Bulan Purnama Terlihat Membesar Akhir Pekan Ini

Bulan Purnama. Kredit: Riza Miftah Muharram
Info Astronomy - Pada 16 Oktober 2016 mendatang, Bulan akan memasuki fase penuh alias Bulan Purnama. Yang menarik dari Bulan Purnama pada Oktober ini adalah, Bulan akan berada di titik perigee atau titik terdekatnya dengan Bumi, sehingga Bulan akan tampak sedikit lebih besar.

Sekali dalam setiap bulan kalender, Bulan Purnama bisa berjarak lebih dekat dengan Bumi kita di orbitnya yang elips. Bulan Purnama pada 16 Oktober akan terjadi pada pukul 11:23 WIB, sementara Bulan baru akan mencapai titik perigee tepatnya pada pukul 06:36 WIB keesokan harinya, 17 Oktober 2016.

Dengan begitu, proses ketika Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi bertepatan dengan Bulan yang telah terbenam di langit Indonesia. Walau begitu, pada malam 16 Oktober 2016 kita sudah bisa menikmati Bulan Purnama yang kenampakan diameter sudutnya sedikit lebih besar.

Bulan Purnama di perigee (seperti pada 16 Oktober ini) sering disebut sebagai supermoon. Namun, ami sendiri lebih suka menyebut supermoon sebagai Bulan Purnama yang berjarak paling dekat dengan Bumi dalam setahun. Dan di tahun 2016 ini, supermoon akan terjadi pada 14 November 2016 mendatang.

Bulan Purnama pada 14 November 2016 yang merupakan supermoon akan terjadi pada pukul 19:23 WIB. Peristiwa supermoon pada bulan depan tersebut merupakan supermoon terdekat sejak tahun 1948!

Yang perlu diingat adalah, walau Bulan Purnama berada di titik perigee, kenampakannya tidak akan luar biasa besar. Bahkan hanya akan tampak seperti Bulan Purnama biasa bagi orang awam yang tidak mengetahui kalau Bulan berada di titik perigee.

Bulan yang Tampak Besar Saat Senja dan Dini Hari

Sering melihat Bulan yang tampak lebih besar saat senja di langit timur atau saat dini hari di langit barat? Tenang, Anda tidak sendiri. Penulis juga sering melihatnya, terlebih ketika Bulan telah masuk fase Bulan Purnama.

Anda yang melihatnya mungkin akan terkejut, menganggap bahwa supermoon atau gerhana Bulan sedang terjadi. Tapi faktanya, tidak seperti itu. Bulan yang tampak lebih besar adalah efek dari atmosfer Bumi di wilayah dekat cakrawala. Ini biasanya terjadi saat Bulan baru terbit atau akan terbenam.

Bukan, hal tersebut bukan tanda kiamat.  Bulan lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi atau zenith. Karena itu ketika Anda melihat Bulan terbit di cakrawala, biasanya sore hari di fase Bulan Purnama, dan perlahan-lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.

Fenomena ini juga dikenal sebagai Ilusi Bulan dan juga sama kasusnya dengan Matahari. Ilusi ini terjadi karena ketika Bulan atau Matahari sedang di cakrawala. Secara tidak sadar kita membandingkan mereka dengan obyek latar depan seperti pohon, rumah, gunung atau kadang dengan cakrawala itu sendiri sehingga Bulan atau Matahari tampak lebih besar dibanding ketika Bulan atau Matahari menggantung sendirian di langit.

Ada juga yang menduga kalau ilusi tersebut terjadi karena pembiasan. Tapi, pembiasan atmosfer hanya perpengaruh pada penggepengan piringan Bulan atau Matahari dan juga perubahan warna menjadi lebih merah.

Fakta Menarik: Bulan Purnama pada 16 Oktober 2016 dijuluki sebagai Hunter's Moon. Julukan ini didapat karena Bulan Purnama Oktober terjadi tepat setelah Harvest Moon, yang mana merupakan Bulan Purnama pada Agustus 2016 kemarin. Dan karena tepat berada di perigee, julukannya menjadi Super Hunter's Moon!
Bulan Purnama Terlihat Membesar Akhir Pekan Ini Bulan Purnama Terlihat Membesar Akhir Pekan Ini Reviewed by Riza Miftah Muharram on 10/14/2016 03:50:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.