Menanti Puncak Hujan Meteor Eta Akuarid 2018

Meteor. Kredit: Wally Pacholka
Info Astronomy - Mengawali Mei 2018, kita akan disuguhkan pemandangan menarik di langit: hujan meteor Eta Akuarid. Apa itu dan bagaimana cara mengamatinya?

Hujan meteor Eta Akuarid terjadi tiap tahunnya mulai sekitar akhir April hingga pertengahan Mei. Hujan meteor sendiri merupakan peristiwa masuknya meteoroid-meteoroid ke atmosfer Bumi sebagai "bintang jatuh" yang spektakuler.

Puncak hujan meteor Eta Akuarid, ketika meteor-meteor paling banyak terlihat, adalah mulai tengah malam hingga menjelang Matahari terbit tanggal 6-7 Mei 2018. Intensitas hujan meteor ini bisa mencapai 15-20 meteor per jam pada puncaknya, dengan catatan kamu mengamatinya di area gelap dan bebas polusi cahaya.

Lihat ke Arah Mana?

Meteor-meteor pada peristiwa hujan meteor ini akan seolah muncul dari arah Eta Akuarii, salah satu bintang terang di rasi bintang Akuarius. Para astronom bisa menyebut arah kemunculan ini sebagai titik radian.

Beruntungnya, karena Indonesia terletak di dekat garis ekuator Bumi, titik radian ini berada tinggi di langit. Dengan kata lain, Indonesia merupakan salah satu wilayah terbaik untuk mengamati hujan meteor Eta Akuarid.

Titik radian hujan meteor Eta Akuarid. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Cara Menemukan Meteor

Meskipun hujan meteor Eta Akuarid dikatakan akan memiliki titik radian di dekat bintang Eta Akuarii, kamu sebenarnya tidak perlu menatap terus-menerus ke arah titik radian tersebut untuk menemukan meteor.

Cara terbaik untuk melihat hujan meteor adalah dengan berbaring sambil menatap ke atas langit malam. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pemandangan langit yang luas. Tidak perlu mendongak, nanti lehermu pegal.

Dari Mana Asal Meteor Ini?

Hujan meteor berasal dari debris atau puing-puing yang ditinggalkan oleh komet atau asteroid di sepajang bekas jalur orbitnya. Ketika Bumi melintasi bekas jalur tersebut, debris tadi akan tertarik gravitasi Bumi, lalu masuk ke atmosfer dan terbakar sebagai meteor atau "bintang jatuh".

Dalam peristiwa hujan meteor Eta Akuarid, asalnya adalah dari Komet Halley, sebuah komet yang mendekati Matahari tiap 76 tahun sekali. Terakhir kali komet ini mencapai jarak terdekat dengan Matahari adalah pada 9 Februari 1986, dan baru akan mendekati Matahari lagi pada 28 Juli 2061.

Jadi, sembari menunggu Komet Halley kembali, kita bisa melihat "anak-anaknya" pada peristiwa hujan meteor Eta Akuarid ini.

Hujan meteor Eta Akuarid memang tidak menghasilkan banyak meteor per jam seperti halnya hujan meteor Perseid yang terjadi pada bulan Agustus, tetapi meteor-meteor yang muncul bakal terang, cukup terang untukmu terpesona.

Tenang saja, meteor-meteor yang muncul hanya berukuran sekitar satu milimeter, sehingga tidak ada kemungkinan untuk mereka mencium permukaan Bumi kita. Bumi akan melindungimu dengan atmosfernya, meteor-meteor akan terbakar habis di atmosfer sebelum mereka mencapai tanah.

Yang harus diperhatikan adalah, tak perlu menggunakan teleskop dan pakailah jaketmu. Jaket sangat penting karena pengamatan akan dilakukan di tengah-tengah dinginnya malam. Kamu harus ingat kalau aku tidak akan meminjamkan jaketku. Sebab kalau aku sakit, siapa yang akan menjagamu?

Semoga cuaca cerah. Selamat observasi!
Menanti Puncak Hujan Meteor Eta Akuarid 2018 Menanti Puncak Hujan Meteor Eta Akuarid 2018 Reviewed by Riza Miftah Muharram on Mei 03, 2018 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!