AS-Rusia Kerja Sama Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan

Ilustrasi Deep Space Gateway, stasiun luar angkasa di Bulan. Kredit: NASA
Info Astronomy - Pada musim semi tahun 2017, NASA sempat mengungkapkan rencananya untuk menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang besar buatannya untuk meluncurkan dan membangun Deep Space Gateway, sebuah stasiun luar angkasa yang akan ditempatkan pada orbit cis-lunar yang akan berfungsi sebagai batu loncatan menuju eksplorasi ke Tata Surya.

Namun baru-baru ini, NASA dan Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) mengumumkan bahwa mereka akan membangun Deep Space Gateway bersama-sama. Kedua negara telah menandatangani sebuah kesepakatan di Australia pada Kongres Astronautika Internasional ke-68 di Adelaide.

Apa kontribusi Rusia dalam misi kerja sama ini? Menurut kantor berita TASS, para pejabat Rusia mengatakan bahwa mereka akan menyediakan satu sampai tiga modul untuk membangun stasiun luar angkasa di orbit Bulan tersebut, serta merancang mekanisme docking yang akan digunakan sebuah pesawat ruang angkasa saat mendekati stasiun luar angkasa Bulan nantinya.

Rusia juga menawarkan untuk membawa beberapa bagian stasiun luar angkasa menggunakan roket angkat berat mereka yang baru. Mereka tidak menentukan roket mana yang akan digunakan, tapi hal itu terdengar seperti roket Angara yang sedang dalam pengembangan, dan diperkirakan akan melakukan penerbangan pertamanya selama beberapa tahun ke depan.

Stasiun luar angkasa Deep Space Gateway sendiri akan berfungsi sebagai tujuan utama upaya penjelajahan antariksa NASA, begitu Modul SLS dan Orion Crew selesai. Peluncuran pertama SLS akan membawa kapsul Orion tak berawak pada penerbangan trans-lunar pada tahun 2018. Kemudian SLS akan digunakan untuk mengirim Clipper Europa ke sistem Jupiter.

Strategi awal NASA adalah meluncurkan beberapa bagian Deep Space Gateway antara tahun 2021 dan 2023 dengan membawa modul Solar Power Electric Bus, diikuti oleh Modul Habitasi pada tahun 2024, Modul Logistik pada tahun 2025 dan akhirnya Modul Airlock pada tahun 2026.

Pada titik ini, NASA telah mengajukan proposal dari berbagai kontraktor kedirgantaraan untuk pengembangan Modul Tenaga Listrik, dan Sistem Habitasi, dan mereka tidak menunjukkan bahwa keterlibatan Rusia akan berdampak pada pembangunan modul-modul ini.

Dengan Rusia yang mengumumkan keterlibatan mereka dalam pembangunan Deep Space Gateway, kami belum mengetahui secara pasti bagaimana keterlibatan ini akan berdampak pada struktur stasiun atau konfigurasi modulnya.

Rusia sendiri memang selalu terlibat dalam pembangunan misi luar angkasa besar. Sebut saja Stasiun Luar Angkasa Internasional yang saat ini mengorbit Bumi di ketinggian 400 kilometer. Dalam pembangunan ISS, Rusia berperan besar dalam menyediakan modul Zarya untuk propulsi dan panduan navigasi, lalu modul Zvezda untuk tempat tinggal astronot, dan modul dok Pirans, Poisk, dan Rassvet.

Mereka juga menyediakan setengah dukungan peratalan dan logistik ke ISS, termasuk pula mengirimkan astronot, dan menyediakan satu-satunya cara untuk membawa manusia ke ISS dengan menggunakan roket dan kapsul Soyuz buatan mereka.

Sebelum mengumumkan keterlibatan mereka dengan Deep Space Gateway, Rusia mengatakan bahwa mereka mungkin akan berinvestasi dalam pengembangan stasiun ruang angkasa orbital mereka sendiri begitu misi ISS berakhir. Mereka juga tampaknya sedang bekerja pada misi pendaratan manusia di Bulan.

Jadi, dua negara besar saat ini sudah mulai bekerja sama di luar angkasa, menandakan bahwa luar angkasa tidak memiliki pembatas. Dengan begitu, dalam sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang, manusia akan memiliki stasiun luar angkasa yang mengorbit Bulan, benda langit yang sering kita amati di langit malam.


Sumber: Phys.org, Space.com.
Iklan mengganggu? Hubungi kami!
AS-Rusia Kerja Sama Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan AS-Rusia Kerja Sama Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan Reviewed by Riza Miftah Muharram on September 28, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!