Header Ads

Titan Mampu Mendukung Kehidupan Ratusan Juta Manusia

Baca Juga

Titan, satelit alami terbesar milik Saturnus. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Walaupun Mars mendapat banyak perhatian saat kita berbicara tentang rencana menjelajah planet lain, ternyata satelit alami terbesar milik Saturnus yang bernama Titan justru berpotensi lebih besar sebagai "rumah kedua" manusia, lho!

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Astrobiology and Outreach mendukung hal itu. Dari penelitian tersebut, diketahui Titan memiliki cukup cadangan energi untuk mendukung kehidupan manusia dengan populasi sekitar 300 juta orang, yang mana sedikit lebih banyak dari populasi penduduk Indonesia.

"Titan adalah lokasi optimal di tata surya untuk pemukiman manusia di luar Bumi," tulis salah satu astronom dalam penelitian ini, Amanda Hendrix dari Planetary Science Institute di Arizona, AS di jurnal penelitian mereka.

Dalam studi tersebut dipaparkan, Titan memiliki kualitas penunjang kehidupan seperti Bumi dan juga memiliki atmosfer tebal yang memberikan perlindungan dari radiasi yang dapat merusak. Titan sangat berbeda dengan planet-planet maupun satelit-satelit alami permukaan padat lainnya di tata surya, bahkan lebih baik daripada Mars.

Pada jurnal penelitiannya, Hendrix dan rekan-rekannya menunjukkan adanya sejumlah sumber energi berbeda yang bisa mendukung koloni manusia di Titan. Sumber energi ini termasuk nuklir, kimia, tenaga air, angin, dan bahkan Matahari.

Nuklir sudah digunakan pada wahana antariksa, terutama menggunakan plutonium-238. Nuklir bisa menjadi sumber daya yang baik untuk sebuah koloni di Titan, dengan masa guna 88 tahun. Kelimpahan metana di Titan, yang terbentuk dalam danau dan lautan hidrokarbon cair, juga bisa sangat berguna.

Danau dan lautan di Titan ini bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air. Meskipun beberapa hari yang lalu sebuah penelitian menyampaikan bahwa gelombang di perairan Titan hanya setinggi 1 cm, para astronom dalam studi baru ini mengatakan bahwa masih memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga air di Titan dengan sistem yang berbeda.

Untuk sumber daya angin, nantinya para penjelajah Titan harus pergi ke permukaan yang yang lebih tinggi. Di permukaan Titan, kecepatan angin sangat rendah. Namun, pada ketinggian 40 kilometer, kecepatan angin di Titan bisa mencapai sekitar 20 meter per detik. Angin juga bisa menjadi pembangkit listrik.

Mungkin yang paling menarik dari semua sumber daya di Titan adalah tenaga surya. Meskipun Titan berada 10 kali lebih jauh dari Matahari daripada Bumi, tim astronom ini mencatat bahwa kemajuan teknologi sel surya yang diciptakan manusia membuat tenaga surya tetap merupakan pilihan yang tepat.

Untuk mendukung koloni manusia seukuran populasi Indonesia, 10 persen permukaan Titan perlu dipasangi panel surya.

"Sumber daya alam Titan menghadirkan beberapa opsi untuk sumber energi yang berguna bagi pengunjung atau bahkan pemukim tetap di Titan pada masa yang akan datang," para astronom ini menyimpulkan. Mungkin suatu hari nanti, kita memang akan hidup di objek langit lain selain Bumi.


Sumber: arXiv.org, New Scientist, Scientific American.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.