Katai Putih Terpanas Ditemukan, 45 Kali Lebih Panas dari Permukaan Matahari

Ilustrasi. Kredit: Getty Images
Info Astronomy - Para astronom dari University of Tübingen dan University of Potsdam telah berhasil mengidentifikasi sebuah bintang katai putih terpanas yang pernah ditemukan di galaksi kita. Dengan suhu diperkirakan 250.000 derajat Celcius, bintang sekarat di pinggiran Bima Sakti ini sudah memasuki fase pendinginan.

Ini juga merupaka pengalaman pertama para astronom dari kedua universitas di atas untuk mengamati awan gas intergalaksi yang bergerak menuju Bima Sakti, yang menunjukkan bahwa galaksi mengumpulkan material-material dari luar angkasa, yang dapat digunakan untuk menciptakan bintang baru. Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics.

Bintang katai putih ini relatif memiliki massa yang rendah, seperti Matahari kita, dan memiliki suhu yang sangat panas menjelang akhir kehidupannya. Suhu permukaan Matahari bahkan kalah panas dari katai putih ini, Matahari memiliki suhu permukaan sekitar 6.000 derajat Celcius, sejak kelahirannya 4,6 miliar tahun yang lalu.

Nantinya, beberapa tahun sebelum sumber energi nuklir Matahari habis dalam waktu sekitar lima miliar tahun dari sekarang, Matahari akan mencapai suhu 30 kali lebih panas dari suhunya saat ini, atau sekitar 180.000 derajat Celcius sebelum mendingin sebagai katai putih. Simulasi komputer menunjukkan bahwa sebuah bintang bisa menjadi lebih panas dari suhu Matahari di masa depan. Suhu tertinggi sebuah bintang sekarat bisa mencapai 200.000 derajat Celcius!

Menariknya, evaluasi peneliti dari spektrum ultraviolet yang didata melalui Teleskop Antariksa Hubble, mencatat sebuah rekor baru di mana sebuah bintang sekarat bisa mencapai suhu 250.000 derajat Celcius. Sebuah suhu yang hanya bisa dicapai oleh bintang yang memiliki massa sekitar 5 kali lebih besar dari Matahari kita.

Diagram letak katai putih RX J0439.8-6809. Kredit: University of Postdam
Bintang katai putih, yang bernama resmi RX J0439.8-6809 (ya, kalian boleh abaikan membaca namanya, atau sebut saja "Bunga"), telah memasuki tahap pendinginan. Bintang ini tampaknya telah mencapai suhu maksimum yang mencapai 400.000 derajat Celcius sekitar seribu tahun yang lalu.

Sayangnya, komposisi kimianya belum bisa dipahami para astronom. Sebuah analisis menunjukkan bahwa karbon dan oksigen ternyata hadir di permukaannya, sebuah gas hasil dari fusi nuklir helium, proses yang biasanya berlangsung jauh di dalam inti bintang.

RX J0439.8-6809 pertama kali terlihat manusia Bumi lebih dari 20 tahun yang lalu, muncul bagai titik di langit yang sangat terang dalam citra sinar-X, yang secara tidak langsung menunjukkan sumber panas yang luar biasa pada permukaannya.

Awalnya, bintang katai putih ini melakukan fusi nuklir di permukaannya menggunakan hidrogen yang diambil dari bintang pendampingnya. Para astronom juga mengasumsikan katai putih ini terletak di galaksi tetangga kita, Awan Magellan Besar. Namun, data Hubble yang terbaru menunjukkan bahwa bintang katai putih ini berada di pinggiran Bima Sakti, dan bergerak menjauh dari kita dengan kecepatan 220 kilometer per detik!

Spektrum ultraviolet bintang katai putih ini menandakan sebuah kejutan lain. Spektrum tersebut menunjukkan adanya gas yang bukan milik sang bintang, yang tidak lain merupakan bagian dari awan gas yang terletak di antara Bima Sakti dan katai putih RX J0439.8-6809. Efek Doppler memungkinkan para peneliti untuk menentukan bahwa awan gas ini bergerak menjauh dari katai putih pada kecepatan sekitar 150 kilometer per detik dan bergerak ke arah Bima Sakti.
Katai Putih Terpanas Ditemukan, 45 Kali Lebih Panas dari Permukaan Matahari Katai Putih Terpanas Ditemukan, 45 Kali Lebih Panas dari Permukaan Matahari Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/30/2015 12:06:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.