Header Ads

Dua Komet Bakal Lintasi Bumi di Awal Tahun 2017

Baca Juga

Komet C/2014 Q2 Lovejoy yang lintasi Bumi tahun 2015. Kredit: Gerald Rhemann
Info Astronomy - Sepertinya tahun 2017 bakal menjadi tahun yang bagus bagi para pengamat langit. Di awal tahun, dua (ya, dua, bukan hanya satu!) komet bakal lintas dekat Bumi kita. Tapi, bisakah komet ini diamati, khususnya di Indonesia?

Komet pertama yang bisa diamati awal tahun 2017 adalah komet C/2016 U1 NEOWISE, komet yang pertama kali terdeteksi oleh misi NEOWISE NASA pada bulan Oktober 2016 kemarin. Pada tanggal 14 Januari 2017, kita dapat melihat komet ini lewat teleskop kecil, dan mungkin bahkan dengan mata telanjang saja.

"Komet ini memiliki peluang bagus untuk dapat terlihat melalui teleskop kecil, meskipun kita tidak bisa memastikan karena kecerahan komet ini sangat tidak terduga," kata Paul Chodas, manajer Studi Objek Dekat Bumi NASA.

Menurut David Dickinson di UniverseToday.com, "Komet C/2016 U1 NEOWISE akan mencapai magnitudo +10 di pekan pertama Januari 2017, dan mungkin akan semakin terang ke magnitudo +6 pada pertengahan Januari ketika ia mencapai perihelion (jarak terdekat dengan Matahari)."

Magnitudo merupakan skala kecerahan benda langit. Semakin kecil angka magnitudo, semakin terang benda langit tersebut. Sebagai perbandingan, planet Venus memiliki magnitudo -4,4, dan Bulan memiliki magnitudo -12,7."

Komet C/2016 U1 NEOWISE. Kredit: Michael Jaeger
Sementara komet kedua adalah komet bernama 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková. Di artikel kami sebelumnya, komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková diperkirakan akan mencapai kecerahan maksimum sekitar akhir Februari 2017.

Komet ini ditemukan oleh tiga astronom, yakni Minoru Honda, Antonin Mrkos, dan L'udmila Pajdušáková pada 3 Desember 1948. Dari pengamatan ketiga astronom ini, diketahui komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková mengorbit Matahari sekali setiap 5,25 tahun pada periode orbit pendek.

Pada awal tahun 2017 ini, komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková bisa diamati, sayangnya tidak bisa diamati dengan mata telanjang, Anda membutuhkan teropong atau teleskop kecil. Komet ini bakal mencapai kecerahan maksimum dengan magnitudo +7 pada Januari sampai Februari 2017.

Kabar baiknya, kedua komet ini bisa diamati di seluruh Indonesia, asalkan cuaca cerah dan Anda memiliki alat pengamatan seperti teropong ataupun teleskop kecil. Jangan lupa untuk cari lokasi yang langitnya masih bebas polusi cahaya maupun polusi udara.

Untuk mengetahui letak komet C/2016 U1 secara real-time di langit, silakan klik di sini.

Untuk mengetahui letak komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková secara real-time di langit, silakan klik di sini.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.