Header Ads

Bimasakti Diperkirakan Memiliki 100 Miliar Bintang Gagal

Area pusat gugus bintang RCW 38. Kredit: VLT/ESO
Info Astronomy - Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim astronom internasional yang dipimpin oleh Koraljka Muzic dari Universitas Lisbon dan Aleks Scholz dari Universitas St. Andrews, galaksi Bimasakti diperkirakan memiliki 100 miliar katai cokelat, sebuah bintang yang gagal melakukan fusi nuklir.

Katai cokelat adalah objek yang aneh; Mereka memiliki massa yang terlampau besar untuk dikategorikan sebagai planet raksasa gas, namun massanya terlalu rendah untuk bisa melakukan fusi hidrogen di intinya sehingga dapat bersinar layaknya bintang. Namun, katai cokelat juga menarik, karena mempelajarinya bisa memberikan informasi tentang pembentukan bintang dan planet sekaligus.

Dan sementara telah ribuan katai cokelat ditemukan di Bimasakti, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Pertemuan Astronomi Nasional di Universitas Hull, Inggris pada Kamis (5/7), galaksi kita ternyata diperkirakan menjadi tempat tinggal miliaran katai cokelat. Para astronom yang meneliti hal ini mencatat jumlah minimal katai cokelat di galaksi kita adalah antara 25 miliar sampai 100 miliar.

Studi ini didasarkan pada pengamatan dua wilayah pembentuk bintang yang berada dekatd ari Bumi. Pada tahun 2006, tim astronom tersebut mengamati gugus bintang NGC 1333, yang terletak 1.000 tahun cahaya di konstelasi Perseus. Dan pada 2016, target pengamatan mereka adalah gugus bintang RCW 38, yang berjarak relatif jauh di rasi bintang Vela, sekitar 5.500 tahun cahaya.

Daerah-daerah pembentuk bintang ini dipilih karena ribuan katai cokelat memang cenderung lebih sering ditemukan di area pembentuk bintang, yang kesemuanya memiliki kepadatan bintang yang rendah dan tidak begitu banyak. Dari pengamatan ini, tim astronom ini mengatakan jarak katai cokelat yang ditemukannya tidak ada yang lebih dari 1.500 cahaya dari Matahari.

NGC 1333 ditemukan memiliki sekitar satu katai cokelat yang mengitari setiap dua bintang sejati di sana, proporsi ini lebih tinggi dari yang diamati sebelumnya. Sementara pengamatan RCW 38 satu dekade kemudian adalah untuk menguji apakah NGC 1333 memang benar memiliki proporsi seaneh itu.

Gugus bintang RCW 38 yang berjarak lebih jauh ini memiliki kepadatan bintang masif yang lebih tinggi, hal itu membuat katai cokelat akan tampak samar sehingga sulit ditemukan di sana.

Namun, untuk mengatasi masalah itu, para astronom ini memilih untuk mengamati RCW 38 selama total tiga jam dengan menggunakan kamera optik adaptif NACO di Observatorium Very Large Telescope milik European Southern Observatory di Cile.

Pengamatan selama tiga jam itu membuahkan hasil. Ternyata memang benar keanehan yang teramati pada gugus bintang NGC 1333, mereka menemukan rasio katai cokelat di RCW 38 memang serupa dengan yang pernah mereka lihat di NGC 1333, satu katai cokelat mengitari dua bintang sejati.

Dalam sebuah pernyataan, Scholz mengatakan, "Kami telah menemukan banyak katai cokelat dalam kelompok bintang ini. Dan apa pun tipe gugus bintangnya, keberadaan katai cokelat itu memang sangat umum. Katai cokelat dapat terbentuk di samping bintang-bintang dalam gugus."

Dengan jumlah bintang di galaksi Bimasakti yang diperkirakan mencapai 400 miliar bintang, bila setiap dua bintang memiliki satu katai cokelat yang mengitarinya, maka perkiraan jumlah 100 miliar katai cokelat di galaksi kita bisa lebih besar dari jumlah sebenarnya, karena mungkin ada banyak katai cokelat yang lebih kecil dan lebih redup.


Sumber: Phys.orgarXiv:1707.00277

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.