Header Ads

Mengenal Bulan Lebih Dekat

Bulan. Kredit: Getty Images
Info Astronomy - Siapa tak kenal Bulan? Ia merupakan satu-satunya satelit alami yang mengitari Bumi kita. Tapi walaupun sudah sering mengamatinya di langit, seberapa jauh wawasan Anda tentang Bulan?

Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, bersamaan dengan terbentuknya Bumi. Diyakini, Bulan tercipta dari hasil penggabungan fragmen akibat tabrakan antara Bumi dan sebuah benda angkasa seukuran Mars pada fase terakhir pembentukan Tata Surya. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kepadatan rata-rata Bulan mendekati kerapatan mantel Bumi.

Bulan memiliki diameter sekitar 3.476 kilometer dan berada pada jarak rata-rata 384.400 kilometer dari Bumi. Dibutuhkan 27,3 hari bagi Bulan untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi Bumi. Massa Bulan diketahui hanya sekitar 1,23% dari massa Bumi.

Bulan memiliki inti kecil yang kaya akan besi, namun sebagian besar keraknya terdiri dari batuan silikat. Permukaannya yang memiliki banyak kawah disebabkan oleh asteroid-asteroid yang membombardirnya saat tata surya masih berusia muda, yakni sekitar 500-700 juta tahun setelah pembentukannya.

Dulunya, Bulan diketahui memiliki aktivitas vulkanik. Aktivitas vulkanik yang terjadi sekitar 2 miliar tahun yang lalu tersebut bertanggung jawab atas munculnya lava panas yang membanjiri permukaan Bulan, lalu lambat laun mendingin, dan akhirnya memadat menjadi bagian gelap yang sering kita lihat di Bulan.

Bagian gelap ini dikenal sebagai "mare" atau "laut", walaupun sebenarnya tidak mengandung air sama sekali. Bulan tidak hanya miskin air, tetapi juga tidak memiliki atmosfer. Tarikan gravitasi di permukaan Bulan sendiri hanya 1/6 tarikan gravitasi di permukaan Bumi. Gravitasi ini terlalu lemah untuk membuat Bulan memiliki lapisan atmosfer.

Kiri: Wajah Bulan yang selalu menghadap Bumi, Kanan: Wajah sebaliknya. Kredit: NASA/LRO/JPL-Caltech
Kekuatan gravitasi antara Bumi dan Bulan memperlambat rotasi Bulan sehingga orbitnya terkunci saat mengelilingi Bumi. Oleh karena itulah, saat dilihat dari Bumi, Bulan selalu menampakkan sisi permukaannya yang sama secara terus-menerus.

Walau begitu, seluruh permukaan Bulan terkena sinar Matahari, yang membuat Bulan setiap harinya tampak berubah bentuk atau fase. Karena seluruh permukaan Bulan disinari Matahari, maka terasa tidak tepat untuk menyebut sisi yang selalu membelakangi Bumi sebagai "sisi gelap Bulan", melainkan lebih tepat disebut sebagai "sisi jauh Bulan".

Efek lain dari gravitasi Bulan adalah; Bulan memperlambat rotasi Bumi dan semakin menjauhnya Bulan dari Bumi. Saat pertama kali terbentuk, Bulan berada pada jarak yang lebih dekat dari permukaan Bumi daripada posisinya saat ini. Dengan demikian, Bulan saat ini sedang bergerak menjauh dari Bumi yang sekaligus membuat rotasi Bumi melambat.

Itulah sedikit tulisan untuk mengenali Bulan lebih dekat. Nikmatilah keberadaan Bulan yang saat ini masih ada di langit. Karena ratusan tahun mendatang, anak cucu kita akan melihat Bulan yang sudah semakin jauh dari Bumi dan bahkan akan benar-benar hilang meninggalkan Bumi.


Sumber: Cornell University

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.