Alam Semesta yang Mengembang

Gugus galaksi Abel 1689. Kredit: NASA/ESA/Hubble
Info Astronomy - Selama bertahun-tahun, para astronom bergumul dengan pertanyaan dasar tentang ukuran dan umur alam semesta. Pada tahun 1929, Edwin Hubble, seorang astronom di Institut Teknologi California, membuat penemuan penting: ia menemukan bahwa alam semesta mengembang.

Edwin Hubble juga lah yang memberikan bukti definitif bahwa alam semesta mengembang. Mengamati galaksi jauh, ia menemukan bahwa mereka saling menjauh satu sama lain. Pengamatan itu menyiratkan bahwa alam semesta di masa lalu lebih kecil daripada sekarang. Tapi, apa yang membuat semesta ini mengembang?

Jadi sampai sekitar 15 tahun yang lalu, satu-satunya jawaban apa yang membuat alam semesta mengembang adalah; momentum. Alam semesta menerima semua energi yang dibutuhkan untuk mengembang beberapa saat setelah Big Bang berlangsung 13,7 miliar tahun yang lalu.

Bayangkan awal terciptanya alam semesta, menyeruak keluar dari sebuah titik kecil sehingga seluruh materinya terpental-pental ke segala arah, itulah momentumnya. Untuk waktu yang cukup lama, para astronom berusaha untuk mencari tahu apa momentum ini akan berarti bagi masa depan alam semesta.

Akankah gravitasi semua benda di alam semesta menyebabkan mengembangnya alam semesta semakin lambat atau bahkan berhenti di beberapa titik di masa depan, atau mungkin bahkan alam semesta akan runtuh ke dalam dirinya sendiri?

Mengembangnya Alam Semesta Mengalami Akselerasi

Setelah Hubble menemukan bahwa alam semesta kita mengembang, penelitian lanjutan oleh para astronom berikutnya maupun astronom-astronom modern terus dilakukan.

Kini, alam semesta terbukti terus mengembang semakin cepat dengan akselerasi konstan. Para astronom juga memperkirakan, pengembangan alam semesta yang terus mengalami akselerasi digerakkan oleh apa yang disebut energi dan materi gelap.

Pada tahun 1998, astrofisikawan Perlmutt dari Lawrence Berkeley National Laboratory di AS, bersama Schmidt dari Australian National University di Australia dan Riess dari John Hopkins University di AS dapat membuktikan, bahwa akselerasi pengembangan alam semesta juga berlaku terus menerus.

Ketiga ilmuwan menyimpulkan hal itu setelah mengamati supernova atau ledakan bintang  yang terjadi jauh di ujung alam semesta dalam riset masing-masing yang dilakukan secara terpisah.

Hasil riset terhadap lebih dari 50 supernova amat jauh menunjukkan, emisi cahaya yang dipancarkannya lebih lemah dari yang diperhitungkan. Hal itu membuktikan bahwa pengembangan alam semesta berlangsung dalam akselerasi yang juga terjadi terus menerus atau konstan. Temuan ini pun dianugerahi Nobel Fisika.

Apa yang Mempercepat Pengembangan Alam Semesta?

Tentu saja, ketiga astrofisikawan ini ingin tahu apa bentuk energi yang mempercepat laju pengembangan itu. Yang pasti, energi itu tampaknya berlawanan dengan gravitasi; dan, keberadaan energi itu tidak bersesuaian dengan teori sekarang. Maka, bentuk energi yang misterius ini dinamakan energi gelap, dan boleh jadi membentuk hampir 75 persen alam semesta.

Namun, energi gelap bukan satu-satunya fenomena misterius yang ditemukan belakangan ini. Fenomena satunya lagi diteguhkan keberadaannya pada tahun 1980-an sewaktu para astronom memeriksa berbagai galaksi. Galaksi-galaksi ini, termasuk galaksi kita, tampaknya berputar terlalu cepat sehingga seharusnya tidak tetap menyatu.

Jadi, pasti ada semacam materi yang menyediakan daya rekat gravitasi yang dibutuhkan. Tetapi, materi apa? Karena para ilmuwan tidak mengetahuinya, mereka menyebutnya materi gelap, sebab materi itu tidak menyerap, memancarkan, atau memantulkan radiasi yang terdeteksi. Menurut perhitungan, materi gelap mungkin mengisi 22 persen atau lebih massa alam semesta.

Pikirkanlah: Menurut perkiraan sekarang, materi normal berjumlah sekitar 4 persen massa alam semesta. Dua hal besar yang belum diketahui—materi gelap dan energi gelap—tampaknya mengisi selebihnya. Jadi, sekitar 95 persen alam semesta masih merupakan misteri yang kelam!

Jadi, pada intinya, ketika Anda membaca artikel ini, alam semesta sedang mengembang. Pengembangannya bahkan diperkirakan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Mungkin saja, volume alam semesta saat Anda mulai membaca artikel ini sudah jauh lebih kecil dari volume alam semesta saat Anda membaca kata terakhir di artikel ini.
Alam Semesta yang Mengembang Alam Semesta yang Mengembang Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/28/2016 05:25:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.