Header Ads

Bisakah Kita Menggunakan Teleskop Antariksa Hubble?

Teleskop Antariksa Hubble dipotret oleh astronot dari dalam pesawat ulang-alik. Kredit: NASA/ESA
Info Astronomy - Teleskop Antariksa Hubble merupakan teleskop yang berbasis di orbit Bumi. Tidak seperti misi-misi NASA sebelumnya, siapapun dapat mengajukan permohonan untuk menggunakan Hubble. Proses registrasi terbuka untuk umum di seluruh dunia tanpa batasan kewarganegaraan atau afiliasi akademis.

Sebelum Anda berniat mengajukan proposal, perlu diketahui bahwa waktu pada Teleskop Antariksa Hubble adalah komoditas yang sangat berharga. Sebagai teleskop yang berada di ruang angkasa (sekitar 560 km di atas permukaan Bumi), Hubble bisa mengamati alam semesta 24 jam sehari.

Namun karena banyak astronom di dunia yang ingin menggunakannya, tim Hubble saat ini mengalami apa yang disebut sebagai oversubsciption, jumlah waktu yang diminta dalam propoal versus waktu yang diberikan tim Hubble saat ini adalah enam banding satu. Dengan begitu, proposal yang Anda kirim hari ini mungkin baru akan diterima beberapa bulan mendatang.

Proses pengamatan dengan Hubble dimulai dengan Call for Proposals tahunan yang dikeluarkan oleh Space Telescope Science Institute (STScI) teruntuk khayalak di seluruh dunia. Bagi yang berminat menggunakan Hubble, STScI memberikan waktu sekitar dua bulan untuk mengajukan proposal Tahap I yang berisi tujuan ilmiah untuk menggunakan Hubble.

Berdasarkan pengalaman, tim Hubble mengatakan biasanya para pengaju proposal meminta jumlah waktu tertentu yang mereka inginkan dalam menggunakan. Sementara itu, diperlukan waktu kurang lebih 96 menit bagi Hubble untuk sekali mengelilingi Bumi. Namun karena Bumi bisa menghalangi target yang diamati, waktu pengamatan terpangkas, dengan menyisakan sekitar 55 menit per orbit.

Pengamatan yang lebih lama memerlukan isi proposal yang lebih meyakinkan. Proposal yang ingin diterima harus memiliki alasan kuat dan baik untuk menjawab pertanyaan atau masalah astronomi yang besar. Proposal juga harus menunjukkan bahwa pengamatan hanya dapat dilakukan dengan kemampuan unik Hubble dan tidak akan mendapatkan hasil yang serupa dengan observatorium berbasis darat.

Bila proposal Anda sudah dikirim ke STScI, maka selanjutnya akan dikirimkan lagi ke Time Allocation Committee (TAC) yang merupakan bagian dari tim Hubble. TAC berwenang untuk menentukan proposal mana yang akan diterima.

Di TAC, ribuan proposal akan dibagi lagi menjadi beberapa panel terpisah yang diajukan dalam kategori astronomi tertentu. Contoh kategorinya meliputi populasi bintang, objek tata surya, dan kosmologi. TAC akan menyimak betul-betul proposal yang dikirim dari STScI.

Bila proposal diterima, maka selanjutnya proposal tersebut diidentifikasi sebagai general observer (GO), yang mana pengirim proposal akan berkesempatan untuk menggunakan Hubble untuk memotret atau melihat objek langit yang diajukan dalam proposal.

Penjadwalan Pengamatan

Bagi yang proposal Tahap I-nya diterima, maka diwajibkan mengajukan proposal Tahap II yang berisi rincian dalam menentukan apa saja yang diperlukan untuk pelaksanaan dan penjadwalan pengamatan. Rincian ini mencakup lokasi target benda langit yang tepat serta filter panjang gelombang yang diperlukan.

Begitu pengamatan telah dilakukan, data hasil pengamatan tersebut akan menjadi bagian dari arsip Hubble, di mana para astronom dan masyarakat awam di seluruh dunia dapat mengaksesnya melalui situs web resmi Hubble di Internet. Namun, sebagian besar data akan ditandai sebagai hak milik pemenang proposal.

Suasana ruang kendali utama Hubble di STScI. Kredit: STScI/NASA/ESA/Hubble

Bagaimana Proses Pengamatannya?

Karena Hubble berada di luar angkasa, maka pengamatan dilakukan secara jarak jauh di ruang kendali utama Hubble yang berada di STScI, Maryland, Amerika Serikat.

Dari ruang kendali utama, Teleskop Antariksa Hubble yang bergerak cepat dalam mengorbit Bumi akan diarahkan pandangannya ke objek yang akan diamati lalu distabilkan untuk pengamatan yang dilakukan selama 45 menit hingga berjam-jam sesuai permintaan pada proposal.

Biasanya, proses pengamatan hingga pengolahan data akan memakan waktu lebih dari satu tahun, bahkan terkadang lebih lama lagi. Waktu yang lama tersebut disebabkan karena Hubble tidak melakukan komunikasi secara terus-menerus dengan ruang kendali utama di Bumi.

Daftar perintah pengamatan harus diunggah dalam paket sinyal elektromagnetik beberapa kali dalam seminggu agar nantinya dieksekusi secara otomatis oleh Hubble.

Saat Hubble melakukan perintah yang dikirim oleh ruang kendali, gambar dan data mentah akan disimpan lebih dulu ke dalam memori solid-state pada komputer di badan Hubble untuk kemudian dikirim ke Bumi melalui satelit dalam bentuk gelombang elektromagnetik pula. Sesampainya di Bumi, data akan diproses dan diterjemahkan.

Hasil pengamatan Hubble nantinya akan dikirimkan melalui surel yang berisi data-data mentah maupun yang telah diproses oleh tim Hubble kepada pemenang proposal. Datanya pun siap untuk diakses. Pemenang proposal dapat langsung menganalisa data dan mempublikasikan hasilnya ke jurnal-jurnal ilmiah untuk menjadi karya ilmiah mereka.

Berminat untuk mengirim proposal untuk menggunakan Hubble? Sayangnya, Call for Proposals Hubble tahun ini telah melalui tenggat waktu, sehingga Anda harus menunggu tahun 2018 mendatang.

Sebagai tambahan, untuk melihat benda semesta apa yang sedang diamati Hubble secara real-time, Anda bisa kunjungi situs web berikut: spacetelescopelive.org


Sumber: NASA

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.