Mengapa Lubang Hitam Memiliki Gravitasi yang Begitu Kuat?

Gargantua, ilustrasi paling mendekati lubang hitam yang sesungguhnya. Kredit: Warner Bros Pictures
Info Astronomy - Lubang hitam merupakan sebuah objek alam semesta yang misterius. Ia diketahui memiliki tarikan gravitasi yang begitu kuat sehingga apapun yang berada di dekatnya akan tersedot dan bahkan cahaya tak bisa lolos. Tapi, mengapa bisa gravitasinya sekuat ini?

Begitu kita tahu apa itu gravitasi, dan bagaimana sebuah lubang hitam terbentuk, pertanyaan ini bisa kita jawab. Mari kita mulai dengan mengetahui apa itu lubang hitam sebenarnya. Yang pertama perlu diketahui adalah, lubang hitam bukanlah lubang dalam artian sebenarnya, ia adalah objek bola mirip seperti planet-planet dan bintang.

Massa dan ukuran lubang hitam menentukan jenis lubang hitam itu sendiri. Setidaknya, ada tiga jenis lubang hitam yang diketahui di alam semesta kita.

Yang pertama dan yang terkecil, dikenal sebagai lubang hitam purba. Jenis lubang hitam ini diperkirakan memiliki diameter sekecil atom tunggal namun memiliki massa melebihi jutaan ton. Lubang hitam purba ini diperkirakan terbentuk di alam semesta awal, segera setelah big bang.

Yang kedua, adalah jenis lubang hitam berukuran menengah, atau yang juga dikenal sebagai lubang hitam bermassa bintang. Massa lubang hitam jenis kedua ini bisa sampai 20 kali lebih besar dari massa Matahari, namun diameternya hanya sekitar 10 kilometer saja.

Lubang hitam bermassa bintang ini merupakan jenis lubang hitam paling umum di alam semesta. Ia terbentuk saat inti sebuah bintang yang sangat masif runtuh terhadap gravitasinya sendiri setelah menggunakan semua hidrogennya. Keruntuhan ini juga bisa menyebabkan supernova.

Yang ketiga, adalah lubang hitam yang terbesar, atau dikenal sebagai lubang hitam supermasif. Lubang hitam terbesar ini memiliki massa lebih dari satu juta kali massa Matahari, namun biasanya hanya berdiameter seukuran tata surya kita.

Banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ada lubang hitam supermasif di pusat setiap galaksi besar, termasuk galaksi kita. Lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bimasakti dikenal sebagai Sagitarius A, yang massanya diperkirakan setara dengan sekitar 4 juta kali massa Matahari namun diameternya seukuran diameter Matahari kita.

Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam supermasif terbentuk bersamaan dengan pembentukan galaksi induknya sendiri, dan ukuran lubang hitam supermasif terkait dengan ukuran dan massa galaksi induknya tersebut.

Sekarang, mari kita beralih ke gravitasi. Gravitasi di permukaan suatu benda tidak hanya bergantung pada massanya, tetapi juga pada ukurannya. Jika ukuran Bumi dikompres menjadi setengah dari radiusnya saat ini, gravitasi di permukaan akan empat kali lebih besar.

Dengan kata lain, berat badan kita akan bertambah empat kali lebih berat. Ini karena gaya gravitasi mematuhi "hukum kuadrat terbalik", semakin kuat pada jarak yang lebih pendek.

Nah, sebagai contoh, mari kita ambil lubang hitam bermassa bintang yang memiliki massa 20 kali massa Matahari namun memiliki diameter hanya 10 kilometer. Gravitasi dari lubang hitam tersebut akan jauh lebih kuat daripada gravitasi Matahari yang diameternya mencapai 1,4 juta kilometer.

Intinya adalah, gravitasi berbanding lurus dengan massa, semakin besar massa sebuah benda, semakin besar pula pengaruh gravitasi yang akan dibuatnya. Lubang hitam adalah benda paling masif, dan karenanya ia memiliki gravitasi yang sangat kuat.

Sekarang, Anda sudah tahu mengapa lubang hitam memiliki gaya tarik gravitasi yang kuat bahkan cahaya pun tidak dapat lolos dari tarikannya.

Mengapa Lubang Hitam Memiliki Gravitasi yang Begitu Kuat? Mengapa Lubang Hitam Memiliki Gravitasi yang Begitu Kuat? Reviewed by Riza Miftah Muharram on November 17, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!