Apa yang Ada di Dalam Lubang Hitam?

Gargantua, ilustrasi lubang hitam. Kredit: Warner Bros Pictures
Info Astronomy - Mulai dari lubang cacing sampai alam semesta alternatif, kita semua pasti pernah mendengar atau membaca teori gila tentang apa yang ada dan yang terjadi di dalam lubang hitam. Lalu, ada apa sebenarnya di dalam sana?

Jawaban singkatnya adalah, para astronom tidak ada yang tahu. Sementara jawaban yang agak panjang adalah, tergantung apa yang Anda tanyakan secara spesifik.

Kita dan bahkan para astronom sejauh ini belum bisa melihat sekilas apa yang ada di dalam lubang hitam karena cahaya atau material yang tertarik olehnya tidak akan pernah bisa kita capai atau amati. Bahkan jika kita bisa mengirim wahana antariksa ke lubang hitam, wahana antariksa tersebut tidak akan bisa berkomunikasi kembali kepada kita.

Teori saat ini memprediksi bahwa semua materi dalam lubang hitam ditumpuk dalam satu titik di tengah atau pusatnya, yang dikenal sebagai singularitas. Namun, para astronom masih belum memahami tentang bagaimana singularitas pusat ini bekerja.

Untuk bisa benar-benar memahami pusat lubang hitam, kita memerlukan perpaduan antara teori gravitasi dengan teori yang menggambarkan perilaku materi pada skala terkecil, yang disebut mekanika kuantum.

Teori pemersatu ini telah diberi nama, yakni gravitasi kuantum, namun cara kerjanya masih belum diketahui. Ini adalah salah satu masalah yang paling penting yang belum terpecahkan dalam fisika. Studi lanjutan tentang lubang hitam di masa yang akan datang mungkin baru akan memberikan kunci untuk membuka misteri ini.

Walau begitu, teori relativitas umum Einstein memungkinkan kita untuk mengetahui karakteristik lubang hitam. Misalnya, menurut teori relativitas umum, singularitas pada lubang hitam bisa membentuk jembatan ke alam semesta lainnya. Ini mirip dengan hipotesis lubang cacing.

Jembatan atau lubang cacing memungkinkan kita untuk melakukan perjalanan ke alam semesta lain atau bahkan perjalanan waktu. Tapi, sejauh ini masih belum ada data observasional dan eksperimental terkait lubang cacing, jadi hal tersebut sebagian besar masih berupa spekulasi belaka. Kita bahkan tidak tahu apakah jembatan atau lubang cacing tersebut memang ada di alam semesta.

Lubang cacing memang secara teoritis memungkinkan untuk terbentuk, tetapi perlu kondisi yang tepat, dan "kondisi yang tepat" tersebut hampir pasti tidak akan pernah ada di alam semesta yang sesungguhnya.

Lalu, bagaimana dengan alam semesta alternatif? Hal ini rupanya juga setali tiga uang dengan lubang cacing; masih berupa spekulasi.

Gagasan gila ini berawal dari penelitian tentang bagaimana bintang masif bermassa besar mengakhiri hidupnya. Jadi, ketika bintang dengan massa yang 30 kali lebih besar dari massa Matahari mencapai akhir hayatnya, ia akan meledak dalam supernova, dan meninggalkan inti bintang mengerut.

Inti bintang masif tersebut akan terus mengerut hingga gravitasinya cukup untuk menjadikannya sebuah lubang hitam serta hingga kepadatan dan temperaturnya menjadi sangat tinggi seperti keadaan alam semesta kita saat baru lahir 13,8 miliar tahun yang lalu.

Maka, menurut gagasan ini, akan terjadi peristiwa Big Bang dan terbentuk alam semesta baru di dalam lubang hitam tersebut. Alam semesta alternatif di dalam lubang hitam ini bisa saja memiliki struktur dan hukum fisika yang berbeda dengan alam semesta kita.

Nah, itulah sedikit informasi tentang lubang hitam. Pada intinya, para astronom sejauh ini belum memahami dengan baik apa yang ada di dalam lubang hitam. Masih perlu penelitian dan pengamatan tambahan untuk mengonfirmasi segala gagasan mengenai lubang hitam di atas.

Atau jangan-jangan, di dalam lubang hitam ada "tesseract" seperti pada film Interstellar (2014)? Yang jelas, lubang hitam bukanlah lubang dalam artian sebenarnya.


Sumber: Science Alert, Sky and Telescope.
Apa yang Ada di Dalam Lubang Hitam? Apa yang Ada di Dalam Lubang Hitam? Reviewed by Riza Miftah Muharram on Januari 22, 2018 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!