Header Ads

Panduan Pengamatan 5 Planet Tata Surya untuk September 2017

Baca Juga

Kredit foto: Pixabay.com
Info Astronomy - Sepanjang September 2017 ini, kita bisa melihat planet-planet tata surya mulai dari Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Kapan dan bagaimana cara mengamatinya? Apakah bisa diamati dengan mata telanjang? Simak panduannya di bawah ini.

Dua dari lima planet tata surya yang bisa kita amati pada September ini, Jupiter dan Saturnus, akan muncul di langit awal malam. Sementara tiga planet lainnya, Merkurius, Venus, dan Mars, bakal menghiasi langit dini hari hingga pagi.

Planet Jupiter akan menjadi "bintang" pertama yang muncul pada saat senja. Saturnus bisa diamati mulai awal malam hingga larut malam. Si terang Venus akan naik sebelum Matahari terbit dan bakal membantu kita untuk menemukan dua planet pagi yang kurang terang, Merkurius dan Mars.

Mengapa Kita Bisa Melihat Planet-planet Ini?

Pertanyaan ini sering kami dapatkan dari beberapa pembaca; mengapa planet-planet bisa terlihat pahadal planet tidak memancarkan cahaya sendiri? Jangan lupa, walaupun planet-planet tidak memancarkan cahaya, di tata surya ada Matahari yang merupakan sumber cahaya.

Karena planet-planet ini bergerak mengelilingi Matahari, dengan begitu mereka juga diterangi atau menerima cahaya dari Matahari. Sama kasusnya dengan Bulan, kita jadi bisa melihat planet-planet ini dari permukaan Bumi. Walau begitu, dalam pandangan mata telanjang, planet-planet ini hanya akan tampak bagaikan bintang terang saja karena jaraknya yang jauuuuuuuh dari Bumi. Kita butuh bantuan teleskop untuk melihatnya lebih jelas.

Planet Jupiter

Planet Jupiter kami sebut pertama karena memang ia merupakan planet pertama yang bisa diamati di langit Bumi pada September 2017 ini. Jupiter sendiri merupakan benda langit paling terang keempat, setelah Matahari, Bulan, dan Venus.

Sepanjang bulan September ini, Jupiter bisa kita amati di arah barat, atau arah di mana Matahari terbenam. Pengamatan pun bisa dilakukan beberapa menit setelah Matahari terbenam. Dalam pandangan mata telanjang, planet ini akan tampak bagaikan "bintang paling terang" berwarna kuning, lebih terang dari bintang-bintang sejati di sekelilingnya.

Pada 11 September 2017, kita bisa melihat planet Jupiter yang berkonjungsi dengan bintang Spica, bintang paling terang di rasi bintang Virgo. Planet Jupiter akan tampak sejauh 2,9 derajat dari Spica:

Konjungsi Jupiter dengan Spica. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Ya, sepanjang September ini, Jupiter akan berada di depan rasi bintang Virgo, dekat bintang Spica. Dengan bantuan Spica, kita bisa menemukan Jupiter. Untuk membedakannya, Spica bersinar dengan warna kebiruan dan berkelap-kelip, sementara Jupiter berwarna kekuningan dan tidak berkelap-kelip.

Jika Anda memiliki teropong atau teleskop, Anda bisa menggunakannya untuk melihat Jupiter lengkap dengan empat satelit alami terbesarnya, yang terlihat seperti titik-titik terang pada bidang ekuator Jupiter. Keempat satelit alami tersebut disebut sebagai satelit Galilea untuk menghormati penemunya, Galileo Galilei. Keempat satelit Galilea tersebut bernama Io, Europa, Ganimede dan Kalisto.

Planet Saturnus

September ini, Saturnus bisa diamati dari langit senja hingga larut malam. Carilah Saturnus segera setelah Matahari terbenam, planet bercincin ini akan berada di langit atas kepala kala itu. Dalam pandangan mata telanjang, Saturnus hanya akan muncul bagaikan bintang kuning keemasan terang yang tidak berkelap-kelip.

Saturnus dan satelit-satelit alaminya dipotret dengan teleskop. Kredit: Pim Valk
Saturnus merupakan planet terjauh yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Uranus dan Neptunus terlalu redup sehingga perlu teleskop berdiameter besar untuk mengamatinya.

Untuk mengamati Saturnus, Anda tidak perlu teleskop besar. Sebab teleskop kecil pun bisa digunakan. Dengan pembesaran minimal 75 kali, Anda sudah bisa melihat Saturnus lengkap dengan cincinnya yang cantik dan satelit-satelit alaminya seperti Titan, Tetis, Enseladus, Rea, dan Dione.

Jangan lupa, di akhir-akhir September, tepatnya pada tanggal 27, Saturnus akan melakukan konjungsi dengan Bulan. Pada momen ini, kita bisa memanfaatkan Bulan untuk menemukan Saturnus:

Konjungsi Saturnus dengan Bulan. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Planet Venus

Planet Venus merupakan planet paling terang yang bisa diamati di langit Bumi. Menjadi planet inferior (planet yang berada di dalam orbit Bumi), membuat Venus tak pernah teramati di langit malam. Posisinya selalu berada di dekat Matahari, sehingga hanya bisa diamati di langit barat saat senja ataupun di langit timur saat dini hari.

Untuk September 2017 ini, kita bisa melihat Venus di langit timur saat dini hari. Di Indonesia, kita bisa melihat Venus berada di ketinggian 15 derajat dari cakrawala timur pada pukul 05.00 dini hari waktu setempat daerah masing-masing. Dalam pandangan mata telanjang, Venus hanya akan tampak bagaikan bintang paliiiiiiing terang yang tidak berkelap-kelip.

Yang spesial pada planet Venus di September 2017 ini adalah, ia akan digerhanai oleh Bulan dalam peristiwa yang dikenal sebagai okultasi. Peristiwa tersebut akan terjadi pada tanggal 18 September 2017. Sayangnya, tidak seluruh wilayah dapat mengamatinya.

Okultasi Venus 18 September 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Peristiwa okultasi Venus ini akan terjadi bersamaan dengan waktu terbitnya Matahari, atau bahkan sudah terbit Matahari. Sehingga, wilayah terbaik untuk menyaksikannya adalah Pulau Sumatra (kecuali Aceh) dan bagian paling barat dari Pulau Jawa.

Okultasi Venus akan berlangsung mulai pukul 05.41 WIB hingga pukul 06.55 WIB. Jadi, bangunlah mulai dini hari pada tanggal 18 September 2017 mendatang, Anda akan melihat adanya Bulan dan Venus yang terang di langit timur.

Peta visibilitas okultasi Venus 18 September 2017. Kredit: Kalastro.id

Planet Mars dan Merkurius

Setelah melakukan transisi dari langit barat saat senja ke langit timur saat dini hari pada Juli 2017 kemarin dalam peristiwa yang dikenal sebagai konjungsi superior, Planet Merah bisa kembali diamati mulai pertengahan September 2017 ini!
Sementara itu, planet Merkurius yang tidak pernah berada jauh-jauh dari Matahari akan mencapai titik elongasi terjauhnya dari Matahari pada 12 September 2017. Di momen itu, Merkurius akan mencapai ketinggian 17,9 derajat dari Matahari.

Mars dan Merkurius masih cukup sulit diamati untuk September ini karena ketinggiannya masih di bawah 10 derajat di atas cakrawala. Dengan begitu, perlu pandangan luas tanpa terhalang bangunan tinggi ataupun pegunungan ke langit timur.

Yang menarik adalah, pada 17 September 2017, Mars dan Merkurius akan berkonjungsi. Tengoklah langit timur pada pukul 05.30 waktu setempat daerah Anda, nantinya akan ada planet Venus terang yang sudah berada di ketinggian 18 derajat. Mars dan Merkurius bisa ditemukan di bawahnya yang masih berada di bawah ketinggian 10 derajat.

Mars dan Merkurius hanya akan terpisah sejauh 0,1 derajat satu sama lain, sehingga akan terlihat bagaikan satu bintang terang dalam pandangan mata telanjang. Gunakan binokuler atau teleskop untuk melihat Mars dan Merkurius secara terpisah:

Konjungsi Mars dengan Merkurius. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Nah, itulah panduan dalam mengamati planet-planet tata surya pada September 2017 ini. Jangan lupa untuk abadikan peristiwa kenampakan planet-planet ini dengan kamera Anda lalu bagikan ke Instagram kami @infoastronomy ya!

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.