Panduan Pengamatan Planet di November 2017

Mengamati planet. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - November akan menjadi saat yang menantang untuk melihat planet-planet tata surya. Sebab, bulan ini kondisi cuaca cenderung berawan sepanjang hari. Namun, berikut ini tetap kami berikan panduan bagi Anda yang ingin melihat planet-planet terang di langit.

Dua dari lima planet terang, Saturnus dan Merkurius, menjadi planet malam untuk November ini, namun hanya Saturnus bisa terlihat jelas setelah malam tiba di awal November. Sementara itu, Merkurius hilang dalam silau Matahari di langit senja pada paruh pertama bulan ini dan kemungkinan akan mudah terlihat setelah pertengahan bulan.

Tiga planet terang lainnya, Venus, Jupiter, dan Mars, bakal menghiasi langit pagi, mereka dapat diamati sebelum Matahari terbit. Venus dan Jupiter akan melakukan konjungsi spektakuler, meski rendah di langit, sekitar tanggal 13 November 2017 mendatang.

Berikut panduannya...

Venus

Mari kita mulai dengan planet yang kenampakannya paling terang. Venus, untuk November ini akan menjadi "bintang pagi". Walakin, posisi Venus di langit sekarang ini lebih rendah di langit daripada posisinya sebulan yang lalu. Jika Anda rajin bangun dini hari, Anda dapat melihat Venus sepanjang bulan November 2017.

Meskipun Venus akan tetap berada di langit timur saat dini hari selama sisa tahun ini, planet yang terdekat kedua dari Matahari tersebut akan terbenam lebih dekat dan lebih dekat dengan cahaya Matahari selama dua bulan ke depan.

Bila Anda kesulitan menemukan Venus, tunggulah sampai tanggal 13 November ketika ia dan Jupiter akan berada pada titik konjungsi. Bahkan pada tanggal 16-17 November, ada Bulan sabit tipis juga yang akan memandu Anda menemukan kedua planet tersebut.

Untuk menemukan Venus di langit awal-awal November, dibutuhkan kejelian mata dan pandangan ke arah timur yang terbebas dari bangunan tinggi atau pegunungan, sebab Venus akan lebih rendah dari 10 derajat dari cakrawala.

Konjungsi Venus dan Jupiter 13 November 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Jupiter

Berbeda dengan Venus yang dari hari ke hari akan semakin dekat posisinya terhadap Matahari, planet Jupiter justru akan semakin tinggi dan akan dapat diamati lebih mudah dalam beberapa bulan ke depan di langit dini hari.

Planet termasif di tata surya kita tersebut baru saja mengalami konjungsi superior terhadap Matahari pada tanggal 26 Oktober 2017 yang lalu. Peristiwa tersebut menandai transisi Jupiter dari langit malam ke langit pagi. Di awal-awal November ini, posisinya masih rendah di atas cakrawala timur, namun ia sudah cukup tinggi mulai tanggal 21 November 2017.

Jupiter di November 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Jupiter mengawali November 2017 ini di depan rasi bintang Virgo, yang cukup dekat dengan bintang paling terang di Virgo, Spica. Menjelang pertengahan bulan, posisi planet Jupiter akan masuk rasi bintang Libra.

Jika Anda memiliki teleskop, gunakanlah untuk melihat Jupiter lebih jelas lengkap dengan empat satelit alami terbesarnya, yang terlihat seperti bintik-bintik terang pada bidang ekuator Jupiter. Keempat satelit alami ini sering disebut sebagai satelit Galilea untuk menghormati Galileo, yang menemukannya di tahun 1610. Keempatnya masing-masing bernama Io, Europa, Ganimede dan Kalisto.

Mars

Planet Merah akan menjadi satu-satunya "planet pagi" yang mudah diamati pada November 2017 ini. Ia bahkan sudah terbit sejak pukul 03.30 dini hari di awal-awal November, sehingga posisinya sudah lumayan tinggi (di atas 20 derajat dari cakrawala timur) saat subuh.

Dalam pandangan mata telanjang, Mars akan tampak kemerahan dan cahayanya tidak berkelap-kelip. Ia saat ini sedang berada di rasi bintang Virgo, dekat bintang Spica. Pada 15 November 2017, Anda berkesempatan menggunakan Bulan sebagai pemandu untuk menemukan Mars, sebab keduanya akan terpisah sejauh 3,2 derajat satu sama lain saat itu nantinya.

Konjungsi Mars dengan Bulan. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Saturnus

Segera setelah Matahari terbenam, Anda bisa menemukan Saturnus yang berada lebih tinggi dari 20 derajat di atas cakrawala barat. Saturnus merupakan planet terjauh yang bisa Anda lihat dengan mata sendiri, ia akan tampak berwarna keemasan dan tidak berkelap-kelip.

Walakin, dalam pandangan mata telanjang, Saturnus hanya akan tampak bagaikan bintang saja. Anda perlu teleskop untuk dapat melihat Saturnus lengkap dengan cincinnya serta melihat beberapa satelit alami terbesarnya seperti Titan.

Cincin Saturnus saat ini sedang miring sekitar 27 derajat, membuatnya cukup mudah diamati melalui teleskop.

Planet Saturnus. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Merkurius

Rendah di langit barat saat sunset, menemukan Merkurius butuh kejelian tinggi. Merkurius itu rumit, jika Anda mencarinya terlalu dini, Merkurius masih kalah terang oleh cahaya Matahari yang belum terbenam; Jika Anda mencarinya terlambat, maka Merkurius sudah terlalu terbenam.

Agar mudah menemukan Merkurius, Anda harus sabar dulu hingga Bulan sabit tipis akan membantu mengarahkan mata Anda menemukan Merkurius pada tanggal 19, 20, dan 21 November 2017. Nantinya, Anda akan melihat Bulan dan Merkurius yang berdekatan seperti ini:

Konjungsi Merkurius dengan Bulan. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Nah, itulah panduan untuk mengamati planet-planet terang di sepanjang November 2017. Bila Anda bertanya-tanya mana planet Uranus, Neptunus, atau bahkan Pluto, mereka terlalu redup untuk diamati bahkan dengan teleskop.

Oh iya, planet-planet di atas bisa diamati dari Bumi karena mereka memantulkan cahaya Matahari yang diterimanya ke mata kita, sama seperti Bulan. Jadi jangan bingung lagi mengapa planet bisa bercahaya ya, mereka kan juga mengitari Matahari sehingga Matahari menyinarinya sama seperti Matahari menyinari Bumi.

Selamat berburu planet. Clear skies!
Panduan Pengamatan Planet di November 2017 Panduan Pengamatan Planet di November 2017 Reviewed by Riza Miftah Muharram on November 02, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!