Begini Cara Astronom Temukan Planet Luar Surya

Begini Cara Astronom Temukan Planet Luar Surya
Gambaran planet di luar tata surya kita. Kredit: NASA/ESA
Info Astronomy - Planet luar surya atau kita sebut exoplanet (extrasolar planet) merupakan planet yang mengitari bintang-bintang lain selain Matahari di alam semesta.

Tahun 1992, exoplanet pertama ditemukan oleh Aleksander Wolszczan dan Dale Frail mengorbit pada pulsar PSR 1257+12. Tapi masa itu belum benar diyakini exoplanet ada. Karena masih pada keyakinan planet itu seperti di Tata Surya kita yang mengitari bintang serupa Matahari.

Tahun 1995 merupakan kebangkitan extrasolar planet yang ditandai penemuan planet di bintang serupa Matahari yakni bintang 51 Pegasi.

Exoplanet pertama yg ditemukan merupakan planet gas raksasa atau yang biasa disebut "Hot-Jupiter", ditemukan oleh Michel Mayor dan Didier Queloz.

Sejak itu extrasolar planet semakin berkembang. Kehadiran instrumentasi yang semakin presisi sangat membantu dalam mencari exoplanet. Sampai saat ini sudah ditemukan 1706 planet dan ada 2903 kandidat planet yang belum dikonfirmasikan.

Sulitnya menemukan exoplanet
Untuk menemukan planet di bintang lain itu tidak mudah. Lihatlah bagaimana penampakan planet-planet lain di Tata Surya ataupun bintang di langit.

Planet seperti Jupiter, Venus, Mars tampak seperti titik terang di langit sedangkan bintang juga tampak seperti titik cahaya di langit malam.

Planet adalah obyek yang bergerak mengelilingi bintang. Ukuran planet itu sangat kecil dibanding bintang. Jika bintang yang sangat besar tampak seperti titik di langit, bagaimana bisa menemukan planet yang jauh lebih kecil dari bintang.

Bintang sangat terang sedangkan planet sangat redup. Jika bintang yang amat terang tampak seperti titik, lalu bagaimana dengan planet yang tak punya cahaya?

Analoginya adalah, cobalah berdiri pada jarak 1 km dari mobil dengan lampu menyala dan lihatlah lampu mobil tersebut. Jika ada nyamuk atau kunang-kunang lewat apakah kamu bisa melihatnya?

Cara astronom menemukan exoplanet
Cara paling mudah untuk menemukan exoplanet adalah dengan pengamatan langsung. Tapi hanya bisa untuk bintang-bintang dekat dengan planet raksasanya.

Tapi berhubung hampir tak mungkin lihat langsung. Cara lain yang paling ampuh adalah dengan pengamatan tak langsung.

Jadi yang dilihat adalah perubahan pada bintang, atau lebih tepatnya perubahan pada cahaya bintang akibat interaksi dengan planet yang mengelilinginya.

Para astronom menggunakan metode tak langsung untuk menemukan planet di bintang lain. Ada beberapa metode tak langsung yang digunakan.

Pertama, kecepatan radial. Astronom melihat gangguan yang disebabkan oleh gravitasi planet saat ia mengitari bintang.

Meski gangguannya kecil, tapi bintang tampak goyang dan kecepatan bintang akan berubah. Bintang tampak gerak mendekat atau menjauh.

Para astronom melihat goyang bintang pada perubahan di spektrum cahaya bintang. Jika bintang mendekati Bumi, garis spektrumnya ke arah biru. Jika bintang menjauhi Bumi, garis spektrumnya ke arah merah.

Kedua, metode transit. Saat planet melintas di antara bintang dan pengamat, cahaya bintang akan meredup seperti berkedip karena tertutupi planet. Metode transit ini yang digunakan wahana Kepler untuk mencari planet di bintang lain.

Ketiga, astrometri. Teknik ini digunakan untuk mengukur perbedaan posisi bintang yang disebabkan oleh planet yang tengah mengorbit. Namun perubahannya akan sangat kecil sehingga mencari exoplanet dengan metode ini juga sangat sukar.

Keempat, metode lensa mikrogravitasi. Teknik ini memanfaatkan papasan dua bintang. Kedua bintang yang diamati ada yang dekat, ada yang jauh.

Bintang yang jauh lebih terang dari bintang yang dekat dengan pengamat. Sedangkan bintang yang lebih dekat sangat redup.

Ketika bintang yang lebih dekat melintas di depan bintang yang jauh, gravitasinya menyebabkan cahaya bintang jauh tampak melengkung.

Saat perlintasan, bintang latar belakang tampak menguat sesaat, artinya ada planet yang mengorbit bintang dekat yang memperbesar penguatan.

Pada kejadian tersebut, planet yang ada di bintang latar depan berfungsi sebagai lensa kedua dalam efek penguatan tersebut.

Dan terakhir atau kelima, periode pulsar. Pulsar memancarkan gelombang radio secara teratur saat berotasi. Anomali pada denyut pulsar dapat digunakan untuk menelusuri gerak pulsar.

Nah, itulah beberapa cara astronom menemukan planet di luar tata surya kita. Sangat sederhana namun rumit. Dan alhasil, kita semua tahu di jagad raya ini ada banyak sekali planet.
Begini Cara Astronom Temukan Planet Luar Surya Begini Cara Astronom Temukan Planet Luar Surya Reviewed by Riza Miftah Muharram on 8/25/2014 05:30:00 PM Rating: 5

1 komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.