Header Ads

Melihat Lagi Ledakan Bintang di Langit yang Terjadi 600 Tahun Lalu

Baca Juga

Nova 1437 yang ditemukan kembali. Kredit: K. Ilkiewicz and J. Mikolajewska
Info Astronomy - Pada malam yang dingin di Seoul, 11 Maret 1437, pengamat langit di Semenanjung Korea berhasil melihat bintang baru yang terang di ekor rasi bintang Skorpius. Dari catatan kuno ini, para astronom modern baru-baru ini berhasil menemukan apa yang diamati pengamat asal Korea tersebut, yang ternyata merupakan sebuah nova.

Jadi, apa sebenarnya nova itu? Terlepas dari namanya, nova tidak ada kaitannya dengan supernova, yang merupakan kematian bintang dalam ledakan yang sangat energik. Kata "nova" mungkin berasal dari ungkapan yang berarti "bintang baru", tapi ironisnya, sebuah nova membentuk bintang kerdil putih, sisa-sisa inti dari bintang mati.

Nova umumnya terbentuk dalam sistem biner yang terdiri dari satu bintang bermassa rendah dan satu kerdil putih. Ketika keduanya mengorbit berdekatan, sang kerdil putih (yang memiliki massa lebih besar) mampu mencuri gas dari lapisan luar bintang pendampingnya yang bermassa rendah.

Hingga pada akhirnya, semua gas hidrogen dari bintang pendamping yang dicuri oleh kerdil putih akan terakumulasi sampai pada titik di mana sang kerdil putih akan menjadi sangat terkompresi oleh gaya gravitasi, sehingga ia akan mengalami pergolakan hebat yang tidak terkendali.

Pergolakan ini menghasilkan sejumlah energi yang luar biasa, yang dapat dilihat pada jarak yang sangat jauh. Peristiwa yang dikenal sebagai "nova" inilah yang terlihat dari Bumi oleh pengamat langit di Korea 600 tahun yang lalu tersebut, yang kini kembali dipelajari karena ternyata sisa-sisa novanya masih ada.

"Ledakan nuklir non-destruktif" ini tidak begitu mudah ditemukan, terutama mengingat peristiwa tersebut telah terjadi dan disaksikan beberapa abad yang lalu. Sekarang, cahaya dari nova ini telah habis, menyisakan gas dan debu yang menyelubungi bekas nova di pusatnya. Dengan kata lain, tim astronom modern ini berhasil menemukan hantu nova di ekor Skorpius.

"Ini adalah nova pertama yang pernah ditemukan kembali berdasarkan catatan astronom kuno asal Tiongkok, Korea, dan Jepang setelah hampir 2.500 tahun," kata penulis utama studi Michael Shara, seorang kurator di Museum Sejarah Alam dan Astrofisika Amerika.

Penelitian ini didasarkan pada pengamatan menggunakan South African Large Telescope (SALT) dan teleskop di Observatorium Swope Dupont Las Campanas.


Sumber: Nature, Phys.org.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.