Melihat "Humanity Star", Bintang Buatan di Langit Malam

Satelit Humanity Star. Kredit: Thehumanitystar.com
Info Astronomy - Sudahkah Anda melihat kenampakan Humanity Star? Sebuah satelit kontroversial yang diluncurkan perusahaan antariksa Rocket Lab secara diam-diam ke luar angkasa pada 20 Januari 2018. Meski berdiameter hanya 1 meter, satelit ini bisa diamati dari permukaan Bumi dengan mata telanjang, lho!

Satelit ini dijuluki sebagai "bola disko". Bagaimana tidak, bentuknya bagaikan bola geodesik yang terbuat dari serat karbon dengan 76 panel yang sangat reflektif. Berada di orbit rendah Bumi, satelit tersebut berputar dengan cepat, serta bisa memantulkan sinar Matahari yang diterimanya sehingga dapat diamati dari permukaan Bumi.

Dengan kata lain, satelit Humanity Star ini bisa disebut juga sebagai bintang buatan. Dilansir IFLScience, satelit ini mengorbit Bumi setiap 90 menit, dengan jalur orbitnya yang vertikal dari kutub ke kutub.

Dalam pandangan dari Bumi, satelit ini akan menciptakan kilau cahaya ketika ia melintas di langit. Pernah melihat kenampakan Stasiun Luar Angkasa Internasional di langit? Kurang lebih seperti itu pula kenampakan Humanity Star.

Satelit ini akan muncul bagai bintang berjalan pelan yang tidak berkelap-kelip, ia akan muncul dalam beberapa detik saja. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah saat sebelum fajar dan ketika senja tiba, umumnya satelit ini berada tepat di atas cakrawala.

Lalu, seberapa terang Humanity Star? Menurut informasi dari situs web resminya, TheHumanityStar, satelit ini bisa muncul sedikit lebih terang dari bintang-bintang sejati di sekitarnya, namun tidak akan lebih terang dari cahaya lampu pesawat komersial.

Anda dapat melacak lokasi satelit Humanity Star secara real-time di situs web Heavens Above untuk mengetahui kapan satelit tersebut akan berada di atas dan terlihat dari wilayah Anda. Cukup kunjungi situs web tersebut, atur koordinat lokasi pengamatan Anda, lalu klik tautan "Humanity Star" di halaman depan situs webnya.

Di bawah ini, kami telah melacak lokasi satelit Humanity Star dengan Heavens Above untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya. Tampak pada tabel pelacakan, dari tanggal 5 sampai 12 Maret 2018, bola disko kosmis ini bisa diamati setidaknya lima kali.

Hasil pelacakan Humanity Star. Kredit: Heavens-above.com
Mari kita coba memahami tabel di atas. Sebagai contoh, kami ingin mengamati Humanity Star pada 5 Maret 2018, maka pengamatan bisa dimulai pukul 19.06 WIB. Pada saat itu, satelit ini akan berada pada ketinggian 10 derajat dari cakrawala tenggara.

Kemudian, satelit ini akan berada di titik tertinggi (highest point) di langit pukul 19.08 WIB, yakni 42 derajat dari cakrawala timur. Di saat yang sama, satelit ini akan meredup karena memasuki bagian malam Bumi (sehingga cahaya Matahari tidak bisa menyinarinya lagi).

Oh iya, di tanggal 5 Maret, magnitudo satelit ini mencapai 4,9, tidak terlalu terang sehingga butuh ketelitian dalam menemukannya. Perlu diingat bahwa semakin kecil angka magnitudo, semakin terang kecerahan benda langitnya.

Satelit Humanity Star juga tidak akan selamanya berada di orbit Bumi. Pada bulan Oktober 2018 mendatang, orbitnya akan menurun karena ia tidak dilengkapi pendorong, sehingga akan menyebabkan satelit ini hancur saat kembali masuk ke atmosfer. Jadi, sebelum ia hancur, mari berburu selagi masih ada waktu.

Selamat observasi!
Melihat "Humanity Star", Bintang Buatan di Langit Malam Melihat "Humanity Star", Bintang Buatan di Langit Malam Reviewed by Riza Miftah Muharram on Februari 23, 2018 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!