Gerhana Matahari Terjadi 350 Tahun Sekali? Keliru!

Gerhana Matahari Total 21 Agustus 2017 di Idaho, Amerika Serikat. Kredit: NASA
Info Astronomy - Banyak yang bingung mengapa gerhana Matahari total terjadi lagi pada 21 Agustus 2017. Padahal, gerhana Matahari total sebelumnya sudah terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Mereka beranggapan bahwa gerhana Matahari terjadi 350 tahun sekali. Sayangnya, hal tersebut keliru.

Faktanya, selalu ada antara 2 sampai 5 peristiwa gerhana Matahari setiap tahunnya, yang masing-masing gerhana Matahari tersebut terlihat di lokasi yang berbeda-beda, tidak persis sama dan tidak bisa dilihat di seluruh penjuru Bumi sekaligus.

Contohnya tahun ini, 2017 mendapat jatah 2 peristiwa gerhana Matahari. Gerhana pertama terjadi pada 26 Februari 2017, yakni gerhana Matahari cincin yang terlihat di Cile, Argentina, dan sebagian besar Afrika. Sementara gerhana Matahari kedua adalah pada 21 Agustus 2017 yang melintasi Amerika Serikat dari pantai barat ke pantai timurnya.

Sering terjadinya gerhana Matahari juga bukan pertanda buruk, setidaknya dalam konteks ilmiah, karena memang hanya peristiwa biasa ketika Bulan menghalangi Matahari dalam pandangan dari Bumi. Justru inilah saat yang ditunggu-tunggu untuk belajar lebih jauh tentang benda-benda langit, khususnya Matahari dan Bulan.

Lalu, mengapa ada yang beranggapan bahwa gerhana terjadi 350 tahun sekali? Ini sebenarnya adalah salah pemahaman. 350 tahun, atau lebih tepatnya 375 tahun, adalah waktu yang diperlukan bagi sebuah peristiwa gerhana Matahari kembali ke lokasi yang sama. Ingat ya, lokasi yang sama, bukan negara yang sama.

Itu artinya, suatu lokasi yang sama secara rata-rata bisa mengalami satu kali gerhana Matahari total dalam 375 tahun. Misalnya, bila Jakarta dilalui jalur gerhana Matahari total hari ini, maka butuh 375 tahun agar jalur gerhana total bisa melintasi Jakarta lagi. Walau begitu, angka ini hanyalah data statistik. Bisa kurang dari 375 tahun, bahkan bisa lebih dari 1.000 tahun.

Setiap peristiwa gerhana Matahari memiliki jalur gerhana yang berbeda-beda. Jalur gerhana terbentuk dari bayangan umbra yang dihasilkan ketika Bulan menghalangi Bumi. Orang-orang yang tinggal di lokasi yang dilalui jalur gerhana total dapat menyaksikan gerhana Matahari total.

Gerhana Matahari Selanjutnya

Karena bukan merupakan peristiwa yang langka, gerhana Matahari selanjutnya akan terjadi dalam enam bulan mendatang, tepatnya pada 15 Februari 2018. Untuk gerhana selanjutnya ini, yang berkesempatan untuk mengamatinya adalah negara-negara di Amerika Selatan bagian paling ujung selatan dan sebagian besar benua Antartika.

Gerhana Matahari Parsial 15 Februari 2018. Kredit: Fred Espenak
Gerhana Matahari pada 15 Februari 2018 mendatang merupakan peristiwa gerhana Matahari parsial, yakni ketika Bulan hanya menggerhanai sebagian wajah Matahari saja dalam pandangan dari Bumi. Sayangnya, Indonesia belum kebagian untuk mengamati gerhana tersebut.

Kita di Indonesia masih perlu menunggu hingga 26 Desember 2019 untuk menyaksikan gerhana Matahari lagi pasca-gerhana yang terjadi pada 9 Maret 2016. Bedanya gerhana 2019 dengan yang telah terjadi pada 2016 di Indonesia adalah jenisnya. Gerhana Matahari 26 Desember 2019 merupakan gerhana Matahari cincin, yang terjadi ketika Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi saat menggerhanai Matahari.

Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019. Kredit: Fred Espenak
Berdasarkan peta gerhana Matahari cincin 26 Desember 2019 di atas, wilayah daratan Indonesia yang dilalui jalur gerhana (berwarna merah) adalah Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Itu artinya, wilayah daratan lain yang tidak dilalui jalur gerhana hanya mendapatkan gerhana Matahari parsial saja.

Jadi, tidak perlu menunggu selama 350 atau 375 tahun untuk mengamati gerhana Matahari di Indonesia. Sebab dalam dua tahun mendatang, kita akan kebagian gerhana Matahari lagi!


Sumber: Timeanddate.com, Space.com.
Gerhana Matahari Terjadi 350 Tahun Sekali? Keliru! Gerhana Matahari Terjadi 350 Tahun Sekali? Keliru! Reviewed by Riza Miftah Muharram on Agustus 22, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!