Menanti Puncak Hujan Meteor Eta Akuarid 2018

Hujan meteor. Kredit: NightChina.net
Info Astronomy - Setelah Juli lalu kita mengamati hujan meteor Lyrid, di awal Agustus ini kita berkesempatan melihat peristiwa hujan meteor Eta Akuarid. Apa itu hujan meteor, jam berapa munculnya, dan bagaimana cara mengamatinya?

Meskipun sebenarnya hujan meteor Perseid lah yang lebih terkenal pada Agustus ini, hujan meteor Eta Akuarid rupanya juga cukup menarik untuk diamati.

Puncak hujan meteor Eta Akuarid, ketika meteor paling banyak terlihat, terjadi mulai tengah malam hingga menjelang Matahari terbit tanggal 6 Agustus. Pada puncaknya ini, intensitas kemunculan meteor bisa mencapai 15-20 meteor per jam.

Cara Mengamatinya

Berbaring dan bersantailah. Dua kata itu adalah kunci untuk mengamati peristiwa langit hujan meteor. Tidak perlu teleskop dan simpan gawaimu.

Sebuah hujan meteor memiliki titik radian, atau titik kemunculan. Untuk hujan meteor Eta Akuarid ini, titik radiannya adalah dari Eta Aquarii, salah satu bintang terang di rasi bintang Akuarius. Beruntungnya kita yang berada di ekuator, rasi bintang Akuarius bisa terlihat jelas.

Titik radian hujan meteor Eta Akuarid. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy
Meskipun meteor Eta Akuarid memiliki titik radian, kamu sebenarnya tidak perlu menatap secara terus menerus ke arah titik radian itu untuk menemukan meteor. Jika kamu melakukannya, kamu mungkin akan kehilangan meteor yang bisa muncul dari segala penjuru langit.

Cara terbaik untuk melihat meteor adalah dengan berbaring di kursi santai sambil melihat langit malam. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pemandangan terluas dan tidak perlu memaksakan leher untuk mendongak, pegal~

Mengapa Hujan Meteor Ini Terjadi?

Apakah ini tanda akan terjadi bencana? Tampaknya bukan, kecuali memang ada meteor besar yang menabrak Bumi. Tapi untungnya, meteor-meteor yang muncul pada peristiwa ini berukuran sangat kecil, mulai dari sebutir pasir sampai sebesar bola kasti saja, sehingga akan terbakar habis di atmosfer sebelum mencium permukaan Bumi.

Hujan meteor merupakan peristiwa masuknya debris atau puing-puing meteoroid ke atmosfer. Terjadi ketika Bumi, dalam orbitnya mengelilingi Matahari, melintasi jalur yang pernah dilalui sebuah komet. Ya, dalam mengelilingi Matahari, sebuah komet dapat meninggalkan debris di sepanjang orbitnya.

Ketika Bumi melintasi jalur bekas orbit komet ini, maka debris tadi akan tertarik gravitasi Bumi. Ketika mencoba memasuki atmosfer, debris akan terbakar, dan kita di Bumi mengamatinya sebagai meteor. Karena jumlahnya banyak, maka disebutlah secara kolektif sebagai hujan meteor.

Asal muasal hujan meteor Eta Akuarid belum jelas diketahui. Namun, menurut Bill Cooke, pengamat meteor dari NASA, hujan meteor ini berasal dari debris Komet Halley.

Sudah siap untuk mengamati hujan meteor Eta Akuarid? Carilah lokasi pengamatan yang masih gelap gulita minim polusi cahaya. Sebab, pengamatan di tengah kota akan sangat menyulitkan, atau bahkan tidak memungkinkan.

Semoga cuaca cerah dan selamat observasi!
BERIKAN KOMENTAR ()