Panduan Pengamatan Planet Tata Surya di Langit Oktober 2017

Mengamati planet. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Langit malam Oktober 2017 bakal dihiasi empat dari tujuh planet tata surya. Ketiga planet tersebut adalah Venus, Mars, Saturnus, dan Uranus. Lalu, bagaimana dengan Merkurius, Jupiter, dan Neptunus? Simak uraian berikut ini.

Saturnus sendiri merupakan planet pertama yang bisa kita lihat segera setelah Matahari terbenam. Sang planet bercincin akan tampak di arah barat saat senja. Venus dan Mars akan menjadi planet pagi, mereka akan bertengger di langit timur sebelum Matahari terbit. Sementara itu, Uranus akan mencapai titik oposisinya bulan ini, sehingga bisa diamati di daerah yang gelap gulita.

Sisa planet lainnya, yakni Merkurius dan Jupiter, akan berada terlalu dekat posisinya dengan Matahari, sehingga silau Matahari membuat kenampakan kedua planet ini sulit ditemukan. Lain lagi dengan Neptunus, karena jaraknya yang jauh dari Matahari, ia akan tampak redup sehingga tak teramati dari Bumi.


Saturnus di Barat Saat Senja

Gerak semu Saturnus akibat revolusi Bumi. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Pada awal-awal Oktober, planet Saturnus masih berada cukup tinggi di langit barat pukul 19.00 waktu setempat daerah Anda, yakni di ketinggian 50 derajat dari cakrawala barat. Lalu memasuki pertengahan Oktober, posisi Saturnus pukul 19.00 waktu setempat akan lebih rendah ke ketinggian 40 derajat.

Sementara itu, memasuki akhir Oktober, posisinya semakin menurun lagi hingga tidak lebih dari 30 derajat. Dengan begitu, Oktober adalah saat-saat terakhir kita mengamati Saturnus sebelum ia mengalami konjungsi superior dengan Matahari sehingga tak teramati dari Bumi.

Dalam pandangan mata telanjang, Saturnus akan tampak bagai bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip, dibutuhkan teleskop untuk mengamati sang planet lengkap dengan cincinnya serta beberapa satelit alami terbesarnya.

Venus dan Mars di Timur Saat Subuh

Rendah di langit timur sebelum Matahari terbit, planet Venus dan Mars bakal menyambut pagi Anda. Venus, yang merupakan benda langit paling terang ketiga di langit Bumi setelah Matahari dan Bulan, akan sangat mudah ditemukan. Jika Anda rajin bagun pagi, Anda dapat mengandalkan Venus sebagai teman pagi Anda sepanjang bulan ini.

Meskipun Venus akan tetap berada di langit timur saat dini hari selama sisa tahun ini, ia berangsur-angsur terbenam lebih dekat posisinya dengan Matahari terbit dalam beberapa bulan ke depan. Dengan begitu, Oktober adalah saat di mana posisi Venus akan lebih tinggi dan lebih mudah dilihat di langit pagi daripada ketika sudah masuk bulan November dan Desember 2017.

Sementara itu, Mars baru saja kembali dari konjungsi superior, beralih dari kenampakannya di langit barat saat senja ke langit timur saat dini hari. Carilah Mars yang rendah di atas cakrawala timur sebelum fajar pada awal Oktober 2017.

Agar lebih mudah menemukan Mars, Anda dapat menjadikan Venus sebagai pemandu tur pengamatan langit pagi. Sebab pada 6 Oktober 2017, Mars dan Venus akan mengalami konjungsi, kedua planet ini akan tampak berada sejauh 0°13' satu sama lain, menjadikan kedua benda langit ini tampak bersebelahan begitu dekat.

Konjungsi Venus-Mars, 6 Oktober 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Uranus di Titik Oposisi

Dalam astronomi, oposisi artinya berseberangan. Dengan kata lain, ketika sebuah planet berada di titik oposisi, maka ia sedang berada di titik yang berseberangan dengan Matahari. Oposisi membuat letak Matahari-Bumi-Uranus berada dalam satu garis lurus, sehingga inilah saat-saat di mana Uranus berada di jarak terdekatnya dengan Bumi.

Tapi walaupun berada di jarak terdekat, "terdekat" di sini masih dalam skala kosmik. Jarak Uranus dari Bumi saat oposisi masih sekitar 19 AU, di mana 1 AU sama dengan 150 juta kilometer. Karena itu, kenampakan Uranus dari Bumi akan tampak bagaikan bintik biru kehijauan kecil saja.

Oposisi Uranus, 20 Oktober 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Waktu terbaik untuk mengamati Uranus adalah saat oposisi ini, yang mana tahun ini jatuh pada tanggal 20 Oktober. Planet Uranus bisa diamati mulai pukul 19.00 waktu setempat daerah Anda di ketinggian 20 derajat dari cakrawala timur. Ia akan berada di depan rasi bintang Pises.

Magnitudo Uranus masih akan sekitar +5, sehingga dibutuhkan kondisi area pengamatan yang gelap gulita tanpa gangguan cahaya. Walaupun bisa diamati dengan mata telanjang, namun penggunaan teropong atau teleskop lebih disarankan.

Jupiter Rendah di Barat

Bila pandangan ke arah barat Anda tidak terhalang bangunan tinggi atau pegunungan, Anda masih bisa menemukan planet Jupiter di awal-awal Oktober 2017 ini. Bergerak semakin dekat ke Matahari dalam pandangan dari Bumi, Jupiter akan terbenam sebelum langit gelap.

Pengamatan disarankan bagi Anda yang bermata jeli. Sebab, karena jaraknya yang jauh dari Bumi, dalam pandangan mata telanjang Jupiter hanya akan tampak bagai bintang kuning terang yang bisa terlihat beberapa menit setelah Matahari terbenam, saat kondisi langit masih terang.

Planet Jupiter di langit Oktober 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Planet Jupiter akan secara astronomis mengalami konjungsi superior terhadap Matahari pada tanggal 26 Oktober. Saat itu, Jupiter akan berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi. Peristiwa itu akan menandai transisi Jupiter yang awalnya muncul di barat saat senja menjadi pindah ke timur saat dini hari. Kita harus menunggu hingga bulan November 2017 untuk melihat Jupiter lagi.

Merkurius yang Hilang dan Neptunus yang Redup

Oktober ini bukan saat yang bagus untuk melihat Merkurius. Planet terdekat dari Matahari tersebut saat ini sedang dalam masa transisi dari langit pagi ke langit malam. Hal itu tidak membuat Merkurius tampak cukup tinggi di atas cahaya Matahari, sehingga tidak akan terlihat di langit Bumi sampai November 2017.

Merkurius itu rumit. Jika Anda mencoba untuk menemukannya terlalu dini, Merkurius akan masih terlalu redup dibandingkan silau cahaya Matahari; Tapi jika Anda mengamatinya terlambat, sang planet terkecil ini sudah keburu terbenam bersama Matahari.

Di sisi lain, planet Neptunus yang menjadi planet terjauh dari Matahari membuat ia kurang tersinari, sehingga tampak terlalu redup untuk diamati dari Bumi dengan mata telanjang pun dengan teleskop sekalipun. Jadi sebenarnya, planet terjauh di tata surya yang bisa diamati adalah Saturnus, planet setelahnya terlalu redup. Uranus bisa muncul cukup terang bulan ini karena memang ia berada di titik oposisi.

Mengapa Planet-planet Bisa Terlihat?

Kami sering mendapatkan pertanyaan ini melalui surel; mengapa planet-planet bisa terlihat? Bukankah mereka tidak memancarkan cahaya sendiri? Betul sekali, planet tidak memancarkan cahaya sendiri, namun mereka dapat memantulkan cahaya yang diterimanya. Dalam hal ini, cahaya mereka berasal dari pantulan cahaya Matahari.

Sama seperti Bulan, planet-planet tadi bisa diamati karena ia memantulkan cahaya. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya fase pada setiap planet. Contohnya, bila kita mengamati Venus melalui teleskop untuk Oktober ini, maka kita akan melihat Venus berada dalam fase cembung. Lalu bila kita arahkan teleskop ke Mars, maka kita akan melihat Mars berada dalam fase sabit.

Nah, itulah panduan untuk mengamati planet-planet tata surya untuk bulan Oktober 2017 ini. Pastikan cuaca cerah dalam pengamatan. Selamat berburu planet!
Iklan mengganggu? Hubungi kami!
Panduan Pengamatan Planet Tata Surya di Langit Oktober 2017 Panduan Pengamatan Planet Tata Surya di Langit Oktober 2017 Reviewed by Riza Miftah Muharram on Oktober 02, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!