Header Ads

Inti Matahari Berotasi 4 Kali Lebih Cepat dari Permukaannya

Baca Juga

Matahari. Kredit: NASA/SDO
Info Astronomy - Baru-baru ini, diketahui inti Matahari berputar hampir empat kali lebih cepat dari permukaannya. Hal tersebut diketahui melalui penelitian terbaru oleh sekelompok tim astronom internasional dari Universitas Cambridge.

Pada awalnya, para ilmuwan menganggap inti Matahari berputar seperti komidi putar, yakni memiliki kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi permukaannya. Namun, kenyataannya tidak.

"Penjelasan yang paling mungkin dari mengapa rotasi inti ini lebih cepat adalah berasal dari periode ketika Matahari terbentuk, sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu," kata Roger Ulrich, pemimpin dalam penelitian ini, yang telah mempelajari interior Matahari selama lebih dari 40 tahun. "Ini mengejutkan, kita mungkin telah menemukan peninggalan dari bagaimana Matahari kita saat pertama kali terbentuk."

Rotasi inti Matahari bisa memberi petunjuk bagaimana bintang terdekat Bumi kita ini terbentuk. Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Astronomy & Astrophysics ini, setelah Matahari terbentuk, angin surya cenderung memperlambat rotasi bagian luar Matahari. Rotasi tersebut juga mempengaruhi kemunculan bintik Matahari yang juga berputar.

Dalam penelitian ini, Ulrich dan rekan-rekannya mempelajari gelombang akustik pada atmosfer Matahari, yang mana gelombang tersebut juga menembus hingga ke inti Matahari. Gelombang akustik tersebut lantas diketahui berinteraksi dengan gelombang gravitasi yang memiliki gerakan sloshing atau mengaduk-aduk yang serupa dengan gerakan air yang berada di dalam truk tangki yang setengah terisi dan melaju di jalanan pegunungan yang melengkung.

Dari pengamatan tersebut, mereka mendeteksi adanya gerakan sloshing pada inti Matahari. Dengan hati-hati mengukur gelombang akustik tadi, para astronom ini akhirnya dapat menentukan waktu yang dibutuhkan bagi gelombang akustik untuk melakukan perjalanan dari permukaan ke inti Matahari dan kembali lagi.

Ternyata, waktu perjalanan gelombang akustik itu ternyata sedikit dipengaruhi oleh gerak sloshing gelombang gravitasi. Gerakan ini dideteksi para astronom dengan membuat perhitungan melalui instrumen GOLF (Global Oscillations at Low Frequency).

GOLF merupakan sebuah instrumen yang disematkan pada wahana antariksa SOHO (Solar and Heliospheric Observatory), sebuah wahana antariksa yang ditugaskan untuk mengamati dan meteliti Matahari dari orbit geostasioner.

Hipotesa yang menyatakan bahwa inti Matahari berputar lebih depat daripada permukaannya sebenarnya memang telah digagas sejak lebih dari 20 tahun, namun baru kali ini dilakukan pengukuran presisinya. Dan diketahui bahwa ternyata inti Matahari berotasi 4 kali lebih cepat dari permukananya.


Sumber: ScienceDaily.com, UCLA.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.