Bumi: Kerikil di Alam Semesta, Rumah Kita Semua

Bumi. Kredit: NASA/Wikimedia Commons
Info Astronomy - Pernah kami mendapat pertanyaan, "Kenapa repot-repot mencari planet lain? Kenapa tidak merawat Bumi?". Hari Bumi ini bisa saja menjadi momentum, tapi bisakah kita bersama-sama merawat Bumi? Bukankah kita terlalu malas untuk mengikuti Earth Hour kemarin padahal sekadar mematikan lampu?

Hari Bumi sendiri merupakan salah satu kampanye global terbesar di dunia, di samping Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Air Sedunia, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif manusia Bumi akan kelestarian lingkungan hidup.

Pada peringatan Hari Bumi ke-46 tahun 2016 ini, fokus utama yang kemudian dijadikan tema peringatan adalah Trees for The Earth; Pohon untuk Bumi. Tema ini mengajak semua orang di muka Bumi untuk menanam pohon.

Disadari atau tidak, Bumi kita terus kehilangan pohon. Diperkirakan lebih dari 15 miliar pohon di Bumi ditebang setiap tahunnya. Laju kehilangan pohon ini setara dengan luas 48 lapangan sepak bola setiap menitnya.

Padahal pohon memiliki manfaat yang besar bagi Bumi dan kehidupan di atas Bumi, termasuk bagi manusia. Pohon mampu menjadi pembersih udara yang menyerap CO2 dari atmosfer dan menggantikannya dengan oksigen yang kita hirup setiap saat. Pohon juga mampu menyerap berbagi gas polutan seperti nitrogen oksida, amonia, sulfur dioksida dan ozon, serta partikulat lainnya.

Dalam setahun dibutuhkan sedikitnya 96 pohon untuk dapat membersihkan CO2 yang dihasilkan oleh satu orang. Sehingga dengan melakukan penanaman sebatang pohon, akan menjadi sebuah sumbangan yang besar bagi Bumi dan lingkungan hidup. Apalagi dengan ditambah membiasakan berbagai perilaku yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin mematikan lampu dan barang elektronik untuk merawat Bumi sangat sulit kita lakukan, namun bagaimana dengan menanam pohon? Kita bisa lakukan dengan menanamnya di halaman rumah, setidaknya satu rumah memiliki satu pohon.

Marilah kita semua tingkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan lingkungan di Bumi, lakukanlah gerakan nyata, sebuah kontribusi nyata untuk merawat Bumi kita, bukan hanya sekadar teriak atau ucapan di media sosial berupa: Jaga Bumi Kita. Basi sekali.

Sekali lagi, selamat Hari Bumi 2016, tak perlu selebrasi atau perayaan, Bumi hanya butuh kesadaran kita. Jangan ragu untuk ikut ambil bagian dalam aksi kecil yang akan berdampak besar bagi kelangsungan kehidupan di muka Bumi. There's no emergency planet.
Bumi: Kerikil di Alam Semesta, Rumah Kita Semua Bumi: Kerikil di Alam Semesta, Rumah Kita Semua Reviewed by Riza Miftah Muharram on 4/22/2016 09:24:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.