Cara Mudah Mengukur Sudut di Langit dengan Jari

Ilustrasi. Kredit: Shutterstock
Info Astronomy - Bila Anda menjadikan astronomi sebagai hobi, Anda pasti sering mengamati langit malam. Tapi, tahukah Anda tentang sudut "derajat", "menit busur", dan "detik busur" saat berbicara tentang lokasi benda-benda langit atau jarak pemisahan antarbenda langit?

Astronom mengukur pemisahan sudut benda langit dalam derajat. Langit dianggap sebagai sebuah lingkaran 360 derajat. Dari satu cakrawala ke cakrawala lainnya, besaran sudutnya adalah 180 derajat. Sementara dari titik meridian -- titik di atas kepala kita -- ke cakrawala besaran sudutnya adalah 90 derajat. Nah, untuk setengah dari titik meridian menuju cakrawala besaran sudutnya adalah 45 derajat.

Bila sudah paham dengan besaran sudut di atas, kita bisa lebih mudah mengetahui letak benda langit ada di berapa derajat dari cakrawala.

Sudut yang lebih kecil sedikit lebih rumit. Namun, kita bisa menggunakan tangan dan jari sebagai alat ukur yang sangat akurat (dan praktis). Perhatikan gambar di bawah ini:

Mengukur sudut di langit dengan jari. Kredit: Space.com
Pada gambar di atas, kita bisa melihat bahwa:
  1. 1 derajat setara dengan ukuran jari kelingking.
  2. Tiga jari (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis) memiliki besaran sudut lima derajat.
  3. Kepalan jari tangan setara dengan besaran sudut sepuluh derajat.
  4. Jari kelingking dan telunjuk membentuk sudut lima belas derajat.
  5. Dan terakhir, jari jempol dan kelingking yang direntangkan membentuk sudut 25 derajat.
Sudah sedikit paham sampai di sini? Sekarang mari kita mengetahui besaran sudut yang lebih kecil. Ketika Anda melihat benda-benda angkasa melalui teleskop, Anda melihat bidang pandang yang hanya selebar 1 derajat atau kurang, sepotong langit yang sangat kecil.

Astronom mengukur sudut yang lebih kecil dari 1 derajat sebagai arcmin, atau "menit busur". Ada 60 menit busur dalam satu derajat, jadi 1 menit busur adalah 1/60 derajat. Simbol untuk menit busur adalah '. Sebagai contoh, Bulan purnama memiliki diameter sudut sekitar 30' (tiga puluh menit busur). Secara kebetulan, begitu juga dengan diameter sudut Matahari.

Setiap menit busur dibagi lagi menjadi 60 arcsec, atau "detik busur". Jadi, 1 busur adalah 1/60 menit busur, atau 1/3600 derajat. Simbol untuk detik busur adalah ". Sebagai contoh lagi, piringan Jupiter yang bisa Anda lihat melalui teleskop adalah sekitar 50" (lima puluh detik busur).

Nah, itulah sedikit wawasan tentang sudut-sudut di langit yang penting untuk diketahui bila Anda ingin dengan mudah (dan elegan) mengetahui letak benda-benda langit.


Sumber: One-Minute Astronomer
Cara Mudah Mengukur Sudut di Langit dengan Jari Cara Mudah Mengukur Sudut di Langit dengan Jari Reviewed by Riza Miftah Muharram on Desember 19, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!