Ada Planet IX di Tepi Tata Surya, Tapi Di Mana Tepatnya?

Ilustrasi Planet Nine alias Planet IX di tepi Tata Surya. Kredit: Caltech/R. Hurt (IPAC)
Info Astronomy - Dunia sains sempat dihebohkan baru-baru ini, ketika dua astronom dari California Institute of Technology (Caltech) mengumumkan bahwa ada sebuah planet baru yang menunggu untuk ditemukan yang terletak di tepi Tata Surya kita. Tapi, di manakah letak planet ini sebenarnya?

Kemungkinan adanya Planet Nine, begitu julukannya, atau Planet IX (sembilan dalam angka romawi) alias Planet Kesembilan dianggap cukup besar, dengan perkiraan massa sekitar sepuluh kali massa Bumi dan radius dua hingga empat kali lebih besar dari Bumi. Planet ini mencirikan dirinya sebagai obyek yang mirip Planet Neptunus.

Apa yang benar-benar luar biasa dari Planet Kesembilan, adalah jalur lintasan orbitnya yang sangat panjang. Planet ini diperkirakan memakan waktu antara 10.000 hingga 20.000 tahun untuk sekali mengorbit Matahari kita, dibandingkan dengan Bumi yang hanya 365-366 hari. Planet IX ini memiliki orbit elips yang membentang jauh melampaui Sabuk Kuiper!

Sabuk Kuiper adalah sebuah struktur cincin yang mengelilingi Tata Surya, letaknya di tepi Tata Surya (di luar orbit Neptunus) dan terdiri dari benda-benda es (termasuk Pluto). Neptunus sendiri mengorbit sekitar 30 kali lebih jauh dari jarak Bumi-Matahari, atau sekitar 30 Satuan Astronomi (SA, di mana 1 SA adalah 150 juta km). Sedangkan Pluto memiliki orbit elips yang membawanya pada jarak sedekat 29.7 SA dari Matahari, dan jarak terjauhnya 50 SA dari Matahari.

Dalam makalah ilmiah yang diterbitkan di Astronomical Journal, orbit Planet IX yang elips berada pada jarak 200 SA pada titik terdekatnya dengan Matahari dan antara 500 SA hingga 1200 SA di titik terjauhnya dengan Matahari. Dan ketika planet ini berada di titik terdekatnya, kita tetap tidak bisa melihatnya di langit, bahkan dengan teleskop sekalipun!

Untuk mengamatinya, akan memerlukan teleskop terbesar di dunia, seperti Teleskop Keck yang miliki diameter 10 meter dan Teleskop Subaru milik Jepang yang memiliki diameter 8,2 meter. Keduanya terletak di Mauna Kea, Hawaii. Para astronom memiliki harapan untuk melihat Planet IX ini dengan kedua teleskop tersebut.

Gravitasi Hanti
Yang menarik adalah, belum ada satupun astronom yang berhasil melihat Planet IX ini secara langsung. Dengan kata lain, planet ini belum terlihat secara optik sama sekali. Jadi mengapa para astronom yakin kalau ada Planet IX di tepi Tata Surya sana? Dan bagaimana kita bisa tahu begitu banyak tentang Planet IX ini?

Faktanya, keberadaan Planet Kesembilan merupakan penjelasan yang paling cocok untuk menjelaskan orbit enam obyek yang jauh lainnya di tepi Tata Surya yang aneh nan berantakan.

Ilustrasi orbit Planet Kesembilan, dan enam obyek lainnya. Kredit: Caltech/R. Hurt (IPAC)
Apa yang aneh dari enam obyek lainnya di tepi Tata Surya ini adalah bahwa mereka memiliki orbit yang aneh tapi sangat mirip satu sama lain. Orbit dari obyek-obyek ini saling menyikut dari keteraturan, namun mereka semua bisa bersama-sama saling menjaga orbitnya.

Yang pertama kali ditemukan dari enam obyek tepi Tata Surya ini adalah Sedna. Diamati pada tahun 2003, saat ia mendekati perihelion (titik terdekat dengan Matahari). Pengamatan dan penelitian Sedna menemukan bahwa ia memiliki orbit 11.400 tahun untuk sekali mengorbit Matahari!

Apa yang membuat Sedna memiliki orbit yang sedemikian rupa? Bahkan Sedna juga melampaui tarikan gravitasi Neptunus, sehingga pasti ada "sesuatu" yang lain, dan kemungkinan merupakan sebuah planet besar atau mungkin ada bintang yang sengaja lewat? Sayangnya, teori adanya planet besar lebih diterima para ilmuwan. Planet Kesembilan ini mengacaukan orbit Sedna bersama dengan lima obyek lainnya di sana.

Dan masih ada lagi. Apa yang membuat sains menjadi lebih baik adalah ketika para ilmuwan menjalankan sebuah model yang bisa menjelaskan sesuatu. Dan model simulasi dari Planet Kesembilan memprediksi bahwa seharusnya juga ada sebuah obyek lain di Sabuk Kuiper yang memiliki orbit tegak lurus terhadap bidang Tata Surya.

Penelitian Lebih Jauh
Jika Planet Kesembilan memang benar-benar ada, itu bukan pertama kalinya umat manusia menemukan sebuah planet di Tata Surya secara teoritis sebelum diamati secara langsung. Pada tahun 1845, penyimpangan dalam orbit Uranus, mengisyaratkan mungkin ada Planet Kedelapan di Tata Surya, dan pada tahun 1846, Planet Kedelapan tersebut ternyata Neptunus, dan berhasil diamati hingga saat ini.

Para ilmuwan saat ini sedang merancang model simulai yang bisa memprediksi keberadaan Planet Kesembilan, tetapi prediksi ini juga harus diuji. Para astronom telah mulai mencari melalui survei astronomi, seperti survei WISE, Catalina Sky Survey, dan survei Pan STARRS dengan harapan mereka bisa melihat Planet Kesembilan dengan jelas dan terbukti valid.

Sejauh ini, belum ada laporan yang berhasil melihat. Kesimpulan lainnya, seperti yang dijelaskan dalam sebuah blog oleh astronom Mike Brown (yang mengusulkan keberadaan Planet Kesembilan bersama dengan rekannya Konstantin Batygin) menjelaskan bahwa Planet Kesembilan, jika ada, kemungkinan berada di tempat yang paling sulit untuk ditemukan dari Bumi.

Tampaknya, saat ini Planet Kesembilan sedang berada di titik terjauh dari Matahari, setidaknya sekitar jarak 500 SA, sehingga diperkirakan memiliki magnitudo semu +22 (yang 1.500 kali lebih redup dari magnitudo Pluto).

Apapun itu, berburu Planet Kesembilan menggunakan teleskop-teleskop terkuat yang ada di Bumi harus dilakukan, tentu juga dilengkapi data-data ilmiah yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan. Jika planet ini benar-benar ada dan ditemukan, Tata Surya akan kembali memiliki sembilan planet lagi.
Ada Planet IX di Tepi Tata Surya, Tapi Di Mana Tepatnya? Ada Planet IX di Tepi Tata Surya, Tapi Di Mana Tepatnya? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 1/22/2016 12:30:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.