Gelombang Gravitasi Kembali Terdeteksi Lagi

Ilustrasi tabrakan lubang hitam yang membentuk gelombang gravitasi. Kredit: LIGO
Info Astronomy - Masih ingat dengan pendeteksian gelombang gravitasi pada awal 2016 yang lalu? Kini, gelombang gravitasi keempat berhasil terdeteksi. Apa tujuan pendeteksian gelombang gravitasi ini? Simak ulasan berikut ini.

Adalah sekelompok ilmuwan dari Kolaborasi Ilmiah LIGO dan kolaborasi VIRGO yang telah mengumumkan dalam sebuah konferensi pers atas pendeteksian gelombang gravitasi dari tabrakan dan bergabungnya dua lubang hitam untuk keempat kalinya. Namun, kali ini pendeteksian dilakukan oleh tiga observatorium yang berbeda sekaligus.

Dua lubang hitam yang bertabrakan dan menciptakan gelombang gravitasi bagaikan riak pada air yang tenang tersebut berada pada jarak sekitar 1,7 miliar tahun cahaya, dengan massa masing-masing lubang hitam memiliki massa sekitar 30,5 dan 25,3 kali massa Matahari. Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Physical Review Letters.

"Ini hanyalah awal dari pengamatan dengan jaringan yang diaktifkan oleh Virgo dan LIGO yang bekerja sama," kata David Shoemaker dari MIT, juru bicara LIGO dalam sebuah pernyataan. "Dengan rencana pengamatan berikutnya pada awal tahun 2018, kami mengharapkan pendeteksian semacam ini bisa dilakukan secara mingguan atau bahkan lebih sering lagi."

Penggunaan tiga detektor juga memungkinkan para astronom ini untuk secara signifikan membatasi daerah di langit di mana tempat gelombang-gelombang gravitasi ini berasal. Namun, karena tidak memancarkan cahaya, tabrakan lubang hitam cukup sulit untuk diamati dengan teleskop.

Gelombang gravitasi keempat ini terdeteksi pada 14 Agustus 2017, dan menandai pertama kalinya tiga observatorium gelombang gravitasi sukses mendeteksi kejadian yang sama secara berbarengan. Tiga deteksi sebelumnya dari gelombang gravitasi hanya diamati oleh dua detektor LIGO, satu terletak di Washington dan yang lainnya di Louisiana, AS.

Sementara itu, detektor VIRGO yang baru-baru ini diperbarui, berhasil mendeteksi gelombang gravitasi keempat berbarengan dengan dua detektor LIGO, tepat pada waktunya untuk menemukan tabrakan kosmik ini.

Tabrakan kedua lubang hitam yang menciptakan gelombang gravitasi tersebut dikatalogkan sebagai GW170814, merupakan bahan penelitian penting bagi ilmu gelombang gravitasi. Dengan setiap tabrakan lubang hitam yang berhasil dideteksi, maka semakin luas pula pemahaman kita tentang objek alam semesta yang kompleks ini.

Gelombang gravitasi tidak hanya memberikan pengamatan langsung terhadap lubang hitam, melainkan juga memudahkan para astronom untuk menguji teori mereka, termasuk menguji teori relativitas umum Albert Einstein yang dikemukakan seratus tahun yang lalu.

Pengamatan gelombang gravitasi juga dapat membuat astrofisikawan menguji polarisasi gelombang gravitasi, yang mengungkapkan bagaimana perubahan dalam ruang-waktu terjadi saat gelombang ini bergerak melalui alam semesta..

LIGO dan VIRGO sendiri merupakan detektor interferometer laser. Jika ada gelombang gravitasi melintas pada detektor ini, maka para astronom yang menggunakan kedua detektor tersebut dapat mempelajari datanya.

Ketiga detektor ini sekarang akan disetel dan ditingkatkan kemampuan pendeteksiannya untuk meneliti kembali gelombang gravitasi tahun depan dengan harapan dapat meningkatkan sensitivitas instrumen. Sebuah langkah untuk memahami bagaimana alam semesta yang kita huni.


Sumber: Physical Review Letters, LIGO.
Iklan mengganggu? Hubungi kami!
Gelombang Gravitasi Kembali Terdeteksi Lagi Gelombang Gravitasi Kembali Terdeteksi Lagi Reviewed by Riza Miftah Muharram on September 28, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!