupakan salah satu bagian lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion.

Bentangan galaksi Bimasakti di Teleskop Radio ALMA, Cile. Kredit: A. Duro/ESO

Apakah Foto-foto Bimasakti di Langit itu Asli?

Kamera memiliki sedikit kelebihan dibanding mata kita; mereka lebih sensitif terhadap cahaya. Dan ya, foto-foto bentangan galaksi Bimasakti yang tersebar di internet itu asli. Para astrofotografer memanfaatkan teknik eksposur panjang untuk mengumpulkan cahaya redup Bimasakti untuk dimunculkan pada hasil jepretannya.

Bagi Anda yang memiliki kamera DSLR, Anda pun bisa coba memotret galaksi Bimasakti. Untuk pengaturan kameranya, gunakan lensa lebar dengan kecepatan tinggi. Lensa dengan aperture maksimum f/2,8 sangat dianjurkan.

Setel pula difragma kamera Anda ke angka yang paling kecil dari pengaturan yang ada di kamera Anda. Setel ISO kamera ke angka 3200 untuk mengumpulkan cukup cahaya, namun ini bukan patokan wajib. ISO 3200 dipakai sebagai awal saja, Anda dapat menyesuaikan naik atau turun sesuai keperluan Anda.

Pergunakan kecepatan atau shutter speed antara 13 atau 20 detik. Anda bisa juga menggunakan rumus aturan 500 dimana ini caranya adalah dengan membagi angka 500 dengan panjang lensa yang Anda gunakan. Contoh, Anda menggunakan lensa 24mm, maka shutter speed yang dapat Anda set adalah 500/24 = 20,83 atau dibulatkan 20 detik.

Atur pula kamera Anda ke pengaturan manual untuk fokus dan jangan atur ke otomatis. Yang terakhir, atur kamera Anda ke jarak fokus terjauh.

Bentangan galaksi Bimasakti di Cangar, Jawa Timur. Kredit: Martin Marthadinata/JejakLangit.com
Berburu bentangan galaksi Bimasakti di langit paling untuk mengamatinya dengan mata telanjang ataupun untuk memotretnya sangat baik dilakukan saat musim kemarau, bisa mulai dari akhir Maret sampai Oktober.

Pengamatan bentangan galaksi Bimasakti direkomendasikan dilakukan pada jam-jam setelah tengah malam, saat langit sudah benar-benar gelap, tak ada cahaya sisa senja dan tak ada cahaya menjelang fajar. Jangan lupa ajak teman-teman bila Anda ingin berburu galaksi Bimasakti agar suasana bisa lebih hangat di dinginnya malam.

Oh iya, sebelum Anda memilih destinasi mana yang akan Anda kunjungi untuk berburu galaksi Bimasakti, ada baiknya Anda perhatikan peta polusi cahaya di sini: youcanseethemilkyway.com/light-pollution/. Peta tersebut menampilkan bagaimana suasana malam di permukaan Bumi yang dipotret dari luar angkasa.

Selamat observasi!

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.