Melihat Satelit Buatan di Langit Malam

ISS transit di depan Bulan dalam pandangan dari Bumi. Kredit: Keith Campbell
Info Astronomy - Pernahkah ketika Anda sedang mengamati langit malam, lalu melihat benda langit seperti bintang berwarna kuning terang dan tidak berkelap-kelip yang berjalan perlahan? Bila pernah, benda yang Anda lihat adalah satelit buatan.

Dilansir UniverseToday.com, ada sekitar 1.071 satelit yang masih beroperasi di orbit mengelilingi Bumi. Yang mana setengah dari 1.071 satelit tersebut berada di Orbit Rendah Bumi, yakni hanya beberapa ratus kilometer di atas permukaan. Salah satu asteroid di Orbit Rendah Bumi adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional, teleskop antariksa Hubble, dan beberapa satelit penginderaan jauh.

Sementara itu, sekitar dua puluh persen dari jumlah satelit tadi berada di Orbit Menengah Bumi, yakni pada ketinggian sekitar 20.000 kilometer dari permukaan, yang umumnya merupakan satelit penentuan posisi global (GPS) yang digunakan untuk navigasi. Sisanya, satelit-satelit tersebut berada di orbit geostasioner, yakni pada ketinggian hampir 36.000 kilometer dari permukaan Bumi.

Karena ukuran satelit-satelit yang mengorbit Bumi begitu kecil, mulai dari sebesar kaleng biskuit lebaran hingga sebesar mesin cuci, maka hanya satelit-satelit alami yang berada di Orbit Rendah Bumi saja yang lebih mudah untuk diamati. Semakin tinggi satelit, semakin kecil kenampakannya, semakin sulit diamati.

Satelit yang bergerak melintasi langit tampak seperti bintang terang yang berjalan, dan dapat terlihat pada malam-malam tertentu. Anda bisa melihat satelit karena sinar Matahari memantul dari panel surya atau antena komunikasi mereka, dan terkadang satelit-satelit ini akan tampak sangat terang.

Yang Terbesar

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sejauh ini merupakan benda buatan manusia terbesar dan paling terang dari semua satelit buatan yang mengorbit di Bumi.

Dirakit langsung di orbit Bumi sejak tahun 1998 hingga awal tahun 2011, ISS berukuran empat kali lebih besar dari stasiun antariksa Mir milik Rusia yang sudah tidak berfungsi. Yang membuatnya menjadi terbesar adalah panel suryanya. Terdiri dari 12 panel surya, ISS membentang selebar 180 x 88 meter.

Saat mengelilingi Bumi pada ketinggian rata-rata 348 km dan dengan kecepatan 27.700 km per jam, ISS menyelesaikan 15,7 orbit per hari, dan butuh waktu sekitar empat sampai lima menit untuk menyeberangi langit atas rumah kita. Karena ukuran dan konfigurasi panel surya yang sangat reflektif, ISS menjadi satelit buatan paling terang saat ini.

Bayangkan saja, ISS bisa tampak seterang planet Venus, dengan magnitudo -4,5, dan sekitar 16 kali lebih terang dari Sirius, bintang paling terang di langit malam. Bahkan, ISS beberapa kali bisa muncul dengan magnitudo -6 hingga -8, 16 kali lebih terang dari Venus!

Dalam pandangan mata telanjang, ISS hanya akan tampak bagaikan bintang terang saja seperti satelit-satelit buatan lainnya. Namun, bila diamati melalui teleskop, kita bisa melihatnya lebih detail lengkap dengan panel-panel suryanya seperti di bawah ini:

ISS diamati lewat teleskop. Kredit: R. Vandeberg
Anda butuh teleskop yang dilengkapi dengan motor penggerak untuk bisa melacak dan mengikuti gerak ISS saat sedang melintasi langit. Bila tidak, Anda harus secara manual mengarahkan teleskop dan mengikuti pergerakan ISS.

Selain ISS, Anda juga bisa mengamati Tiangong-2, stasiun luar angkasa milik Tiongkok yang baru diluncurkan pada 15 September 2016 silam. Ada pula Teleskop Antariksa Hubble yang berada di Orbit Rendah Bumi sehingga bisa diamati.

Bagaimana Cara Menemukan Satelit-satelit Ini?

Tak perlu menunggu semalaman suntuk untuk melihat lewatnya satelit, sebab satelit buatan hanya bisa teramati saat senja atau menjelang Matahari terbit saja.

Ada banyak situs web yang menampilkan jadwal melintasnya satelit-satelit buatan untuk seluruh lokasi di Bumi, namun kami merekomendasikan Heavens-Above. Hanya dengan memasukkan kode pos atau koordinat kota tempat Anda tinggal, situs web tersebut akan menampilkan jadwal-jadwal melintasnya satelit-satelit buatan untuk daerah Anda lengkap dengan waktu dan letaknya.

Sebagai contoh, kami mencoba untuk melihat jadwal melintasnya ISS untuk lokasi markas InfoAstronomy.org yang berada di bilangan Jakarta Selatan. Karena diakses pada tanggal 7 September 2017, maka situs Heavens-Above akan menampilkan jadwal untuk sepuluh hari ke depan (17 September 2017):

Jadwal ISS di langit Jakarta Selatan. Kredit: Heavens-Above.com
Sayangnya, menurut jadwal di atas, ISS muncul saat siang hari untuk Jakarta Selatan selama sepuluh hari ke depan. Dan walaupun ada pula yang muncul saat malam, namun tidak tersinari Matahari karena ISS berada di sisi gelap Bumi.

Dengan begitu, kami pun mencoba untuk melacak jadwal melintasnya Tiangong-2 untuk Jakarta Selatan melalui Heavens-Above, dan inilah hasilnya:

Jadwal Tiangong-2 di Jakarta Selatan. Kredit: Heavens-Above.com
Menurut jadwal di atas, Tiangong-2 melintas dua kali di atas Jakarta Selatan, yakni pada tangga; 7 dan 8 September 2017. Untuk tanggal 7 September, magnitudonya 1,5, bisa diamati pukul 04.52 WIB pada ketinggian 35 derajat dari cakrawala barat (W/west). Tiangong-2 akan mencapai ketinggian 43 derajat dari cakrawala barat daya (SW/south-west) pukul 04.53 WIB, dan bisa diamati hingga pukul 04.56 WIB pada ketinggian 10 derajat dari cakrawala tenggara (SSE/south-east).

Di tanggal 8 September pun cara membaca jadwalnya sama dengan tanggal 7 September di atas. Hanya saja, magnitudo pada 8 September lebih redup, yakni 4,3 (semakin besar angka magnitudo maka semakin redup sebuah benda langit).

Nah, sangat mudah kan untuk bisa melihat satelit buatan yang melintas di langit malam? Jadi jangan lagi berpikir kalau yang Anda amati itu UFO, atau justru tidak mempercayai adanya satelit. Kini bukti ada di depan mata, Anda bisa ikut membuktikannya.

Selamat berburu satelit!
Melihat Satelit Buatan di Langit Malam Melihat Satelit Buatan di Langit Malam Reviewed by Riza Miftah Muharram on September 07, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!