Asteroid dan Komet Menghujani Planet Mars dengan Molekul Organik

Ilustrasi. Kredit: Shutterstock
Info Astronomy - Menurut sebuah studi terbaru, asteroid dan komet berperan besar sebagai pemasok molekul organik terbesar ke planet Mars daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sebelumnya, para astronom berasumsi bahwa molekul organik di Mars berasal dari partikel debu dari luar angkasa. Namun kini, simulasi komputer yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan internasional yang dipimpin oleh astronom Belanda menunjukkan bahwa sepertiga molekul organik di Mars berasal dari asteroid dan komet.

Apa artinya hal ini? Dikutip dari Phys.org, pada tahun 2015, robot penjelajah Mars Curiosity menemukan sisa-sisa molekul organik di Mars. Para ilmuwan bertanya-tanya bagaimana molekul organik ini bisa ada di permukaan Planet Mars.

Para ilmuwan kala itu lantas bergagasan bahwa molekul organik tersebut berasal dari partikel debu antarplanet yang masuk ke atmosfer Mars. Partikel debu antarplanet itu sendiri ada di mana-mana di alam semesta. Bahkan ada pula di sekitar Bumi kita, yang ketika partikel tersebut mencoba memasuki atmosfer planet kita maka akan menyebabkan munculnya meteor atau "bintang jatuh".

Namun, studi terbaru ini berkata lain. Tim ilmuwan gabungan dari Institut Penelitian Antariksa SRON Belanda, Universitas Groningen, Universitas Utrecht dan Universitas California Santa Barbara, meneliti bahwa teori partikel debu tidak sepenuhnya benar.

Studi baru ini menyatakan bahwa beberapa molekul organik di permukaan Mars berasal dari asteroid dan komet. Untuk menyelidiki hal ini lebih jauh, mereka pun membangun model komputer tata surya kita yang termasuk ratusan ribu asteroid dan komet. Kemudian mereka menggunakan Peregrine, superkomputer dari Universitas Groningen, untuk menjalankan model komputer selama beberapa minggu.

Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa, planet Mars dihujani kurang lebih 192 ton karbon per tahun, dengan sekitar 129 ton karbon (67 persen) berasal dari partikel debu antarplanet. Sisanya? 50 ton karbon per tahun lainnya (26 persen) berasal dari asteroid dan 13 ton karbon (7 persen) di antaranya berasal dari komet.

Studi ini pun memiliki konsekuensi besar untuk misi Mars di masa depan maupun saat ini. Robot penjelajah Mars yang masih aktif di sana akan segera ditugaskan utnuk melihat secara dekat kawah-kawah hasil tumbukan asteroid di permukaan Mars. Di tempat itu, menurut para ilmuwan, banyak molekul organik yang bisa ditemukan.

Selanjutnya, penelitian ini juga memiliki implikasi untuk kemungkinan adanya kehidupan asing. Pemimpin studi ini, Kateryna Frantseva, dari Universitas Groningen, menjelaskan, "Di sekitar bintang lain ada juga asteroid dan komet ekstrasurya yang mungkin juga dapat menghujani permukaan planet asing di sana dengan karbon. Jika benar terjadi, maka bisa jadi ada air, material utama untuk kehidupan."

Kini, para peneliti memusatkan perhatian mereka pada planet Merkurius, di mana air telah ditemukan di sekitar area kutubnya. Mereka ingin memperkirakan berapa banyak air di Merkurius bisa dihasilkan oleh asteroid dan komet. Setelah itu, mereka ingin memperluas penelitian mereka ke sistem planet di sekitar bintang lain selain Matahari.

Yang jelas, seperti dilansir IFLScience, molekul organik tidak serta merta menyatakan bahwa ada entitas biologis di sana, bahkan jika ada dalam jumlah banyak di suatu planet. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Studi ini bisa dibaca lebih lengkap di jurnal Icarus.
Asteroid dan Komet Menghujani Planet Mars dengan Molekul Organik Asteroid dan Komet Menghujani Planet Mars dengan Molekul Organik Reviewed by Riza Miftah Muharram on Maret 15, 2018 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!