Perubahan Iklim: Pilih Bumi Selamat atau Sekarat?

Kredit: Earth Hour, WWF
Info Astronomy - Puluhan ribu orang dari seluruh dunia bergabung pada salah satu tingkat partisipasi aktivis terbesar untuk membicarakan perubahan iklim. Pada pertemuan tersebut, para pemimpin dunia juga berkumpul pada Konferensi Perubahan Iklim 2015 atau COP 21 di Paris yang bertajuk "There is No Planet B" yang dapat manusia huni.

Apa itu COP21?
COP singkatan Conference of Parties, pertemuan tahunan yang menjadi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Total 195 negara tergabung dalam konferensi ini, termasuk Indonesia. Ini adalah pertemuan ke-21 (COP21), sejak pertama pada 1995 di Berlin.

Tujuan COP 21 adalah mengevaluasi kemajuan dalam menangani perubahan iklim dan menegosiasikan perjanjian dan menetapkan tujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan dampak utama perubahan iklim. Pertemuan sebelumnya, termasuk COP3 di Kyoto, Jepang menghasilkan Protokol Kyoto; COP11 menghasilkan Rencana Aksi Montreal; dan COP15 di Kopenhagen, Denmark, yang dianggap gagal karena tidak tercapainya perjanjian yang mengikat.

Apa tujuan COP21?
Tujuan COP21 Paris untuk mencapai kesepakatan yang mengikat secara hukum, dengan partisipasi semua bangsa, untuk menjaga pemanasan global di bawah ambang 2 derajat celcius seperti yang diprediksi para ilmuwan (mengacu pada peningkatan rata-rata suhu global sejak Revolusi Industri).

Hal itu tidak mudah dicapai karena setelah Bumi mengalami peningkatan suhu 0,85 derajat celsius sejak 1880, menurut Pertemuan Antar-negara tentang Perubahan Iklim tahun 2014, banyak ilmuwan mengatakan gas rumah kaca sudah dipancarkan ke atmosfer mengunci kita di dalamnya. Oleh karena itu, perlu pengurangan emisi yang signifikan, terutama dari negara penghasil emisi terbesar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, dan komitmen untuk pembangunan berkelanjutan dari semua negara.

Siapa saja yang akan berada di sana?
Dengan lebih dari 40.000 delegasi dari 195 negara di seluruh dunia,COP21 akan menjadi pertemuan besar. Bahkan, ini adalah konferensi terbesar yang pernah diselenggarakan di Perancis. Presiden Perancis, Francois Hollande akan menyambut banyak pemimpin besar dunia, termasuk Presiden AS Barack Obama, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi, pemimpin tiga negara dengan emisi karbon terbesar.

Banyak pemimpin nasional akan hadir mengawali COP21. Diharapkan mereka memulai negosiasi dengan memanfaatkan momentum politik. Ini adalah perubahan dari COP15 di Kopenhagen, ketika kepala negara, termasuk Obama, datang dalam negosiasi di dua hari terakhir. Akibatnya waktu itu, negosiasi berjalan lambat dan pembicaraan terhenti sehingga delegasi terlihat frustrasi dan mengecewakan.

Apa yang diperlukan COP21 agar berhasil?
Tujuan COP21 sangat jelas: semua negara harus mengadopsi perjanjian yang mengikat secara hukum untuk mengurangi emisi karbon global dan menjaga pemanasan di bawah ambang batas 2 derajat. Kesepakatan apapun yang tidak disertai dengan penandatanganan perjanjian, seperti pertemuan di Kopenhagen 2009, akan dianggap gagal.

Pembatasan dalam Protokol Kyoto akan habis pada tahun 2020. Jadi COP21 sangat penting bagi negara-negara COP21 meninggalkan Paris dengan kesepakatan baru yang akan dimulai 2020 sehingga memungkinkan perubahan jangka panjang.

Negosiasi di Paris tidak hanya fokus pada komitmen untuk mengurangi gas rumah kaca, tetapi juga aspek keuangannya. Pertemuan sebelumnya telah menetapkan komitmen negara-negara maju untuk membantu negara berkembang mengantisipasi perubahan iklim melalui pembangunan berkelanjutan, sebesar US$ 100 miliar per tahun mulai tahun 2020.

Dari mana sumber uang yang menjadi titik negosiasi utama? Apa peran yang akan dimainkan kalangan bisnis? Menjawab pertanyaan masalah keuangan akan sangat penting untuk menentukan keberhasilan atau kegagalan pertemuan di Paris.

Mengapa penting untuk kita?
Dengan asumsi Anda dan kita semua akan tinggal di Bumi selama beberapa dekade mendatang, kita akan terpengaruh perubahan iklim yang mengharuskan kita untuk peduli terhadap hasil konferensi iklim Paris karena akan menjadi bentuk respon internasional terhadap perubahan iklim buatan manusia.

Perubahan iklim menyebabkan gelombang panas lebih sering dan ekstrem, kekeringan, dan banjir bandang. Cuaca ekstrem, gletser mencair, dan lapisan es yang menambah tinggi permukaan air laut, akan terus dan mempengaruhi kehidupan ratusan juta penduduk pesisir di seluruh dunia. Efek lain seperti kelangkaan air dan perubahan suplai makanan juga akan hadir dan negara berkembang terdampak secara tidak proporsional.

Jadi, saat musim liburan di bulan Desember ini, luangkan waktu satu menit dari waktu Anda untuk mengawasi proses pertemuan di Paris sebab nasib dunia sedang dipertaruhkan.

Pilih Bumi selamat, atau sekarat?

Tempo, Nature, Discovery
Perubahan Iklim: Pilih Bumi Selamat atau Sekarat? Perubahan Iklim: Pilih Bumi Selamat atau Sekarat? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 12/08/2015 02:30:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.