Header Ads

Juno Bakal Terbang Lintas Dekat Bintik Merah Besar Jupiter

Baca Juga

Bintik Merah Besar di atmosfer Jupiter. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Awal pekan depan, beberapa hari setelah merayakan ulang tahun pertamanya di orbit Jupiter, wahana antariksa Juno akan melakukan terbang lintas di atas Bintik Merah Besar Jupiter, badai ikonik raksasa yang berdiameter 16.000 kilometer!

Bila terbang lintas berhasil dilakukan, Juno akan mengirimkan berkas gambar-gambar menakjubkan dari pemandangan dari dekat pertama sebuah badai abadi di atmosfer Jupiter yang telah dipantau umat manusia sejak tahun 1830.

"Bintik Merah Besar yang misterius mungkin merupakan ciri khas Jupiter yang paling terkenal," kata Scott Bolton, peneliti ​​utama Juno dari Southwest Research Institute di San Antonio, AS. "Badai ikonik ini telah mengamuk di planet terbesar tata surya kita selama berabad-abad. Kini, Juno dan instrumen ilmiahnya akan mempelajarinya dan membantu kita memahami bagaimana badai raksasa ini bekerja dan apa membuatnya sangat istimewa."

Pengumpulan data Bintik Merah Besar nantinya adalah bagian dari misi sains Juno keenam di atas atmosfer Jupiter. Perijove (titik di mana Juno berada di orbit paling dekat dengan pusat Jupiter) keenam tersebut akan terjadi pada hari Senin, 10 Juli 2017, pukul 18.55 PDT atau sekitar pukul 08.55 pagi WIB tanggal 11 Juli 2017.

Pada saat perijove, Juno akan berada di ketinggian sekitar 3.500 kilometer di atas atmosfer Jupiter. Sebelas menit 33 detik kemudian, Juno akan menempuh jarak 39.771 kilometer dan akan berada tepat di atas Bintik Merah Besar Jupiter. Pada saat itu, Juno akan berada di ketinggian sekitar 9.000 kilometer di atas Bintik Merah Besar.

Setahun Mengorbit Jupiter

Pada tanggal 4 Juli 2017 pukul 19.30 PDT (09.30 WIB 5 Juli 2017), Juno sudah resmi berada di orbit Jupiter selama satu tahun penuh.

"Keberhasilan pengumpulan data ilmiah di Jupiter adalah bukti dedikasi, kreativitas, dan kemampuan teknis tim NASA Juno," kata Rick Nybakken, manajer proyek Juno dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California.

Juno sendiri diluncurkan pada 5 Agustus 2011 dari Cape Canaveral, Florida, AS. Selama misi eksplorasi, Juno terbang rendah di atas atmosfer Jupiter. Ketinggian terendah yang pernah dicapai Juno adalah sekitar 3.400 kilometer.

Selama misi terbang lintas sambil mengorbit Jupiter ini, Juno ditugaskan utnuk menyelidiki apa yang ada di balik atmosfer yang menutupi Jupiter serta mempelajari aurora di Jupiter untuk mempelajari lebih jauh tentang asal-usul, struktur, atmosfer, dan magnetosfer planet raksasa gas ini.

Hasil penelitian ilmiah awal dari misi Juno sejauh ini menggambarkan planet terbesar di tata surya kita tersebut sebagai planet yang penuh gejolak, dengan struktur interior yang sangat rumit, aurora kutub yang energik, dan badai siklon polar yang besar.


Sumber: NASA, SwRI.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.